Not A Hero

Not A Hero
Eps. 11 - Tuan Penyelamat



“Komandan Loyd! Syukurlah anda selamat!”


Banyak orang yang bekerja pada BIK langsung berbondong-bondong menyambut Loyd yang kembali bersama empat prajuritnya yang tersisa, begitu mereka tiba.


Escal menepi dari keramaian itu, karena dia lebih suka ketenangan. Bersandar pada salah satu dinding sambil menyilang kan tangannya.


Tak ada yang tahu jika dia tengah memeriksa keberhasilan misi yang ia kerjakan.


...___...


...Berhasil menyelamatkan Komandan Loyd dan menyelesaikan misi dengan sempurna!...


...Hadiah di dapatkan!...


...-...


Layar berubah menjadi beberapa pilihan Skill yang dapat Escal pilih. Beberapa Skill bawaan dari Eternal Ice Control.


- Spear of Hydra


Membuat Mini Naga Hydra selama satu menit untuk digunakan sebagai penyerang. Kekuatannya sangat besar dan menguras banyak Mana, tapi hasil yang di dapat memuaskan!


Mana: 2550 Poin


- Desperation Desire


Menciptakan area Es Abadi yang bisa menghilangkan semua Skill musuh dalam radius 2 meter dalam 10 detik [Dapat di tingkatkan!]


Mana: 750 Poin


- Slicing Illusion


Menciptakan kabut dingin yang memberikan fatamorgana pada orang yang di tuju. Membuatnya terjebak dalam ilusi menyakitkan selama satu menit!


Mana: 350 Poin


- Lord of Jealousy


Meningkatkan seluruh kekuatan pengguna dan memasuki 'Ice Lord Mode' dengan pengendalian Es absolut!


Mana: 7550 Poin


...---...


“Sebenarnya semua Skill yang bisa ku dapatkan sangat bagus, apalagi Lord of Jealousy. Tetapi Mana dan waktunya masih sedikit kurang.. terlalu banyak yang harus di korbankan.”


Escal reflek memegang dagunya ketika berpikir. Masih memikirkan Skill mana yang ingin ia ambil karena hanya ada satu kesempatan untuk saat ini.


Beruntung dia adalah Warrior, manusia yang di panggil oleh Dewa Arveous dan memiliki sistem.


Jika tidak, mana mungkin seorang manusia biasa memiliki peningkatan Level secepat itu. Naik menjadi Human Level 12 hanya dalam waktu empat hari, hampir mustahil ada orang biasa yang bisa melakukan itu.


Tetapi sebenarnya memang wajar Escal mencapai Level itu.


Walau sistem membantunya, tetapi dia masih berusaha dengan usahanya sendiri. Bertarung dengan musuh yang lebih tinggi dari Levelnya sejak awal, dan berlatih setiap memiliki waktu luang.


Jika hal itu terus di pertahankan, bukan tidak mungkin Escal menjadi seorang Demi God yang adalah tingkatan tertinggi dari Evolusi manusia.


Ketika Escal tengah dalam dilema memilih Skill Baru yang ingin ia ambil, seseorang mendekatinya. Escal menutup layar sistem, kemudian menoleh ke arah seseorang yang mendatanginya.


Seorang pria berambut pirang disisir kebelakang, memakai pakaian rapi dengan tubuh lumayan tinggi dan cukup tampan, resepsionis yang sebelumnya Escal lihat, Nick.


“Sepertinya tugas anda sukses, Tuan Escaleon. Bahkan Komandan Loyd terselamatkan bersama empat prajurit yang tersisa. Walau kondisi mereka bisa dikatakan tidak baik, tetapi mereka selamat. Penyelesaian anda benar-benar sempurna!”


Nick memuji pekerjaan Escal. Benar-benar tak menyangka jika dia berhasil, bahkan dapat membawa Komandan Loyd kembali.


Sebelumnya dia sempat ragu, karena sudah banyak Rider yang menerima misi itu dan selalu saja tidak kembali, bahkan nama pun tidak sampai terdengar lagi.


Namun dia tetap bersyukur, termasuk orang-orang yang ada di BIK dan warga Kota Viell karena Komandan Loyd sering membantu mereka dan senang berbaur dengan rakyat.


“Itu sudah tugasku. Tapi kau tidak hanya datang untuk mengatakan itu, kan?”


Nick mengangguk, “Tentu saja. Saya ingin memanggil anda untuk mengambil hadiahnya, mari ikuti saya.”


Nick sedikit membungkuk kemudian melangkahkan kakinya lebih dulu, Escal langsung berjalan mengikutinya dari belakang. Mereka berdua pergi ke ruang pribadi pengurus BIK Cabang Veill.


Pintu terbuka, sosok Nick dan Escal memasuki ruangan tersebut. Sudah ada seseorang di sana, pria paruh baya berbadan besar dan tampak masih gagah dengan bekas luka di mata kanannya.


Pakaian yang ia kenakan hampir mirip dengan Nick, tetapi lebih mewah dan lebih banyak aksesoris kerajaan yang tersemat padanya. Tanda jika pangkatnya sudah tinggi dalam organisasi.


“Saya datang membawa Tuan Escal, Ketua.”


Nick membungkuk hormat di depan pria itu, sementara Escal hanya diam berdiri sambil memperhatikan interaksi keduanya.


Tanpa mengatakan apapun, pria itu berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Escal. Ekspresinya nampak garang, sehingga tanpa sadar Escal menaikkan tingkat kewaspadaannya dan memfokuskan diri jika terjadi sesuatu.


“Terima kasih banyak! Tuan Escaleon!”


Hal tak terduga terjadi, pria besar itu membungkuk sembilan puluh derajat di depan Escal.


Mengerjai beberapa kali, Escal tak mengerti dengan apa yang terjadi saat ini. Sebuah hal yang benar-benar tidak terduga dilakukan oleh pria besar yang terlihat garang tersebut.


“Hahaha! Maaf atas sikapku barusan. Namaku Harold, Ketua BIK Kota Viell!”


Pria itu baru memperkenalkan dirinya setelah beberapa waktu kemudian, dia mempersilahkan Escal duduk sementara Nick berdiri tak jauh di sampingnya.


“Escal.” Singkat Escal tanpa banyak bicara, namun Harold sama sekali tidak tersinggung.


“Kau benar-benar pendiam ya, Escal! Tak apa, kau bisa bersikap semaumu padaku! Anggap saja ini wujud paling kecilku berterima kasih padamu, Tuan Penyelamat!”


Harold berkata dengan semangat membara dan sesekali tertawa, sangat energik juga ramah walau wajahnya sedikit tidak mendukung.


“Tuan.. Penyelamat..?”


Escal mengulang panggilan Harold untuknya, terasa sangat aneh dan tentu saja Escal tidak menyukainya. Sebagai seorang pembunuh berdarah dingin dan ditakuti karena kekejamannya, ungkapan seperti itu benar-benar tidak cocok.


“Tentu saja, karena anda adalah Penyelamat Komandan Loyd! Kalau tidak keberatan, aku akan menceritakan sesuatu padamu!”


Tanpa sempat menjawab apapun, Harold langsung bercerita tentang kehidupan dua orang sahabat yang melewati suka dan duka sampai mereka mencapai tingkat yang di hormati, pada Escal.


Satunya menjadi Pengurus BIK dan satunya menjadi Komandan Pasukan Kerajaan.


Tanpa berpikir keras pun, Escal tahu jika dua orang itu adalah Harold dan Loyd. Hanya saja, setelah mendengar cerita Harold sampai benar-benar selesai, Escal mendapat fakta yang mengejutkan.


Dimana sosok Loyd yang di hormati oleh seluruh kalangan dan terkenal baik adalah salah satu kerabat Raja, dan pernah menjadi Guru seorang 'Warrior' yang berhasil menghentikan Bencana, Grim The Twin Phoenix.


Menurut penjelasannya juga, orang di Dunia Vixcell yang telah berumur empat puluh lima tahun lebih akan kembali ke umur 30 tahun ketika bencana telah di kalahkan.


Lalu setelah sepuluh tahun kemudian, Bencana yang baru kembali akan muncul dan para Warrior yang baru di panggil ke Vixcell, sementara Warrior lama yang masih hidup kehilangan kurang lebih 97% kekuatannya.


Menyebabkan mereka tidak mungkin kembali berpartisipasi, karena Dewa Arveous sengaja menyegel kekuatan mereka agar berhenti berkembang.


Biasanya para Warrior lama mulai menikmati masa santai mereka, atau berdiam diri di tempat terpencil untuk rehat.


Tetapi jika ada Warrior baru yang menemukan mereka, bukan tidak mungkin jika Warrior lama bersedia memberikan ilmunya jika penerusnya itu memiliki hal yang menurutnya cocok dengan dirinya.


Jadi di Dunia Vixcell, seperti memang sudah tersebar 'tradisi' antara para Warrior dan Bencana yang nantinya akan datang kemudian terselesaikan.


Meski begitu, Era dimana Bencana muncul dan kegelapan mulai terlihat, tetap membuat dunia menjadi porak-poranda. Melebihi apa yang ada dalam bayangan setiap orang.


“..Ya, begitulah! Intinya aku sangat berterima kasih padamu Tuan Penyelamat!”


Escal yang sejak tadi mendengar Harold memanggilnya sebagai 'Tuan Penyelamat' memegang kepalanya yang entah kenapa terasa sakit, dia pun melambai-lambaikan pelan tangannya.


“Panggil saja aku Escal..” Dia kembali berkata untuk kesekian kalinya.


Namun tiba-tiba dia menatap Harold dengan ekspresi sedikit berubah, tiba-tiba teringat satu penjelasan yang menurutnya tidak sesuai dengan kenyataan.


“Dari ceritamu, Komandan Loyd adalah kerabat Raja kan? Lalu, kenapa tidak beliau sendiri yang mengirim pasukan untuk menyelamatkan Komandan? Bukankah itu cukup aneh? Setidaknya, menurutku.”


Escal langsung saja mengungkapkan pendapatnya, tak peduli mau itu terdengar seperti hinaan atau tidak.


Tetapi bagi dirinya sendiri yang dia katakan sudah sangat sopan, karena dia memanggil orang lain dengan menggunakan 'Beliau'.


Harold pun tak terlihat marah. Dia justru menghela nafas panjang, “Insting dan pengamatan anda sangat bagus ya, Tuan Penyelamat..”


“Sebenarnya, Kerajaan Aireest sedang mengalami Krisis beberapa waktu lalu karena Kerajaan Earthvill tiba-tiba saja mendeklarasikan perang.”


.......