
Di sebuah tempat tanpa pengaruh ruang dan waktu, Pria berambut merah tua yang cukup panjang duduk dengan tenang di singgasana megahnya.
Menyanggah kepalanya dengan punggung tangan kanan dengan kaki yang bertumpu, dia tersenyum penuh ketertarikan ketika melihat sebuah layar di depannya yang menampilkan ruangan di mana Escal dan yang lainnya berada.
“Mungkinkah akan ada sesuatu yang menarik?”
Dia berucap sambil mengalihkan pandangannya ke layar lain yang hanya menampilkan waktu hitung mundur.
...----------------...
Di dalam ruangan, suasana menjadi tegang dan atmosfer terasa berat bagi beberapa orang yang hadir.
Dua High Human saling mengumbar aura masing-masing untuk saling menekan, bagi yang tidak memiliki level yang menyetarai tentu saja hal itu sangat tidak mengenakkan.
Heizen menatap Escal dengan tatapan tak suka, sementara Escal masih dengan tenang menyesap teh yang di sediakan.
“Apa maksud ucapanmu tadi?” Heizen berkata dengan nada meneka, namun itu bukan apa-apa untuk Escal.
Dia meletakkan cangkir dan menatap Heizen dengan ekspresi datarnya, “Orang yang cukup kuat namun bodoh, memang sulit di urus.”
“!!”
Heizen menggertakkan giginya, dia benar-benar merasa marah dan hendak menyerang Escal. Untungnya Barrey langsung menghentikannya, itupun dia harus menggunakan Skill Penguat walau tubuhnya lebih besar dari Heizen.
Perbedaan antara Human dan High Human benar-benar jauh, untungnya Heizen mau menurut dan tidak memperpanjang masalah.
Dia melepaskan tangannya dari Barrey dan duduk dengan tenang, menyilangkan tangannya juga mendengus kesal sebab tidak bisa berbuat apa-apa.
“Apa karena faktor usia? Pemuda yang tidak bisa mengendalikan emosi? Harusnya dia tahu, sifatnya itu tidak akan berakhir baik jika tidak di perbaiki.”
Escal tidak memikirkan dan memperpanjang masalah dengan Heizen, karena mengalahkannya tidak sesulit melawan Max. Dia bahkan ada di satu tingkat di bawah Escal yang akan membuat pertarungan semakin berat sebelah.
“Wah, ternyata inilah alasanmu tidak ingin bekerja sama denganku.” Zhale yang duduk di sebelahnya berucap.
“Tentu saja, untuk apa bekerja sama jika aku sendiripun bisa mendapatkan semua keuntungan.”
Escal sama sekali tak menyangkal ucapan Zhale. Sebenarnya dia juga sedikit kagum padanya karena bisa memecahkan teori misi, mengingat Peran Aktif menyertakan nama Zhale.
Setidaknya keduanya memiliki hadiah yang sama, atau salah satu lebih baik. Untuk hal tersebut, Escal memiliki kepercayaan diri untuk mengakui jika hadiahnya lebih baik walau belum melihatnya.
Sementara orang lain, terlebih Barrey dan Grey mungkin hanya mengikuti dalam penyerangan sehingga tidak termasuk ke dalam peran aktif.
Lalu Heizen, melihat emosinya yang sangat mudah meledak-ledak seperti Bom, bukannya dia masuk dengan sengaja Escal menduga jika dia tertangkap, dan tidak bisa menggunakan Skill sehingga tidak termasuk dalam Peran Aktif.
“Bisa-bisanya orang sepertimu menjadi Rebellion Star, Escal.”
Zhale berbicara setengah berbisik, karena dia tahu jika kebanyakan orang yang ada di tempat itu adalah Warrior. Bukannya apa, tetapi setidaknya ia ingin menjaga identitasnya.
Rebellion Star bisa saling mengetahui sesama, tidak untuk Warrior. Mereka tidak akan tahu Rebellion Star jika bukan orang itu sendiri yang memberitahunya.
“Aku hanya ingin hidup bebas.” Escal menanggapi dengan tenang.
Zhale merasa ada yang salah dengan pendengarannya, atau merasa jika kepribadian Escal cukup unik karena mengatakan hal seperti itu.
“Bebas? Lalu kenapa pada akhirnya kau menjalani Misi?”
“Kekuatan dan keuntungan. Setidaknya itu bisa membantu untuk menjaga kebebasanku.”
Zhale diam sejenak sebelum menjawab, “Em, kurasa itu benar.”
Topik pembicaraan mereka pun berakhir, dan beberapa saat kemudian Aldean datang memasuki ruangan. Ada Lima Pelayan di belakanganya yang masing-masing membawa sebuah kotak kayu yang cukup besar.
“Maaf karena membuat anda sekalian menunggu. Meski ini tidak seberapa, mohon terima hadiah dari saya sebagai ucapan terima kasih.”
Isinya adalah koin emas dan beberapa Potion. Walau tidak banyak, itu cukup memuaskan.
Dibandingkan hal itu, Escal tenggelam dalam pikirannya sejenak ketika semua orang mulai mengambil giliran.
“Tidak berniat memberitahu kah? Boleh juga,”
Escal tersenyum tipis sebelum mengambil bagiannya. Sedikit tidak puas karena Aldean tidak memberitahukan hasil diskusi dengan Darius dan Empat Komandan, tetapi dia tetap menerimanya.
Setelah itu, mereka mengucapkan terima kasih dan pamit undur diri untuk pulang. Entah itu beristirahat karena kelelahan, atau melakukan hal apapun.
Termasuk Escal, dia juga kembali pulang ke rumah untuk beristirahat karena besok pagi ada kegiatan rutin yang tidak boleh dilewatkan.
......................
Keesokan harinya, laporan yang sudah sampai di Raja membuatnya menurunkan perintah penangkapan Pangeran Ketiga, Aemon Alven Aireest.
Tetapi, hal itu sudah terlambat ketika tempat Pangeran Ketiga telah kosong dengan beberapa benda yang tidak ada di tempatnya. Kemungkinan besar ada pihak yang lebih dulu memberitahukan kondisi krisis padanya, sehingga dia melarikan diri.
Tak hanya itu, semua pemberontak dalam Kerajaan yang mendukung Pangeran Ketiga pun ditangkap dan dieksekusi langsung dihadapan semua orang saat siang hari di Ibukota.
Pada saat yang bersamaan di wilayah perang, Pasukan Kerajaan Earthvill menarik mundur pasukannya sehingga kondisi kerajaan lebih stabil.
Di dalam kamarnya, Escal tak terlalu mengurus penting masalah Kerajaan Aireest. Dia justru tengah melihat-lihat Hadiah apa yang dia dapatkan dari Sub Misi semalam.
Misi yang memiliki waktu sekitar sepuluh hari, selesai hanya dalam waktu satu malam dengan memperoleh kemenangan walau korban tidak bisa di katakan sedikit.
Escal cukup puas dengan hasilnya, apalagi dia sekarang adalah High Human Level 2 dengan hak khusus yang baru saja dia lihat.
Semua Skill bawaan dari Eternal Ice Control terbuka, dan hanya butuh naik level satu lagi untuk bisa mengakses Skill baru dari Skill yang terkunci.
..._____...
...[Night Sky]...
...Rare +...
...Pedang yang mengandung eksistensi dari Bulan dan Zat Unik Hitam yang dipadukan dengan Old Earth Fire untuk melelehkannya....
...[Setingkat dengan Senjata Legendary! Kuat, Ringan, dan Mengandung Efek Penggunaan!]...
...Durability: 10.000/10.000...
...-----...
“Bagus, aku akan menggunakannya karena Rock Tiger Sword sudah hancur. Selain itu, bagus sekali semua Skill dari Eternal Ice Control terbuka! Perjalananku akan sedikit lebih mudah.”
Escal mendapatkan keuntungan cukup banyak kali ini, walau bukan dari Misi Utama. Dia bahkan memiliki Seribuan Koin Emas di penyimpanan, masing-masing belasan Potion dari Health, Mana dan Stamina.
Tak lupa beberapa barang khusus yang sempat ia dapatkan, salah satunya adalah Growth Scroll yang menjadi Hadiah Tambahan karena Peran Escal dalam Sub Misi.
Menurut penjelasan, Growth Scroll dapat menaikkan tiga level pada Manusia biasa. Bukan High Human sehingga Escal tidak bisa menggunakannya meskipun itu barang yang cukup bagus.
Penggunaannya juga cukup mudah, hanya tinggal membukanya dan biarkan pemakainya membayangkan jika dirinya naik level.
Namun ada beberapa penjelasan yang kurang di mengerti Escal, yaitu 'mungkin akan ada perubahan yang terjadi pada pemakai'.
“Apa maksudnya? Dan dalam hal apa? Hm, haruskah aku mencobanya?”
.......