Not A Hero

Not A Hero
Eps. 02 - Desa Yang Ditinggalkan



Di sebuah tempat yang tak terhubung Ruang dan Waktu, seorang pria berambut merah tua panjang dan tampan, tengah melihat banyak layar hologram di depannya yang menampilkan banyak orang di berbagai tempat.


Tetapi fokusnya saat ini beralih pada layar yang menampilkan sosok Escal, dan tersenyum tipis sambil menyanggah kepalanya dengan tumpuan tangan kanan pada singgasana yang ia duduki.


“Menarik,”


Singkat pria itu yang kemudian melihat layar status milik Escal.


..._____...


Nama: Escaleon [Escal] » Human Lv. 1


Usia: 23 Tahun


Job: -


Gelar: -


Mana: 2.980 / 3.000


Pekerjaan Sebelumnya: Pembunuh Bayaran


Skill:


- Eternal Ice Control » Level 1


Kemampuan untuk mengendalikan Elemen Es Abadi.


Mana: Sebanyak Es yang di buat


Cooldown: -


- Speed Up » Level 1


Mempercepat gerakan. Bisa di tingkatkan sampai penggunaan bergerak secepat cahaya.


Mana: Selama penggunaan mengaktifkan Skill


Cooldown: Berlaku saat kehabisan Mana [Mana Pulih]


[Skill Lain Masih Terkunci]


- Asmodeus - Charging » Terkunci


- Hell Fire Control » Terkunci


- . . .


...-----...


...****************...


...[Peringatan!]...


...Anda telah keluar Map yang di tentukan dan menentang kebijakan Sistem!...


...Gelar 'Rebelion Star' diberikan pada anda!...


Escal mengangkat alis kanannya, notifikasi yang ia terima dari sistem setelah keluar dari hutan benar-benar tak seburuk yang ia duga. Dia bahkan mendapatkan Gelar yang bisa di bilang cukup berguna.


Escal menekan Opsi Gelar yang ia dapatkan untuk melihat detailnya.


...____...


...'Rebelion Star'...


...Gelar yang diberikan untuk orang-orang yang dengan keras menentang Sistem untuk melawan takdir yang telah di tentukan!...


...Efek: - Dapat mengenali Rebelion Star yang lain...


...- Dapat memilih takdir sendiri...


...-----...


Sedikit tertegun, Escal kemudian menutup layar tersebut. Kemudian melangkahkan kakinya pergi menuju Desa yang dari kejauhan sudah terlihat olehnya.


“Apapun, asal itu menguntungkan ku walau merugikan pihak lain.”


Setibanya dia di gerbang Desa, Escal mengamati sekeliling. Entah kenapa dia merasa ada yang aneh dengan Desa tersebut. Tak ada penjaga, tak ada orang yang berlalu lalang, dan begitu sunyi.


Mengabaikan hal itu, Escal mulai memasuki Desa dan benar saja, tak ada siapapun di sana. Rumah-rumah yang cukup terawat itu tampak kosong, tak ada satu orangpun di sana. Hewan dan ternak juga tak terlihat di manapun.


“Ada apa dengan Desa ini?” Escal menyapu sekeliling, kemudian layar sistem muncul di depannya dengan pemberitahuan.


..._____...


...Anda memasuki Desa Yeq yang telah di tinggalkan!...


...-----...


“Desa Yeq? Ditinggalkan?”


Escal mengangkat satu alisnya dengan heran, dalam hati dia juga mencibir Sistem yang kurang sigap. Dirinya sudah memasuki Desa beberapa saat yang lalu, tetapi pemberitahuannya baru sekarang.


Menoleh ke salah satu bangunan rumah yang paling besar dan bagus di desa, Escal menutup layar dan pergi menuju rumah tersebut.


“Lagipula ini sudah di tinggalkan, aku pun harus memikirkan cara untuk hidup sendiri.” Membuka pintu dan melangkahkan kakinya ke dalam, banyak benda-benda yang cukup berharga memasuki pandangan Escal.


Namun ukuran benda-benda itu cukup besar, tidak mungkin dia membawanya secara leluasa. Tetapi setelah mengamati sekeliling, rumah itu masih cukup bersih walau ada sedikit debu.


Dia pun mengambil satu kesimpulan, warga desa pergi terburu-buru dan membawa barang yang bisa mereka bawa. Escal juga berpikir, binatang ternak seperti sapi dan kambing bisa menjadi tunggangan mereka untuk pergi. Namun, apa alasannya?


“Ini cukup aneh.. Sudahlah, lebih baik cepat pergi dari sini setelah mengambil hal yang di perlukan.”


Setelah mengatakannya, Escal mulai menggeledah beberapa tempat yang ada di rumah itu. Cukup bagus dia bisa menemukan ruang harta di rumah itu, karena sepertinya pemilik rumah adalah orang paling kaya di Desa.


Escal mengambil puluhan Koin Emas yang ada, dan memasukkannya ke dalam Penyimpanan Sistem. Tidak ada banyak hal yang berguna untuknya, karena itu dia hendak pergi. Tetapi sebelum itu, ada satu hal yang menyita perhatiannya.


Sebuah kotak kayu besar yang cukup tua di ruang harta, masih terkunci sehingga Escal menduga pemilik tempat itu pasti tidak sempat membawa barang yang ada di dalam kotak itu saat pergi.


Escal mendekati kotak kayu itu, dan menyentuhnya. Masih kokoh, dan juga cukup kuat. Tetapi tentu saja, dia memiliki cara untuk membuka kayu itu dengan cara lain karena tidak mungkin mengandalkan kekuatan fisiknya.


Mengambil jarak beberapa langkah dari kotak kayu itu, Escal mengarahkan satu tangannya pada kotak kayu dengan keadaan di renggang kan.


Tanpa mengucapkan apapun, sebuah lingkaran sihir dengan bahasa kuno terbentuk di depan tangannya. Berwarna kebiruan dan terasa dingin, lingkaran itu sedikit bersinar dan muncul Es tajam yang langsung melesat ke arah kotak dengan kuat.


Membuat asap dingin mengepul karena bentrokan antara Es dan Kotak kayu.


..._____...


...Anda memicu Skill baru terbuka!...


...'Ice Burst » Level 1'...


...Skill bawaan dari Kemampuan Eternal Ice Control. Pengguna dapat menembakkan Es Abadi yang kuat....


...Mana: 30 Poin...


...Cooldown: -...


...-----...


Layar pemberitahuan Sistem tiba-tiba muncul di depannya, melihatnya Escal tersenyum tipis.


“Bagus juga, ini seperti Game yang sudah lama tak aku mainkan.”


Menutup layar, Escal berjalan mendekati kotak kayu yang sudah terbuka dan terkejut melihat apa yang ada di dalamnya. Dia mengukir senyum puas.


“Ini yang aku butuhkan,”


.......