
Bergerak dalam kegelapan hutan, Escal diam-diam mengendap sampai dirinya tiba tidak jauh dari lokasi Pertambangan Emerlin yang tertutup tembok tinggi. Benteng yang kokoh dan dijaga oleh beberapa orang yang berpatroli dari waktu ke waktu.
“Walau kelihatannya tidak sulit untuk menyusup, tapi aku tidak boleh ceroboh.”
Escal berdiam diri di tempatnya selama kurang lebih lima puluh menit, melihat penjaga yang berpatroli melewati tempat yang sama atau bergantian ketika lewat sepuluh sampai lima belas menit.
Perlengkapan yang mereka pakai, mengira-ngira kekuatan, dan beberapa hal lainnya.
Beruntung penjaga hanya berpatroli mulai dari atas benteng, tidak sampai depan atau pintu masuk jika tidak mereka pasti bisa mengetahui keberadaan Escal.
..._____...
...Sistem mendeteksi ancaman dari atas menara yang gelap!...
...[High Human Lv. 2]...
Tiba-tiba sebuah layar sistem muncul didepannya, Escal cukup terkejut membaca informasi yang diberikan Sistem.
“High Human, ini akan merepotkan..”
Escal bergumam sambil melirik ke arah yang diberitahukan Sistem kepadanya, namun matanya hanya bisa menangkap kegelapan kosong walau sedikit terlihat siluet sesosok pria.
“Sebaiknya aku kembali dan menyusun rencana!”
Escal langsung bergerak kembali. Menggunakan Speed Up nya yang sudah meningkat, tidak memakan waktu lama untuk Escal tiba di rumah.
Dari arah pandangan Escal tadi, muncul sesosok pria dengan pakaian serba hitam dengan bagian bawah wajahnya yang juga ditutupi oleh kain hitam.
“Apa barusan orang itu pergi karena mengetahui keberadaan ku?”
Veron menatap ke arah tempat terakhir Escal sebelum dirinya pergi, wajah dan perawakannya masih terlihat jelas di pikirannya.
Instingnya yang tajam pun mengatakan jika dirinya harus berhati-hati dengan orang tersebut, dan jangan menganggapnya remeh.
“Aku akan membicarakannya dengan Max nanti, kedatangannya jelas berbeda jauh dari pemuda ceroboh tadi.”
Veron menyipitkan matanya, kemudian berjalan mundur kembali menyatu ke dalam kegelapan.
................
Malam berlalu dengan cepat karena tidak ada kejadian apapun yang terjadi. Escal bangun dari tidurnya seperti biasa, dan melakukan rutinitas dini harinya dengan semangat sampai matahari mulai timbul.
Kemudian dia turun ke bawah untuk sarapan, dan kembali naik ke atas untuk mengerjakan sesuatu.
Duduk di meja kerjanya dengan tenang, Escal membuka lembaran kosong dari Buku Rencananya dan mulai menuliskan sesuatu. Beberapa informasi yang ia dapatkan dari hasil pengintaiannya malam tadi.
“Pantas saja mereka tidak khawatir dengan penjagaan pintu masuk, ternyata mereka sudah menugaskan anjing ganas untuk menjaganya..”
Escal melihat ke atas sambil memain-mainkan pensilnya setelah menulis sesuatu, “.. Kurasa tidak hanya satu, ini merepotkan..”
Escal memikirkan sosok misterius yang mengawasinya dari atas menara tadi malam. Beruntung sistem memberikan peringatan saat ada sesuatu yang mengancam.
Memang High Human tidak bisa di remehkan, perbedaan Manusia biasa dan sudah berevolusi sangat jauh, bahkan antara Human Level 15 dan High Human Level 1 tetap sulit untuk dimenangkan kecuali ada Skill yang memadai.
Untuk Escal sendiri, dia yakin masih bisa menang melawan High Human itu. Tetapi berbeda lagi ceritanya jika ada lebih dari Satu High Human yang mungkin akan datang membantu jika rekannya tengah terdesak.
Bukan hanya kerepotan, Escal menduga presentase keberhasilannya lebih rendah dari lima belas persen.
Meski dirinya kuat, Escal tak merasa di atas angin hanya karena itu. Sebab dia tahu, merasa bangga ketika sampai di puncak adalah sebuah kebodohan.
Dia butuh rencana juga strategi yang bagus, menguntungkan dirinya di dunia asli juga di Misi Sistem.
“Lebih dari itu, di mana Komandan Loyd? Harusnya dia datang sekarang.”
Escal menutup buku dengan pelan, sedikit mengerutkan keningnya ketika mengatakan hal itu karena sejak satu Minggu yang lalu Loyd mulai mengajarinya, tidak satu detik pun dia terlambat.
Justru datang lebih pagi. Tetapi kali ini, Escal masih belum di kabari oleh Liliane tentang kedatangan Loyd.
“Apa ada sesuatu?”
Salah satu alis Escal terangkat, sesaat kemudian dia menutup buku dan menyimpannya. Segera beranjak keluar ruangan, dan turun ke lantai bawah.
Escal pergi ke halaman belakang, melihat Liliane tengah belajar melakukan gerakan pukulan dan tendangan pada sebuah boneka kayu sederhana yang beberapa waktu lalu dibuatkan Escal dengan meminta bantuan Loyd.
“Apa Komandan Loyd belum datang?” Escal bertanya tanpa memanggil Liliane.
Tentu saja Liliane langsung tahu jika pertanyaan itu ditujukan untuk dirinya dan langsung saja dia menghentikan latihannya, lalu berjalan ke arah tempat Escal.
“Belum Tuan, mungkinkah terjadi sesuatu?”
Memegang dagunya seolah berpikir, Escal menjawab.
“Mungkin saja, apa karena para pemberontak itu?”
Liliane memiringkan kepalanya karena tidak mengerti maksud Escal. Menurunkan tangannya, Escal beralih mengelus kepala Liliane.
“Kau lanjutkan latihannya, aku akan pergi ke luar.” Perintah Escal yang segera langsung di jawab anggukan Liliane.
“Baik Tuan!”
Begitulah, Escal langsung pergi ke Biro Informasi Kerajaan untuk mencari Loyd atau paling tidak mendapatkan informasi tentang alasan Loyd yang tidak datang untuk mengajarnya seperti biasanya.
Melihat sekeliling, Escal menyadari jika tempat itu lebih ramai dari biasanya. Ramai oleh prajurit, dan juga Warrior.
“Kurasa karena Sub Misi semalam, mereka ke sini.”
Pikir Escal saat melihat-lihat jika banyak Warrior tengah berada di Biro Informasi Kerajaan. Sementara untuk para Prajurit, Escal berpikir jika mereka datang sebagai bantuan yang di kirim kerajaan.
“Ah Tuan Escal, ada yang bisa saya bantu?”
Nick langsung menyapa Escal, begitu dia tiba di meja resepsionis. Langsung saja Escal mengatakan tujuannya datang terkait keberadaan Komandan Loyd.
“Saya pernah mendengar jika anda belajar beladiri dari Komandan Loyd, ternyata itu benar. Tetapi sepertinya hari ini beliau tidak bisa datang,”
“Kenapa?”
“Pagi ini beliau ada rapat, dan nanti akan menyusun strategi untuk.. anda tahu?” Nick tak langsung mengatakannya.
Sepertinya dia cukup cerdik agar beberapa orang yang belum mengetahuinya, tetap tidak mengetahui. Tetapi Escal yang semalam baru saja mengintai markas pemberontak, tentu mengetahui hal ini.
Escal mengangguk, “Penaklukan Tambang Emerlin, kurasa?”
.......
Jika kalian menyukai cerita ini mohon beri apresiasi berupa like komen vote untuk mendukung Author^_^