
"BOM!"
Di sela-sela pertarungan antara Barrey dan Max, dinding benteng tiba-tiba hancur dengan keras. Debu yang mengepul menghalangi pandangan sekitar, sebelum orang-orang terkejut dengan sesuatu yang muncul.
Bentuk Naga dengan warna biru kristal, tidak terlalu besar tetapi cukup memberikan intimidasi kuat. Escal menggunakan jurus Pamungkasnya, Spear of Hydra.
"Graoohh!"
Naga itu mengaum seperti memiliki kesadaran, lalu mulai menyerang kelompok musuh. Hal itu membuat moral para prajurit menjadi naik, merasa bantuan besar itu akan semakin mempercepat pertarungan.
Di sisi lain, Escal terengah-engah dengan tubuhnya terciprat darah dari Veron yang baru saja dia tikam tepat di jantung bersamaan dengan menggunakan Explosive Slash untuk meledakkannya.
“Selesai!”
Escal menarik pedangnya yang tertancap pada tubuh Veron yang tubuhnya berlubang di area dada dan mati.
Mengibaskan pedangnya dan menyarungkannya kembali, Escal menatap sisi tembok benteng yang runtuh karena menggunakan Spear of Hydra. Menatap Mini Hydra Es yang menyerang di luar, Escal beralih pada layar sistem didepannya.
..._____...
...Anda Naik Level! Berevolusi menjadi High Human! Stamina dan Mana di perbarui!...
...Anda yang pertama menjadi High Human di antara para Warrior dan Rebellion Star! Gelar di peroleh!...
...---...
Escal tak langsung mengeceknya, karena dia masih memiliki misi walau salah satu halangan sudah di atasi. Masih tersisa satu lagi High Human, sementara Mini Hydra juga memiliki batas waktu.
Walau dia senang terhadap peningkatan, Escal tak cukup bodoh untuk langsung terlena dalam situasi ini.
Mungkin Stamina dan Mana miliknya kembali pulih juga bertambah, tetapi mentalnya tidak semudah itu pulih. Memusatkan fokus dan konsentrasi benar-benar menguras mental.
Beruntung dia bisa memberi pukulan telak di detik-detik terakhir, dan menang melawan Veron
"Prank!"
Sebuah suara dari benda pecah mengejutkannya, segera dia melesat ke sumber suara. Dari dalam ruangan, orang-orang berteriak.
Begitu membuka pintu, kobaran api menyambar Escal. Pandangannya jatuh pada orang di luar jeruji besi, salah satu pihak musuh yang sepertinya dikendalikan oleh hipnotis.
“Eternal Ice Control.”
Escal mengarahkan tangannya pada api yang mulai menjalar, sehingga Api itu padam dengan mudah tanpa melelehkan sedikitpun Es dari Skill Escal.
Segera Escal juga melumpuhkan penjaga itu, memukul belakang kepalanya untuk membuatnya pingsan.
“Dengan begini, misi akan selesai.” Escal berjalan ke jeruji besi yang terkunci dan hendak membukanya.
Tetapi pandangannya langsung mengarah pada pintu masuk yang kemudian terbuka dengan keras. Melihat orang di luar yang nampak terengah-engah, Escal kembali pada pekerjaannya.
“Terlambat.” Escal berkata dengan acuh tak acuh, dan membuka penjara.
Zhale melihatnya dengan senyum masam, “Kurasa memang akan sulit.. mengejarmu.”
"Klang!"
Pintu penjara terbuka, dan banyak orang langsung berhamburan keluar. Mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada Escal, kecuali satu orang. Pemuda berambut hitam dan mata merah, dia justru sibuk sendiri mencari perlengkapannya.
“Saya Viscount Aldean Salmo benar-benar berterima kasih pada penyelamat.”
Mendengar ucapan tulus dari pria paruh baya yang adalah Viscount Salmo, sudut bibir Escal sedikit berkedut mendengar dirinya kembali di panggil Penyelamat.
“Terserahlah, intinya ini sudah selesai dan sepertinya dugaanku benar.”
“Kalau begitu, ikuti aku dan kita keluar dari sini.” Escal hendak memandu jalan, tetapi pemuda bermata merah tadi sudah langsung mendahuluinya.
“Minggir!” Katanya dengan kasar, kemudian segera keluar.
“Dasar tidak punya sopan santun, apa-apaan dia itu!” Zhale merasa geram dan mengutuk, Escal hanya diam sebelum kembali membuka mulutnya.
“Tak usah pedulikan, cepat kita Evakuasi tempat ini.” Escal sama sekali tak terpancing, kemudian kembali pada tujuannya.
Begitu keluar dari Benteng, pemandangan mengerikan menyambut semua orang. Darah menggenang di mana-mana bersama dengan mayat atau potongan tubuh, bahkan ada seseorang yang langsung memuntahkan isi perutnya ketika melihat pemandangan ini.
“Kau bawa mereka ke tempat aman, aku akan membantu pasukan.”
Tak menunggu jawaban Zhale, Escal langsung pergi dengan cepat menggunakan Speed Up karena masih ada satu masalah yang belum terselesaikan.
“Akan ku bunuh kalian! Keparat!!”
Max mengamuk di tengah-tengah kepungan para Komandan, setelah mengetahui jika Veron mati dia benar-benar menjadi menggila dan tidak peduli dengan serangannya mengarah ke mana.
“Diam kau sialan! Kali ini aku tidak akan kalah!” Pemuda yang sebelumnya di keluarkan Escal dari penjara, langsung menerjang ke arah Max.
Memberikan sebuah pukulan tepat di perutnya, Max terpental dan menabrak dinding hingga terbentuk kepulan asap. Beberapa orang cukup terkejut melihat hal tersebut, karena ukuran tubuh keduanya yang berbeda.
“Boleh juga, tapi sifatnya benar-benar tak terkendali.” Escal diam-diam menilai pemuda tersebut.
Namun tidak sampai di sana, kejadian berikutnya membuat orang-orang tak percaya. Max yang sudah berlumuran darah, kembali bangkit dengan aura yang berbeda.
Semakin kuat dan kejam, angin juga berhembus kencang di sekelilingnya. Tubuhnya mulai membengkak dengan otot menonjol, kemudian terlapisi oleh kulit keras berwarna hitam.
Kulitnya berubah menjadi keabu-biruan, tubuhnya membesar dua kali lipat, sayap dan tanduk hitam mengerikan tiba-tiba muncul dengan aura jahat yang kuat.
“Itu..” Loyd tak percaya dengan yang dilihatnya, sementara semua orang menjadi semakin fokus.
Julius yang pertama kali menanggapi, “Forbidden Technique - Mana Reverse Art. Tidak aku sangka bisa melihatnya kembali di sini,”
Max melesat dengan cepat, bahkan hampir tak terlihat oleh mata. Memukul mundur Pemuda yang tadi menyerangnya, menabrak dinding dengan keras seperti yang tadi dilakukan pada Max.
“Ini tidak baik.” Escal berdecak pelan, mengeluarkan Rock Tiger Sword dari sarungnya. Dia kembali akan bertarung.
..._____...
...Pasif Skill Terpicu!...
...[Shadow Future di aktifkan!]...
...---...
.......