
Escal melepas genggamannya ketika Zhale menarik tangannya. Sangat kebetulan mereka berdua bertemu dalam keadaan yang hampir sama.
“Dia benar-benar kuat!”
Zhale diam-diam memuji Escal karena keterampilan dan refleknya yang begitu bagus, apalagi dia sama sekali tidak kesulitan menghalau serangan pukulan juga tendangan darinya.
“Kebetulan sekali kita bertemu, bagaimana kalau-?!”
“Urus urusanmu sendiri, kita berpisah.”
Tanpa mendengarkan basa-basi Zhale yang juga sebenarnya ingin melanjutkan jalannya bersama Escal, pria dingin itu sudah menyela dan kemudian meninggalkannya tanpa sempat beraksi.
Zhale membuka mulutnya dan melakukan beberapa gerakan konyol tanpa bersuara. Seberapa kesalnya dia dengan Escal, mengundang pasukan musuh sama sekali tidak diperlukan.
“Dia ini, kurasa jika aku jatuh dari tebing pun dia hanya akan melihat saja tanpa menolong. Sudahlah! Fokus pada misimu Zhale,”
Zhale menyemangati diri sendiri, kemudian kembali bergerak ke arah yang berlawanan dengan Escal untuk mencari informasi dan petunjuk di sela-sela pertarungan sengit antara kedua belah pihak.
Menggunakan Speed Up, Escal tidak membutuhkan waktu lama untuk mengecek beberapa ruangan yang ada di dalam benteng.
"Cklek! Swosh!"
Sesuatu terjadi ketika Escal memijak lantai yang terhubung dengan jebakan, panah melesat dengan cepat hampir menembus kepalanya. Untungnya dia dengan cepat menghindar sehingga hanya pipinya saja yang sedikit lecet.
“Jebakan, berarti ini arah yang benar.”
Escal mengamati lantai sejenak, kemudian menghela nafas dan memusatkan semua fokus inderanya.
Escal mulai melangkahkan kakinya dengan hati-hati, namun juga cepat ke beberapa lantai yang menurutnya tidak terhubung dengan jebakan.
Mengejutkannya, semua yang ia pijak sangat tepat kecuali yang pertama. Escal berhasil lulus dari lantai penuh jebakan itu, dan kembali melanjutkan jalannya.
Escal mengehentikan langkahnya di depan sebuah lorong yang memiliki sedikit penerangan. Bukan karena takut gelap, tetapi pemberitahuan sistem tentang seseorang yang mengawasinya lah yang membuatnya berhenti.
“Kurasa itu High Human sebelumnya.”
Escal mengamati sebentar, sebelum mengarahkan pandangannya pada salah satu sisi gelap.
“Mau sampai kapan kau akan bersembunyi seperti pengecut?” Escal menggunakan teknik provokasi.
Sesaat, tidak ada sesuatu yang terjadi. Namun suara tepukan tangan terdengar setelahnya, diiringi oleh seorang pria berpakaian serba hitam dengan kain yang menutupi bagian bawah wajahnya, Veron.
Mata Zamrud nya menyala seperti Ular yang menemukan mangsa, sebuah senyuman tipis terukir di bibirnya tanpa ada yang mengetahuinya.
“Mengesankan bagi seseorang yang belum berevolusi memiliki insting dan kekuatan seperti ini, apakah sekuat kelihatannya?”
Escal langsung melesat ke arah Veron, menjawab ucapannya dengan sebuah pukulan kuat karena belum ingin menunjukkan pedangnya.
"BAM!"
Angin kejut berhembus ketika pukulan Escal di tahan oleh Veron, kekuatan High Human memang tidak bisa di anggap remeh. Sementara tangannya di tahan, Escal memutar tubuhnya untuk melakukan tendangan samping.
Veron terdorong beberapa langkah dan melepaskan tangan Escal, namun itu belum cukup untuk melukainya. Dia mengibaskan tangannya yang tadi digunakan untuk menangkis.
“Wah, kalau begitu aku tidak akan main-main.”
Bayangan keduanya berkedip di tempat, dan muncul tiba-tiba dengan gelombang kejut yang dahsyat ketika senjata keduanya bertemu. Sama-sama terdorong mundur, namun Escal tahu jika dirinya lebih buruk.
Sekali lagi, Escal dan Veron melesat juga saling melontarkan serangan. Keduanya terus bertahan, menangkis, dan menyerang di dalam lorong yang sempit.
Tentunya Escal yang lebih dulu kelelahan, dia memiliki beberapa goresan luka di tubuhnya dan penampilannya cukup buruk.
Meminum kembali Mana dan Stamina Potion, Escal berdecak sejenak sebelum kembali menyerang Veron.
Kali ini dia lebih memperhatikan arah serangan, dan meminimalisir kerugian yang akan ia dapatkan.
"Zrash!"
Tebasan vertikal mengenai dada Veron, darah merah keluar dari luka tersebut yang cukup dalam. Veron terlihat masih tenang, bahkan entah kenapa luka di dadanya terlihat seperti kembali menutup.
Escal tak bisa menyembunyikan keterkejutannya, tetapi dia segera merubah ekspresinya dan meningkatkan fokusnya.
“Terkejut? Ini adalah kekuatan High Human dengan Binatang Suci yang digabungkan. Julukan ku adalah, Regenerating Poison Snake.”
Escal tak mempedulikan ucapan Veron, dia kembali menyerang. Kali ini dia benar-benar harus fokus dan mengerahkan semua yang ia bisa, termasuk beberapa Skill Knight dan Elemen Es miliknya.
...___...
...[Konsentrasi dan Fokus berada di tingkat tinggi! Pasif Skill Baru Terpicu!]...
...[Future Shadows]...
...Hanya aktif ketika pengguna berada dalam pertarungan yang tidak seimbang dan kekuatan musuh diatas pengguna....
^^^Efek: - Menaikkan Kekuatan sebesar 10 %^^^
...- Dapat melihat simulasi gerakan lawan...
...- Peluang menghindari serangan semakin baik [Auto Reflex]...
...---...
Layar sistem tiba-tiba muncul di depannya, segera dia menghilangkan notifikasi tersebut. Namun Veron sudah mengarahkan belatinya yang terselimuti racun mematikan di depan Escal.
"Swosh!"
Dengan lihai Escal menghindar ke belakang dan memberikan serangan balik dengan pedang di tangannya.
Perasaannya tadi benar-benar seperti di luar kendalinya. Dia juga merasa kekuatannya menjadi lebih besar walau tidak signifikan. Escal tersenyum tipis dengan matanya yang berkilat dingin.
“Dengan begini, akan lebih cepat berakhir.”
Escal mulai melesat kembali ke arah Veron yang juga maju dengan Belati yang siap di kedua tangannya. Pertarungan masih belum selesai.
.......