Not A Hero

Not A Hero
Eps. 06 - Biro Informasi Kerajaan



“Silahkan, tanda tangan di sini dan rumah itu menjadi milik anda.” Nick memberikan sebuah pena pada Escal, dan menunjuk salah satu bagian di pojok kiri bawah untuk di tanda tangani.


Setelah beberapa perbincangan yang cukup panjang, di tambah pengurusan masalah pembelian rumah dan penyewaan tanah, Escal akhirnya membeli rumah sederhana yang cukup dekat dengan hutan.


Bukan Hutan Brownhood yang adalah Hutan terbesar di Kerajaan yang menjadi tempat awalnya datang di dunia ini.


Melainkan Hutan Woodley yang hanya sebuah hutan kecil biasa dan tak terlalu mematikan. Tetapi tak menutup kemungkinan, jika di dalam Hutan itu ada Monster Kuat yang tengah bersemayam dalam diam.


Untuk rumah yang ia beli dan tanah yang ia sewa, Escal menghabiskan 47 Koin Emas.


Di tambah lagi koin emas untuk membayar makanan di kedai makan, tas kecil yang sempat ia beli dengan dua belati, juga yang diberikan pada orang yang mengejar Liliane.


Escal masih memiliki 25 Koin Emas yang tersisa. Sebenarnya sudah terhitung cukup banyak, karena Koin Emas adalah mata uang umum yang paling besar di Benua Barat.


Sebenarnya ada Mata Uang Unik di dunia Vixcell, yaitu Platinum dan Batu Alrit.


Tetapi itu lebih jarang di gunakan lagi, karena untuk mata uang platinum yang berbentuk seperti lempengan tembaga tipis berwarna biru agak transparan memiliki penukaran Emas sebesar 10.000 Koin Emas.


Tentu saja jarang ada yang memilikinya, pastinya hanya orang-orang tertentu saja yang mempunyai Mata Uang Platinum.


Sementara Batu Alrit, itu lebih jarang lagi. Bukan karena nilai penukarannya yang melebihi Platinum, tetapi cara mendapatkannya yang memang sulit.


Bentuknya seperti bongkahan kristal kecil berwarna keunguan, dan di dalamnya memiliki esensi mana yang bisa di serap. Hal itulah yang membuat Batu Alrit lebih langka.


Biasanya orang-orang menggunakannya dalam sebuah pertaruhan, atau Barter.


Lalu di nilai penukaran yang lebih rendah dari Koin Emas adalah Koin Perak dan kemudian Perunggu, dengan setiap kelipatannya adalah seratus.


Sebenarnya Escal tidak berniat menumpuk kekayaan, tetapi Uang tetaplah salah satu hal yang di butuhkan dalam kehidupan. Sekarang pun dia memiliki tambahan baru untuk si urus, yaitu Liliane.


Selesai menandatangi sertifikat rumah dan hak penyewaan tanah selama satu bulan, Nick memberikan stempel kerajaan yang terlihat seperti Lambang Burung Griffin.


Escal memasukkan beberapa dokumen itu ke dalam tas kecil yang sebelumnya ia beli.


“Terima kasih atas kunjungannya, jika ada keperluan lagi silahkan datang kembali ke Biro Informasi Kerajaan.” Nick sedikit membungkukkan badan, sekedar formalitas untuk para tamu.


Escal mengangguk, lalu hendak beranjak. Tetapi ketika dia baru saja akan mulai melangkahkan kakinya, dia terhenti karena melihat catatan dalam kertas kecil yang tertempel di Papan Misi Kerajaan.


“Aku akan mengambil Misi itu,” Escal menunjuk ke arah kertas kecil itu.


Nick mengarahkan pandangannya di mana Escal menempatkan jari telunjuknya, dan sedikit terbelalak.


“Anda yakin? Itu..” Nick nampak ragu untuk memberikan misi tersebut pada Escal setelah mengetahui isinya.


Escal tak menghiraukan respon Nick, sementara Liliane merasa bingung karena dia belum bisa membaca. Pada akhirnya Nick pasrah dengan Misi yang di ambil Escal, dan mengurus masalah tentang pengambilan misi.


Setelah dia menyelesaikan dokumen misi atas nama Escal yang akan mengerjakannya, dia mencabut kertas kecil itu dan memberikannya pada Escal.


Escal memasukkannya ke dalam Tas, dan berjalan pergi bersama Liliane setelah mengucapkan terima kasih.


“Kali ini kita akan kemana, Tuan?” Liliane memandang ke arah Escal, saat ini dia sudah tidak segugup sebelumnya dan mendapatkan keberanian lebih.


Tanpa memalingkan wajahnya, Escal menjawab.


“Rumah yang baru saja aku beli, kita akan tinggal di sana.” Singkat Escal tanpa berhenti berjalan.


Liliane mengangguk walau Escal tidak memperhatikan ke arahnya. Dia mulai perlahan bisa mengetahui sedikit karakter Escal yang terlihat dingin dan kejam itu.


Tak butuh waktu lama, keduanya sampai di sebuah bangunan rumah sederhana yang cukup besar dengan dua lantai beserta keseluruhan warnanya adalah coklat tua dan coklat muda yang dibangun tak jauh dari Hutan Woodley.


Escal mengeluarkan Kunci dari dalam tas yang ia bawa, kemudian berjalan mendekati pintu untuk membukanya.


"Cklak!"


Pintu terbuka, Escal langsung memasuki rumah itu diikuti dengan Liliane.


Walau terlihat cukup sederhana dan tidak mencolok, tetapi rumah itu terasa nyaman untuk di singgahi. Beberapa perabotan juga sudah tersedia di sana seperti sofa, tempat tidur, dan khususnya peralatan dapur.


Sedikit berdebu memang karena Kebersihan BIK hanya akan membersihkan rumah-rumah yang belum di jual seminggu sekali.


Kebetulan Escal membelinya saat rumah tersebut belum di bersihkan, jadi wajar saja jika cukup berdebu.


“Tunjukkan sedikit kegunaan mu, dan bersihkan tempat ini. Aku akan di kamar beberapa waktu.”


Escal berkata datar, kemudian berjalan menuju tangga ke lantai atas setelah memerintah Liliane.


“Baik, Tuan!” Liliane langsung menjawab dan tidak mengajukan protes sama sekali.


Mungkin Escal memang agak keterlaluan, tetapi dia juga bukan orang baik yang dengan senang hatinya mau mengurus anak kecil tanpa bayaran.


Baginya, Pion tidak penting dan tidak berguna lebih baik di singkirkan daripada membuat repot kedepannya.


Jadi meski dalam hati dia masih memiliki kepedulian, Escal tetap akan mengambil beberapa keuntungan dari orang yang ia pedulikan.


.......