
“Sampai jumpa lain kali.”
Alfredo melambaikan tangannya kemudian pergi menghilang dari pandangan Escal. Masih menatap arah kepergian Alfredo, Escal kemudian memalingkan wajahnya dan pergi.
Informasi yang ia dapatkan kebanyakan tentang desas-desus pengkhianatan Viscount Salmo dan Operasi para Pemberontak yang beraktivitas di wilayah Pertambangan Emerlin.
..._____...
...Informasi Untuk Para Warrior!...
Sebuah panel sistem tiba-tiba muncul di depan Escal ketika dia tengah berjalan dengan santai menuju rumah.
Beberapa orang juga terlihat berhenti seperti dirinya. Escal melirik beberapa dari mereka sesaat, kemudian pergi dari tempat itu dan memutuskan untuk membukanya ketika tiba di rumah.
Meskipun sesama Warrior, perihal pengkhianatan dan perebutan kekuasaan untuk menjadi Pahlawan tetap memiliki presentase tinggi akan terjadi.
Lagipula siapa yang tahu, Monster seperti apa yang sebenarnya tersembunyi dalam hati orang-orang yang berkedok sebagai manusia itu.
Bahkan terkadang manusia sendiripun, tidak memiliki kemanusiaan.
.........
“Jadi ini lokasi tambang yang menjadi pusat para Pemberontak.”
Seorang pemuda berjubah hitam dengan tudung, berdiri tegak di depan sebuah benteng tinggi yang di bangun tepat di depan lokasi Pertambangan Emerlin.
“Hei! Siapa itu?!”
Salah seorang penjaga yang tengah berpatroli dari atas benteng langsung memasang sikap waspada dan bersiap. Ekspresi pemuda itu tetap tak berubah meski dia ketahuan, bahkan sudut bibirnya sedikit terangkat membuat senyuman tipis.
“Lightning Dash.”
Percikan listrik merah beberapa kali muncul di sekitar kaki Pemuda tersebut, sebelum sosoknya dengan cepat melesat ke arah Penjaga yang berada di ketinggian tujuh meter itu dengan mudah.
Penjaga yang terkejut dan tidak siap dengan serangan pemuda tadi, harus meregang nyawa dengan kepala dan tubuh yang terpisah setelah di tebas menggunakan belati.
“Ku pikir ini akan mudah,”
Memandang mayat penjaga itu, pemuda tersebut merasa jika misi yang diberikan oleh sistem tak sesulit yang ia duga. Segera sebelum sebuah suara dingin terdengar tepat di samping telinganya.
“Hanya tikus kecil, begitu bangga setelah membunuh serangga huh?”
Mendengarnya, pemuda itu hendak berbalik dan menyerang. Namun sebuah pukulan kuat langsung dilayangkan dan mendarat tepat di pipinya.
“Ugh!”
Pemuda itu terlempar beberapa meter, tetapi masih dapat mendarat dengan baik. Meludahkan darah dari mulutnya ke samping, pemuda itu memegang erat belati di tangannya yang ia posisikan di depan.
“Sial, siapa dia? Aku sama sekali tidak merasakan hawa keberadaannya,”
Pemuda itu memutar keras otaknya, menatap tajam ke arah seorang pria kekar berpakaian serba hitam dengan bagian wajah bawahnya yang di tutupi oleh sebuah kain hitam.
Tak mengatakan apapun, Pemuda itu bergerak dengan cepat menggunakan Skill Lightning Dashnya ke arah pria di depannya yang masih berdiri dengan santai.
Pemuda itu sedikit mengangkat belatinya, dan kemudian mengayunkannya dengan cepat juga kuat. Memiliki perasaan yakin jika dirinya akan memberikan luka parah pada pria tersebut, apa yang terjadi setelahnya membuat dirinya terkejut.
Hanya dengan dua jari, Pria itu dengan mudahnya meredam serangan si pemuda.
“Heh, apa ini? Menggelitik ku saja tidak, hyaa!”
Pria itu mengayunkan tangannya ke bawah dengan kuat, langsung saja Pemuda itu seolah mendapat tekanan gravitasi yang kuat dan langsung pingsan seketika setelah tubuhnya membentur lantai dengan keras.
Bahkan lantai itu menjadi retak walau terbuat dari bahan-bahan keras seperti batu dan beton.
“Max, harusnya kau lebih lembut sedikit tahu. Benteng ini baru saja di bangun, apa kau berniat menghancurkannya?”
Seorang pria dengan penampilan yang sama meski lebih pendek dari pria kekar yang di panggil Max itu tiba-tiba muncul dari balik bayangan, dan sudah menonton keduanya sejak Pemuda itu menaiki Benteng.
“Ini sudah perlakuan paling lembut, Veron. Untuk penyusup kecil seperti ini, lebih baik menjadi batu loncat untuk Tuan Aemon daripada ku bunuh langsung.”
“Terserah kau saja lah. Ck, sekalian bawa mayat penjaga ini untuk Dizzy dan teman-temannya. Kebetulan aku belum memberi mereka makan.”
“Baiklah,”
Max dengan mudahnya mengangkut tubuh pemuda itu dan meletakkannya di pundak kanan, sementara mayat penjaga yang dibunuhnya di taruh di pundak kiri dengan kepala yang di bawa dengan tangan.
“Rencana Tuan memang sempurna, dengan ini tidak ada yang mengetahui rencananya yang sebenarnya..”
Veron berjalan ke sisi benteng yang gelap, kemudian sosoknya hilang seperti menyatu ke dalam bayang-bayang. Kembali mengintai keadaan benteng, dari tempat yang tidak di ketahui orang-orang.
...----------------...
Duduk di kursi kerjanya, Escal tengah melihat sebuah panel sistem yang ada di depannya. Dia baru sempat membuka notifikasi yang dikirimkan sistem saat malam hari, karena mengerjakan hal lain saat sampai di rumah.
“Sub Misi: Find the Traitor dijalankan, karena Misi kedua akan di perbarui setelah dua Minggu lagi.”
Escal bergumam pelan, meneliti misi yang sistem berikan dan tentunya Escal memiliki hak eksklusif untuk tidak mengerjakannya. Tetapi melihat hadiah yang diberikan, Escal harus memikirkannya dua kali.
Sub Misi: Find the Traitor, sebuah misi tambahan yang dijalankan karena Misi Utama yang baru akan diperbaharui dua Minggu lagi.
Masih menyangkut dengan Rumor tentang para pemberontak yang tiba-tiba menunjukkan aktivitasnya, dan berkaitan dengan Viscount Salmo.
Para Warrior di tugaskan untuk menyelidiki para pemberontak kemudian di laporkan pada pihak kerajaan. Tetapi jika berhasil menghancurkan seluruh operasi mereka, akan mendapatkan hadiah tambahan.
“Lebih baik aku mengobservasi tempatnya dulu,”
Escal menatap keluar jendela, melihat langit malam yang menutupi dunia. Sangat cocok untuk melakukan pengintaian.
.......
Jika kalian menyukai cerita ini mohon beri apresiasi berupa like komen vote untuk mendukung Author Ko^_^