Not A Hero

Not A Hero
Eps. 14 - Tyrant Dragon



“Sepertinya Warrior yang selamat sudah mulai bermunculan.”


Escal menyesap teh dengan tenang, melihat keluar jendela dari lantai dua Kedai Teh Zamrud.


Saat ini dia ada di pusat Kota Viell, berniat mencari informasi yang mungkin saja berguna bagi dirinya. Kebetulan melihat beberapa orang yang berpakaian cukup familiar di matanya.


Dia memiliki beberapa dugaan, tetapi yang paling kuat adalah, orang-orang itu sama seperti dirinya. Di panggil dari dunia yang berbeda, ke dunia kecil ini.


Mengalihkan pandangannya dan kembali menyesap teh, Escal tak terlalu mempedulikan orang-orang itu. Juga tak ada niatan untuk menyapa mereka, karena tidak ada hal yang menguntungkan baginya jika melakukan itu.


Dia justru mengalihkan fokusnya untuk melihat dua Skill baru yang dia miliki saat ini. Dari Skill Bawaan Eternal Ice Control, pada akhirnya Escal memilih Spear of Hydra.


Walau konsumsi mana yang diperlukan cukup banyak, tetapi itu cukup sepadan dengan bantuan yang dapatkan dari Mini Hydra Es selama satu menit.


Sementara Skill Swordsman yang baru, Escal mendapat sebuah Skill bernama 'Explosive Slash'.


Sebuah kemampuan yang ketika di aktifkan, memungkinkan pengguna membuat serangan tebasan yang kemudian meledak dengan damage kuat selama lima belas detik dengan dua ratus lima puluh Poin Mana.


Cooldown pun tak terlalu lama, hanya tiga menit sebelum bisa digunakan kembali.


“Mungkin aku akan menguji kedua kemampuan ini ketika menemukan musuh yang kuat.”


Escal menutup panel layar di depannya, kemudian kembali menyesap Teh dengan tenang sampai habis kemudian membayarnya dan pergi.


Ketika sedang melalui jalanan kota yang ramai, Escal juga melihat-lihat sekeliling. Tidak ada orang yang dia kenali, di antara para Warrior yang pergi ke Kota Viell.


Tetapi, orang-orang langsung saling menghormati dan membantu mereka. Tentu saja karena mereka adalah para Warrior yang memiliki tugas untuk menghentikan Bencana yang akan datang.


Escal sama sekali tidak mempedulikan hal itu. Berbeda dengan orang lain, dia justru ingin menyembunyikan fakta bahwa dia adalah salah satu Warrior untuk menghindari ancaman.


Tentu saja, pikirannya tidak sesederhana orang-orang lain yang senang dan bangga ketika diperlakukan baik hanya karena mereka adalah seorang Warrior.


Hal seperti itu bahkan bisa menjadi ancaman besar, ketika ada orang-orang yang justru berpihak pada Bencana, maka habislah mereka yang tidak memiliki kekuatan dan hanya berkedok sebagai seorang Warrior.


Hal itu sendiri adalah kenyataan. Layaknya di dunia modern orang-orang tetap melakukan kejahatan walau mereka tahu itu perbuatan salah, tak jauh berbeda dengan yang ada di Dunia Vixcell.


Ada juga orang-orang yang justru mendukung Bencana. Mereka yang entah memiliki anggapan untuk menguasai dunia, atau membuat kedamaian dengan cara yang salah.


Sejujurnya Escal tak mempedulikan hal itu, kecuali ada alasan besar yang membuatnya harus bertindak.


Tak menemukan hal yang membuatnya tertarik, Escal memutuskan untuk kembali ke rumah dan bersiap untuk hari esok di mana Loyd akan mengajarinya.


....___....


Pagi hari yang cerah, terdengar suara hitungan dari kamar Escal sejak dini hari.


“999.. 1000..”


Escal tengah melakukan Push Up Satu tangan dengan kedua kaki terangkat, setelah melakukan Sit Up Seribu Lima ratus kali.


Itu adalah kebiasaannya sejak lima tahun lalu, ketika dia masih berumur delapan belas tahun. Bahkan sampai terbawa ke dunia ini, setelah dirinya mati. Hal itu untuk menjaga stamina dan kondisi tubuhnya agar tetap sehat juga bugar, jika sewaktu-waktu terjadi pertarungan tak terduga.


“Tok.. tok.. tok..!”


Suara ketukan pintu terdengar ketika dia tengah dalam hitungan seribu tiga puluh kali.


“Ada apa?” Masih dengan melakukannya, Escal menjawab dengan tenang.


“Tuan Loyd sudah datang dan menunggu Anda di depan rumah, Tuan.”


“Hup!” Escal mengubah posisinya menjadi berdiri, dan kemudian menyeka keringatnya dengan handuk kecil yang tergantung di dinding.


“Aku akan datang, suruh saja dia masuk dan duduk terlebih dahulu.”


“Baik Tuan!”


Langkah kaki yang menjauh pun terdengar setelah jawaban terakhir Liliane. Escal yang saat ini sedang bertelanjang dada, membersihkan dirinya terlebih dahulu karena akan berbincang dengan Loyd. Walaupun nantinya akan tetap kembali berkeringat saat pelatihan di mulai.


“Maaf membuatmu menunggu, Komandan Loyd.” Escal duduk di sofa yang berhadap-hadapan dengan Loyd, seperti biasanya.


Loyd mengibaskan tangannya pelan dengan sebuah senyuman, “Tidak apa-apa, memang aku yang datang cukup pagi.”


Beberapa saat kemudian, Liliane datang untuk menyuguhkan minuman teh pada Escal. Setelah itu kembali ke halaman belakang untuk melanjutkan latihan rutinnya.


“Ngomong-ngomong, Tuan Escal?”


Loyd bertanya dengan sedikit ragu, tetapi dia kemudian mengerahkan keberaniannya untuk bertanya.


“Ya?” Escal menjawab singkat tanpa mengubah ekspresinya.


“Apa anda adalah salah satu anggota Tyrant Drake?”


Escal tidak menjawab selama sesaat, dia bahkan tidak mengetahui apa itu. Sementara Loyd, dia kelihatan salah paham dan ingin buru-buru menjelaskan.


“M-maksud saya tidak seperti itu, saya hanya-!”


“Tidak, aku bukan anggota Tyrant Drake. Aku bahkan tak mengetahui apa yang kau katakan itu.”


Mendengarnya, Loyd tampak lebih lega setelah mengerjap beberapa kali.


“Memangnya kenapa kau bertanya seperti itu? Apa yang membuatmu memiliki dugaan jika aku adalah anggota Tyrant Drake?”


“Itu karena 'lukisan' Naga di tangan kiri anda.”


Loyd berkata sambil melirik ke arah tangan kiri Escal, melihat Tato Naga Timur berwarna hitam yang dikepalanya memiliki bentuk Bintang warna putih.



“Juga, kekuatan dan sikap anda yang begitu tertutup. Saya menjadi berpikir demikian,”


Escal sedikit mengerutkan keningnya, dia belum mengerti apa yang dimaksud oleh Loyd sebagai Tyrant Drake.


“Memangnya, apa itu?”


“Anda tidak tahu? Ya, saya sendiri belum pernah melihatnya langsung. Tetapi ada rumor beredar tentang Tyrant Drake beberapa tahun ini.”


Tyrant Drake, dari penjelasan Loyd merupakan sebuah Organisasi Pembunuh Bayaran paling di takuti di seluruh Vixcell karena kekuatan dan kekejamannya.


Konon, kekuatan paling rendah dari anggota Tyrant Drake adalah High Human Level Dua dan diketuai oleh seseorang yang sudah mencapai Demi God.


Walau itu hanya rumor, tetapi banyak yang mempercayai hal itu karena setiap pihak yang ditargetkan oleh Tyrant Drake kebanyakan memiliki identitas tidak biasa dengan dukungan kuat. Hanya mementingkan misi, tidak peduli ada orang lain yang melihatnya.


Asal orang itu tidak mengganggu keberlangsungan misi mereka, Tyrant Drake tidak akan bertindak.


Oleh karena itu, beberapa orang yang pernah melihatnya menyebarkan rumor tentang Organisasi yang selalu memberi tanda dengan darah korban ketika selesai membunuh itu.


Juga tanda para anggota Tyrant Drake adalah, memiliki 'lukisan' atau Tato Naga di tangannya.


Mungkin hal itu juga membuktikan, bisa saja ketua Tyrant Drake benar-benar seorang Demi God karena membiarkan orang-orang menyebarkan rumor tentang mereka tanpa takut ancaman dari pihak manapun.


Walau menggabungkan kekuatan, seorang Demi God dan puluhan High Human tetap tidak bisa di anggap hal kecil.


“Sudahlah, bagaimana kalau sekarang kita mulai latihannya?”


Escal menanggapi pertanyaan Loyd dengan sebuah anggukan, karena begitulah tujuan awal pertemuan keduanya.


Tetapi Escal juga perlu mempersiapkan sesuatu, barang kali nantinya dia akan bersinggungan dengan Tyrant Drake karena Tato Naga di tangan kirinya yang memang sudah ada sejak dia menjadi Pembunuh Bayaran di dunianya yang dulu.


Kebetulan julukannya sedikit mirip dengan kelompok pembunuh itu, Tyrant Dragon.


.......