Not A Hero

Not A Hero
Eps. 07 - Leveling



...___...


Beberapa hari yang lalu, Komandan Loyd bersama pasukannya yang berjumlah sekitar 20 orang dikirim ke Daerah Hutan Woodley bagian Utara untuk melihat 'Gate' yang tiba-tiba muncul. Namun sampai saat ini belum kembali.


Misi [A+]: Investigasi tempat tersebut dan Cari tahu keadaan Komandan Loyd bersama pasukannya. Tidak perlu laporan lengkap, kejelasan saja!


Hadiah:


- Kontribusi Besar pada Kerajaan


- Hadiah dari Kerajaan


- Skill Swordsman baru!


...---...


Escal melihat layar di depannya setelah sistem memproses misi yang dia ambil di BIK tadi.


“Gate..” Escal bergumam pelan.


Sedikit yang dia tahu dengan maksud Gate atau Gerbang. Kurang lebih itu seperti Dungeon jika dalam permainan video game. Dikategorikan dari S lalu A dan turun kebawah lagi sampai D dengan plus atau minus jika kemungkinan kurang atau mendekati tingkat selanjutnya.


Di huni berbagai macam Monster yang berbeda di setiap Gate, walau beberapa memiliki jenis yang sama.


Hadiah yang di cantumkan sebenarnya sangat menggiurkan, walau dalam catatan misi asli tidak menyematkan jika ada tambahan Skill Swordsman baru. Itu hanya adaptasi sistem dari misi yang di ambil Escal.


“Tidak ada batas waktu, setidaknya aku akan menaikkan sedikit levelku karena ini Misi Tingkat A+ dengan Medan yang tak di ketahui.”


Escal menaruh kertas catatan itu di dalam laci meja kecil yang ada di kamarnya. Kemudian mengambil kembali Caliver yang sempat dia taruh di atas Meja, dan membawa belati yang sebelumnya ia beli.


Berjaga-jaga juga, Escal mengenakan tas kosong jika nanti ada hal yang ingin dia bawa kembali dari hutan.


“Apa Liliane masih membersihkan rumah? Mungkin aku akan menyuruhnya beristirahat sejenak, karena tubuhnya juga masih anak-anak. Akan merepotkan jika nanti dia sakit,” Pikir Escal dalam hatinya.


Namun ketika dia tiba di lantai bawah, angan-angannya tentang Liliane yang tengah kelelahan dan kesulitan membersihkan rumah menjadi hancur.


Bukan hanya bersih, itu bahkan terlihat seperti mengkilap dan rapi.


“Tuan, anda ingin ke mana?” Liliane tiba-tiba muncul dari ruangan dapur, dan terlihat masih baik-baik saja tanpa setetes pun keringat.


Escal berdeham sekali, tidak menyangka akan hal tersebut bisa dilakukan oleh anak yang usianya bahkan kurang dari sepuluh tahun.


“Ada sesuatu yang ingin ku kerjakan dan mungkin baru pulang malam nanti atau besok.” Escal melemparkan sekeping koin emas pada Liliane, langsung saja ia menangkapnya dengan cepat.


“Beli saja makanan dengan itu saat aku tidak kembali. Makan saja, dan jagalah rumah ini selama aku pergi. Juga..”


Escal berjalan mendekati Liliane dan menyerahkan sebuah belati. Liliane mengambilnya tanpa ragu.


“Tikam saja semua orang yang masuk ke sini tanpa izin, mengerti?”


Liliane mengangguk paham, “Mengerti Tuan!”


“Bagus.” Escal berjalan menuju pintu keluar dan membukanya, lalu pergi.


Inilah alasan dia membeli rumah yang dekat dengan Hutan, untuk menaikkan level dan berburu. Misi yang dia ambil juga cukup dekat karena tempatnya ada di bagian Timur Hutan.


“Manaku bertambah 750 Poin, cukup bagus. Mari kita cari mangsa pertama yang cocok untuk ku bunuh.”


Escal mulai mempertajam inderanya untuk mencari Monster atau Binatang Buas yang bisa dia jadikan sebagai pijakan untuk menaikkan level, seperti Silver Horned Wolf terakhir kali.


......................


"Zrash!"


"Graaaghh!"


Escal memberikan serangan terakhir pada Rock Sword Tiger dengan menggunakan Skill Strong Slash miliknya yang sudah meningkat sampai level ke empat.


'Prank!'


Bilah pedang Escal yang tak lain adalah Caliver tiba-tiba hancur berkeping-keping setelah berhasil menjatuhkan Rock Sword Tiger.


“Cih, aku butuh pedang yang lebih kuat.” Escal melemparkan gagang pedang yang sudah tidak memiliki bilah.


Setelah pertarungannya sampai sore ini, Durability dari Caliver sudah habis karena Monster yang dilawan Escal semakin lama semakin kuat dan tidak sanggup mengimbangi Skillnya yang digunakan pada Pedang tersebut.


Walau itu hanya Teknik Dasar, tetapi kekuatan tebasan nya melebihi rata-rata pada umumnya. Bahkan Rock Sword Tiger yang terkenal memiliki kulit keras bagai batu bisa dia tebas sampai terpenggal, hanya dengan Skill Strong Slash.


“Setidaknya Gigi Taring dari Binatang ini bisa di buat menjadi senjata baru.” Escal memasukkan Rock Sword Tiger ke dalam Penyimpanan Sistemnya.


Dan karena Escal sudah menjadi Human Level Tujuh, ada beberapa fitur Sistem yang di perbarui termasuk Penyimpanannya yang sekarang memiliki 20 Slot.


Tujuh Belas Slot sudah dia gunakan untuk menyimpan beberapa Item yang akan dia bawa kembali. Sementara item-item kecil seperti tanaman dan barang-barang mudah di bawa, dia masukkan ke dalam Tas yang dia kenakan.


Menatap langit yang hampir gelap, Escal memutuskan untuk kembali. Bukan hanya karena Binatang Buas dan Monster yang akan lebih agresif di malam hari, tetapi sekarang dia sudah tidak memiliki senjata lagi.


Escal tidak ingin bertemu dengan Monster dan Binatang Buas yang lebih kuat untuk saat ini, karena menghadapi Rock Sword Tiger saja dia sudah cukup kesulitan.


Langsung saja Escal menggunakan Speed Up yang sudah meningkat untuk bergerak dengan cepat kembali ke rumah.


"Cklak! Cklak!"


Pintu di kunci dari dalam, Escal kemudian mengetuknya beberapa kali.


“Siapa?” Terdengar suara dari dalam. Escal langsung menjawabnya, “Ini aku.”


“Tuan, anda sudah kembali!”


Langsung saja Liliane membukakan pintu untuk Escal, dengan wajah ceria menyambut kepulangannya.


“Selamat datang kembali, Tuan!” Sambut Liliane dengan senyuman, Escal tertegun sejenak.


Senyum tipis terukir di bibirnya, “Ya, aku pulang.”


Escal berucap dengan ekspresi dan nada yang sedikit melembut. Sudah lama dia tidak mendapat sambutan hangat saat pulang, karena sebelumnya dia hanya sendirian.


Mendapat sambutan hangat walau dari seorang anak kecil seperti itu, tetap saja membuat hatinya sedikit menghangat.


.......