
"BRAK!" Frank memukul meja dengan keras, wajahnya memerah karena marah pada Escal.
“Lancang! Apa kau tidak takut di hukum mati?!” Teriaknya pada Escal.
“Tenang, tolong tenang Frank. Muridku tidak bermaksud seperti itu,” Loyd membela.
Harold pun juga begitu, “Sifatnya memang begitu, tolong maklumi saja Frank.”
Melihat Loyd dan Harold membela Escal, Frank pun hanya bisa diam dan kembali duduk dengan rasa enggan. Seperti meraih kemenangan, Escal tersenyum tipis.
“Haih, mengenai pertanyaan Escal kami memang sudah selesai Rapat dengan beberapa pihak lain. Sementara ini, hanya sebuah diskusi antar teman lama.”
Loyd menjelaskan pada Escal dengan tersenyum, Frank masih menampilkan wajah enggan dan kesal, sementara Harold juga Julius terlihat biasa-biasa saja. Escal mengangguk mendengarkan penjelasan Loyd, sudut bibirnya sedikit terangkat.
“Apa kalian percaya jika Viscount Salmo yang melakukan pemberontakan?” Escal tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang cukup membuat semua orang di tempat itu menjadi terkejut.
“Sebenarnya kami juga hanya melakukan perintah, cukup janggal Viscount Salmo yang dikenal baik dan adil di kalangan rakyat melakukan semua itu.“
Escal melirik Harold yang menjawab pertanyaannya, “Perintah? Dari Kerajaan? Siapa yang mengirimnya?”
“Benar, di suratnya juga tertera jika Pangeran Ketiga yang menemukan gerak-gerik pemberontakan Viscount Salmo.”
Escal mengangguk ringan, “Ini menjelaskan semuanya, ternyata maksud misi seperti ini.”
“Sebelum kalian bergerak, lebih baik pikirkan ini terlebih dahulu dengan baik dan teliti.” Escal menyilangkan tangannya dengan percaya diri.
Frank mendengus, “Memangnya kau tahu apa? Ini perintah dari Kerajaan dan Pangeran Ketiga, Aemon Alven Aireest yang terkenal lembut juga pintar setelah pangeran pertama. Tentu tidak mungkin salah!”
Escal menatap Frank dengan tatapan tajam dan sedikit meremehkan, dia menggelengkan kepala pelan seperti menyayangkan sesuatu.
“Tuan Frank, ya? Harusnya setelah menjalani kehidupan yang cukup panjang, kau tahu jika kita tidak boleh menilai buku hanya dari sampulnya.”
“Apa maksudmu?” Frank mengernyitkan keningnya, sedikit marah walau tidak mengetahui maksud Escal.
“Tidak ada perumpamaan seperti itu di sini? Mengejutkan,”
Escal menaikkan bahunya, “Seseorang yang terlihat seperti malaikat, belum tentu hatinya juga demikian. Menilai seseorang hanya dari luar, itu adalah sebuah kebodohan.”
“Kau! Maksudmu kau mengatakan jika aku bodoh?!” Escal tidak terprovokasi dengan Frank, dia justru tersenyum tipis.
“Aku tidak mengatakan demikian, tapi jika anda sendiri yang merasa tersinggung. Apa boleh buat,” Escal mengatakannya tanpa sedikitpun merasa bersalah.
Wajah Frank semakin merah, dia benar-benar marah dengan Escal dan hendak menyerangnya. Segera Julius dan yang lainnya menghentikan keduanya.
“Sudah! Cukup! Frank, tahanlah emosimu dia hanya seorang pemuda! Dan Escal, tolong jangan memancing dengan hal yang tidak perlu. Katakan saja apa maksudmu!”
“Baiklah, kalau begitu tolong dengarkan.”
Escal membuka mulutnya, dan beberapa saat kemudian semua orang yang ada di ruangan itu terdiam, karena ucapan Escal benar-benar sangat masuk akal.
...........
Malam harinya, Benteng Tambang Emerlin dalam keadaan biasa-biasa saja sebelum suara terompet dan lonceng terdengar beriringan dengan sangat keras dari atas kedua menara.
“Serangan! Semua di posisi!” Teriak penjaga yang berpatroli.
Sementara dari arah berlawanan, banyak pasukan berkuda dengan peralatan lengkap yang di pimpin oleh empat komandan datang dengan gagahnya untuk menaklukkan Benteng.
Sebenarnya banyak pihak yang tidak hadir, pasukan itu hanya setengahnya saja. Itu karena rencana dan dugaan yang dikatakan Escal siang tadi, keempat Komandan menjadi tergesa-gesa untuk melakukan penyerbuan.
Sementara pihak lain yang ikut rapat tidak mengetahui rencana dadakan ini, karena Escal menduga salah satu atau beberapa dari mereka adalah mata-mata.
Sebab yang menjadi dalang semua ini, kemungkinan besar adalah dari Anggota Kerajaan, Pangeran Ketiga Aemon Alven Aireest yang memberikan perintah penangkapan.
Jika menunda banyak waktu lagi, musuh akan lebih dulu membuat persiapan yang lebih matang. Belum lagi jika ada pengkhianatan dari sekutu, itu tidak akan menguntungkan pertempuran dan sedikit kemungkinan kemenangan yang dapat di capai.
...----------------...
Siang tadi di ruang kepala cabang, ketika Escal berkumpul bersama empat komandan.
“Dalang dibalik pemberontak ini kemungkinan adalah, Pangeran Ketiga.” Escal berkata dengan yakin.
.......