
**** ***** *****
Aku baru saja selesai mandi,ku hempas kan tubuh ku begitu saja di depan sofa di ruang tamu apartemen ku.
Lelah sekali hari,
seharian di kampus dan bekerja membuat ku kelelahan.
Tapi semua nya harus ku lalui,
Hidup hanya sebatang kara menuntut ku banting tulang untuk bertahan hidup.
Tangan ku meraih remote tv yang berada di atas meja.
Jam dinding menunjukkan pukul 08.00 malam saat ini.
Ku nyalakan televisi yang berada di hadapan ku.
Mencoba mencari Chanel TV yang mungkin sesuai dengan selera ku.
Tapi tak ada yang menarik untuk ku tonton.
membosankan...
Lalu baru saja aku hendak mengambil ponsel ku di meja, tiba-tiba saja ponsel ku berbunyi.
Sontak saja membuat ku terkejut dan dengan cepat menjawab panggilan yang masuk di ponsel ku tanpa sempat ku baca siapa yang ada di layar ponsel ku itu.
"Halo....," jawab ku menunggu beberapa detik balasan dari sebrang sana.
"Aku di depan pintu apartemen mu, cepat lah...." sahut nya.
"Zi...Ziyo,," Ucap ku terbata.
Sambungan telepon pun terputus, lalu aku berjalan menuju pintu keluar.
Tak lama kemudian pintu pun aku buka,
ku lihat sosok tampan yang beberapa hari ini mengganggu pikiran ku.
Pria yang aku rindukan ada di hadapan ku.
Jantung ku berdegup tak karuan.
Dia tersenyum kepada ku,
"Aku kangen kamu," tutur Ziyo menghambur masuk kemudian duduk di sofa dengan cepat.
Ziyo menyenderkan tubuhnya di sofa.
Masih dengan posisi berdiri menghadap nya, aku melihat nanar pria yang sudah membuat ku jatuh hati pada nya.
Kami saling menatap, lalu tak lama kemudian tanganku di tarik oleh tangan nya.
Brukk
Tubuh ku mendarat sukses di dada nya,
kini aku berada di pangkuan nya.
Jantung ku bekerja dua kali lebih keras seperti biasa nya.
Hingga tiba-tiba saja Ziyo mencium bibir ku dengan cepat.
******* bibir ku sangat dalam, aku membalas apa yang Ziyo lakukan pada bibir ku.
Setiap desahan yang keluar dari bibir ku membuat nafsu Ziyo semakin memburu.
Tanpa sadar pakaian atas ku sudah lepas di tubuh ku.
Hingga tiba-tiba Ziyo menyudahi ciuman nya, dia menangkup pipi ku dengan kedua tangan nya.
kemudian menatap mataku sesaat lalu bibir nya mencium kening ku.
Ada rasa nyaman di hati ku,
lalu Ziyo membenamkan kepala nya di dada ku, tangan nya memeluk ku erat.
ku usap lembut rambut nya,kemudian kami saling berpelukan.
" Malam ini aku tidur dengan mu...,"
"Aku capek kalau harus pulang ke rumah ku,"
sambung nya lagi.
Aku hanya menganggukan kepala ku.
Karena tanpa meminta persetujuan dari ku pun dia akan tetap bermalam disini.
"Sehabis pekerjaan ku selesai, aku langsung pulang menemui mu."
"Badan ku lengket, aku ingin meminjam kamar mandi ku," sahut nya lagi.
Ziyo pergi ke kamar mandi, sementara aku pergi ke dapur membuat kan kopi untuk nya.
Selesai mandi Ziyo pergi keluar menuju parkiran yang ada di basemen apartemen untuk membawa baju ganti yang ia simpan di mobil nya.
Setelah kembali Ziyo mengganti baju nya kemudian duduk di sofa sambil menikmati secangkir kopi yang aku sedia kan.
Aku rebah kan kepala ku di pangkuan Ziyo sambil menonton tv.
Ziyo mengusap-usap rambut ku.
Hingga tanpa terasa rasa kantuk ku datang,
Aku berdiri dengan malas,
"Zi..ngantuk tidur yuk," Ajak ku manja.
"Ayok..." jawab nya singkat kemudian berjalan mengikuti ku.
Kami tidur dalam ranjang yang sama,
Ziyo melingkar kan tangan nya di perut ku.
***ini sangat nyaman sekali ***...