
*******
Setelah selesai berdandan dengan cantiknya dan bersiap-siap untuk pergi check up ke rumah sakit, aku pun menunggu Ziyo datang menjemput. Sedikit mengusir kejenuhan aku duduk di sofa ruang tv. Kemudian ku ambil remote tv yang ada di depan meja.
Iseng-iseng ku ganti channel tv ku ke acara gosip yang biasa tayang setiap siang hari.
Dalam hati aku berharap hubungan pura-pura antara Ziyo dan Bella tak se viral bulan lalu.
Aku berharap berita tentang mereka buru-buru tenggelam dan tergantikan oleh berita-berita dari artis lainnya.
Tapi saat aku hendak mengambil minuman di dapur, baru saja aku berdiri dan akan melangkah tiba-tiba saja nama Ziyo dan Bella di sebut oleh host acara tersebut.
Penasaran....ku hentikan saja langkah ku untuk mengambil minuman lalu ku dudukan kembali tubuh ku di sofa.
Dalam berita itu, lagi-lagi di beritakan tentang hubungan Ziyo dan Bella yang makin intens dan terlihat kompak.
Aku semakin muak di buat nya, apalagi saat mereka sedang di wawancara terlihat Bella sedang bergelayut manja di lengan Ziyo.
Dalam hati, ku coba menyangkal jika mereka sedang berakting layak nya sepasang kekasih. Tapi, jauh di lubuk hati ku yang lain kecurigaan dan ketidakpercayaan ku muncul bersamaan.
Bella bisa saja terlihat senatural itu bermanja-manja dengan Ziyo karena yang aku rasakan Bella sungguh mempunyai rasa yang lebih untuk Ziyo. Sedangkan Ziyo?
Apa saat ini perasaan Ziyo telah berubah untuk Bella? Apa mungkin di belakang ku mereka benar-benar mempunyai hubungan spesial???
Kalimat-kalimat itu terus saja berlarian di otak ku hingga tak kusadari acara tersebut sudah berakhir dan di gantikan oleh serial tv lain nya.
Aku terhanyut oleh lamunan ku. Tak bisa ku sangkal jika itu memang tengah terjadi.
Ziyo seperti orang lain kini.
Aku melihat ke arah jam dinding di sudut atas, ku lihat jam sudah menunjukkan pukul 3 siang, tapi tak ku lihat tanda-tanda kedatangan Ziyo.
Ku coba menghubungi ponsel nya, tapi tak ada jawaban dari nya. Beberapa kali ku coba hubungi lagi-lagi tak ada jawaban juga.
Dalam pikiran ku tiba-tiba saja ku ingat bahwa tayangan tadi adalah siaran langsung yang artinya Ziyo memang sedang bersama Bella saat ini.
Ku rasakan kepala ku berdenyut di buat nya.
Aku merasa marah dan juga cemburu.
Bayangan-bayangan mereka sedang bermesraan tiba-tiba saja tersimpan di otak ku.
Hingga akhirnya ku putuskan untuk menghubungi Gery,
📞
Gery : Hallo Nat...ada apa?
Me : Ger...Ziyo kok ga jawab tlp gua sih?
Gery : Ziyo lagi ada pemotretan...
sama Bella( dengan nada ragu-ragu)
Me : ( menghela nafas) pantes ga jawab
Gery : emang kenapa Nat'?
Me : Ziyo mau anter gua check up ke
rumah sakit, jadi kan?
Gery : Gua liat dulu kelar nya kapan ya Nat'
Soalnya baru mulai banget ini.
Gua juga bakal kasih tau Ziyo kalo 'lo
barusan tlp pas Ziyo break ya.
Me : ok..thanks ya Ger'
Ponsel pun ku matikan, lalu dengan nafas yang berat ku atur nafas ku yang terasa memburu. Ku kontrol emosi ku. Aku tak ingin gegabah walaupun rasa kecewa apalagi curiga kian muncul di permukaan.
*********
Sementara di lokasi pemotretan, tampak Ziyo dan Bella yang tengah bersiap-siap.
Ziyo terlihat kesal, dia pergi ke dalam ruangan karena tak ingin di wawancara dengan Bella.
Gery yang dari tadi membuntuti nya kemudian bertanya kepada Ziyo,
"Zi, gua minta jaga mood, 'lo lagi kerja ini profesional dikit lah."
"Gua males ya Ger' kalo harus wawancara gosip gitu. Apalagi ini sama Bella. Males gua kalo konsep tentang hubungan gw yang harus keliatan intens sama dia." jawab Ziyo kesal.
" Ya ga gitu juga kali Zi'...Lo bisa pura-pura gimana kek ga maen pergi gitu aja."
"Lo sendiri liat kan tadi gimana si Bella gelendotan sama gua. tar ya ada kalo Natasha liat tayangan tadi bisa-bisa marah lagi."
"Baru nyadar Lo sekarang 'Zi...kalo si Bella suka beneran sama 'lo?"
Ziyo langsung terdiam, di ingat nya ucapan Natasha yang berkali-kali mengingat kan akan Bella yang sudah mempunyai perasaan yang lebih padanya. Yang selalu Ziyo tepis karena baginya Bella adalah sahabat bagi nya.
Tapi ternyata permainan Bella cukup licik dengan berpura-pura di depan media untuk menjadi "pacarnya".
Ziyo merasa kecolongan, hingga ia terjebak oleh permainan nya sendiri.
Ziyo seperti tak bisa terlepas dari Bella yang kini makin mengikat nya dengan tawaran-tawaran pekerjaan dari luar yang mengharuskan mereka menjadi pasangan.
Seperti saat ini, pemotretan pun di mulai.
Tampak Ziyo dan Bella berada di dalam nya, dengan konsep couple yang romantis mereka dituntut dengan gerakan dan gestur tubuh yang saling mendekat.
Bella???
Tentu saja gestur tubuh yang manja dan mesra ia lakukan se natural mungkin karena kenyataan nya Bella sangat menyukai Ziyo.
Dan untuk bisa bermesraan dengan Ziyo adalah keinginan tertingginya.
Sedangkan Ziyo????
Tampak nya Ziyo kikuk dengan arahan yang di berikan oleh sang fotografer.
Apalagi saat Ziyo menyadari bahwa Bella ternyata mempunyai perasaan lebih yang Bella sembunyikan di balik topeng persahabatan mereka yang ternyata palsu.
Tampak sang fotografer dan juga bos agensi mereka terdengar berteriak-teriak terhadap Ziyo. Mereka kurang puas oleh ekspresi Ziyo yang terlihat kaku dan merasa risih.
"Gimana sih kalian, katanya kalian pacaran.
Tapi disuruh mesra-mesraan kaku banget." ucap sang bos.
Mendengar itu Bella merasa terancam, Bella tak ingin media tau kalau ternyata hubungan mereka ternyata palsu.
Bella tak ingin semua drama ini berakhir, drama yang sudah ia dan mama nya rancang dengan rapi agar Ziyo masuk ke dalam permainan nya.
Hingga Bella berbisik pada Ziyo,
"Ayo dong Zi' fokus! Apa salahnya sih mesra dikit sama aku?"
Ziyo semakin muak mendengar nya, ingin dia membalas nya tapi dia sadar jika Bella cukup licik. Maka Ziyo hanya diam tak membalas.
Apalagi Ziyo ingat kalau hari ini ia berjanji akan menemani Natasha ke dokter.
Setidaknya pekerjaan ini harus segera selesai, tapi ternyata harus Break berkali-kali.
Ziyo berjalan ke ruang ganti menghampiri Gery yang sedang duduk di sofa.
Gery melirik ke arah Ziyo tetapi pandangan mata nya masih fokus pada ponsel nya.
"Natasha tadi tlp, katanya 'lo jadi mau anterin dia check up?"
"Iya lah...gua ga mau bikin dia kecewa terus.
Makanya gua mau pemotretan ini cepet selesai, bodo amat lah kalo harus mesra-mesraan dikit sama si Bella. Yang penting cepet kelar biar gua bisa balik buru-buru jemput Natasha."
Sementara di luar pintu tampak Bella sedang menguping pembicaraan anatara Ziyo dan Gery. Bella tersenyum licik mendengar nya.
********
😘❤️✌️💜