Natasha

Natasha
Media...



************


Hari ini tidak seperti hari-hari kemarin, aku begitu bersemangat untuk memulai aktivitas hari ini.


Karena hari ini, tepat 2 Minggu Ziyo berada di kota lain untuk pekerjaan nya. Dengan kata lain, hari ini semua kegiatan Ziyo di sana selesai, Ziyo akan pulang. Ya...makanya sejak semalam aku begitu antusias menantikan kepulangan pujaan hati ku.


Dari mulai membuka mata ku sunggingkan senyuman di wajah ku, berharap agar aku mendapatkan senyuman sepanjang hari ini.


Hari ini kuputuskan untuk bermalas-malasan saja di rumah, kebetulan aku libur kuliah.


Sambil menunggu kapan Ziyo kembali kesini aku kembali merebah kan tubuh ku di sofa ruang tamu ku.


Dengan malas aku lahap sarapan pagi ku yang hanya sepotong roti coklat dan segelas kopi kesukaan ku.


Aku kemudian meraih ponsel ku, kulihat pesan ku belum ada balasan dari Ziyo.


Masih ceklis dua tanpa tanda biru.


berarti masih belum di baca dari tadi, gumamku.


lalu kuputuskan untuk menghubungi Gery saja untuk kepastian nya.


Tak ada salah nya kan memastikan kapan kepulangan pacar ku pada Gery, dia kan manager nya.


Tut... Tut... Tut...


"Hallo...." jawab nya.


"Sorry ganggu Ger' Ziyo mana ya?bisa ngomong ga?dari tadi hubungi hp nya gadi bales nih!" tanya ku pada Gery.


"Ohh itu Nat kebetulan Ziyo sama yang lain udah nyampe bandara, " jelasnya.


"Berati siang ini nyampe sini dong ya?" seru ku lagi.


"Iya Nat' 'lo mau jemput disana?"pinta nya.


"okay deh, tolong bilang aja sama Ziyo ya, thanks Ger'," ucap ku lalu ponsel ku matikan.


Aku pun langsung saja berdiri dan melangkahkan kaki ku ke kamar mandi.


Begitu antusias mendengar bahwa Ziyo sebentar lagi akan tiba di sini.


Aku segera membersihkan tubuh ku, tak butuh waktu lama aku mandi.


Ku pilih pakaian yang terbaik untuk menyambut kepulangan pacar ku.


Tak lupa ku rias wajah ku secantik mungkin, selama 2 pekan tidak berjumpa ku ingin memberi kesan yang menarik berharap Ziyo terus merasa jatuh cinta tiap kali melihat ku.


Setelah semua nya sempurna, aku bersiap menuju bandara.


Tak lupa ku hubungi supir pribadi Ziyo untuk menjemput ku di apartemen.


Sehingga kami bisa pulang bersama-sama.


Butuh waktu 30 menit menunggu, akhirnya sang supir pun datang.


Mungkin karena sedikit macet, biasanya hanya sekitar 20 menitan waktunya.


Itu pun yang aku khawatir kan sekarang, aku takut nantinya terlambat sampai bandara.


Dan benar saja, kami sudah tertahan disini selama 40 menit tetapi jalanan masih saja macet. Aku mulai gelisah, ku putuskan saja untuk menghubungi Ziyo, tapi lagi-lagi ponsel tidak bisa di hubungi.


Aku hanya bisa menghela nafas, kenapa semua nya tidak seperti yang di bayangkan, sesal ku kemudian.


Tak lama ada pesan masuk ke ponsel ku.


💌


Gery : Nat, masih dmn?


Me : sedikit lagi nyampe, tapi macet banget


nih....🤔


Gery : puter balik aja Nat' soalnya kita ada


planning dadakan buat ke kantor mana-


gemen jadi 'lo langsung kesana aja ya!


Me : oh gitu, trus Ziyo?


Gery : ada sedikit masalah disini jadi nya ga


bisa bales. Sorry ya Nat.


Me :okey, gpp...


Aku sedikit heran dengan situasi yang sama sekali tidak bersahabat ini.


Seperti nya semua yang aku harapkan berjalan seiring keinginan otak ku.


Nyata nya, baru saja setengah hari semuanya terasa berbeda dari yang ku bayangkan.


Dan lagi Ziyo kenapa? tidak seperti biasanya.


Lagi-lagi Gery lah yang membalas pesan atau pun telepon dari ku.


Di tambah dengan kemacetan hari ini, yang membuat semua rencana ku tak berjalan sempurna.


Aku harap tidak ada sesuatu hal yang buruk yang akan terjadi.


Tapi hati dan pikiran ku seolah berkata lain, sangat bertentangan dengan apa yang aku katakan.


Aku mengkhawatirkan sesuatu, seperti ada hal yang akan menjatuhkan hati ku yang bahagia.


semoga hanya perasaan ku saja Tuhan, ucap ku dalam hati.


Tapi setidaknya, perjalanan menuju kantor manajemen Ziyo tak semacet perjalanan ke bandara tadi.


Aku sedikit lega melihat nya, lalu 5 menit kemudian kami tiba di depan kantor manajemen. Dari kejauhan ku lihat di depan kantor sudah ramai dengan para awak media.


Mereka masih setia di halaman kantor, mungkin sedang memburu berita-berita para artis manajemen ini.


Ku lihat Gery sedang berdiri di ujung halaman, seperti resah menunggu.


Apa sedang menunggu ku?pikirku.


Lalu kuputuskan saja untuk berhenti di depan Gery. Karena jujur saja, aku tak berani melewati segerombolan awak media.


Tingkat kepercayaan diri ku tak setinggi itu.


Gery melihat mobil yang aku tumpangi, sebelum berhenti tepat di hadapan Gery, terlihat dia menghampiri lalu membuka kan pintu mobilnya untukku.


Tapi ada kejanggalan dari Gery, seperti sedang merasa cemas Gery menggandeng tangan ku tanpa basa-basi.


Aku jelas saja heran, aku masih saja menatap wajah nya sambil terus berjalan beriringan berharap tatapan mata ku bisa mewakili segala macam pertanyaanku. Dan seperti nya Gery menyadari itu, lalu,


" Kali ini gua harap kerjasama nya Nat',"


" Gua janji bakal jelasin semuanya."


" Sekarang please! ikutin gua dulu."


Tanpa menjawab aku pun hanya terdiam mengikuti arah langkah nya.


Kami berjalan ke arah belakang gedung, tanpa melewati para awak media itu.


Kami menuju pintu masuk dari arah samping,


langkah Gery terasa panik aku merasakan itu.


Seperti orang yang takut ketahuan.


Ada apa ini, mengapa seperti nya aku di sembunyikan, ucap ku dalam hati.


Sesampai nya di lantai 2, ada sebuah pintu di ujung ruangan.


Langkah Gery mulai melambat tidak sepanik tadi, aku mulai merasa lega karena aku pun menjadi ikut was-was.


Masih diam tanpa bicara aku langkah kan kaki ku menuju pintu masuk ruangan itu, ku lihat orang yang aku cintai yang aku rindukan selama 2 Minggu ini sedang duduk di sofa.


Melihat kedatangan ku, dia langsung berdiri lalu tersenyum manis sekali kepada ku.


Melihat nya aku seperti berada di taman berbunga, hati ku sangat bahagia menahan kerinduan yang dalam pada kekasih ku.


Tanpa di sadari kami mulai sama-sama mendekat, tubuh kami menyatu dalam pelukan melepaskan semua kerinduan yang tertahan selama ini.


Ziyo menghujani pipi ku dengan ciuman, tapi aku masih enggan melepaskan pelukan ini.


Hingga suara Gery terdengar...


"Ehmm...kangen-kangenan nya udahan dulu kali," sahut nya.


"Natasha butuh penjelasan nya sekarang Zi"


sambung nya lagi.


Seketika ku lepaskan pelukan ku, sadar akan kata-kata Gery tadi.


Aku hanya menatap tak mengerti melihat Ziyo.


Tiba-tiba saja perasaan tak enak muncul, kejanggalan dari tadi pagi Ziyo tak membalas chat ataupun telepon ku. Lalu tiba-tiba saja kami harus menuju kantor manajemen.


Belum lagi sejak kedatangan ku ke kantor manajemen yang seolah-olah di sembunyikan keberadaan nya oleh Gery.


***ada apa ini....batinku bergejolak.


Aku yakin ada hal yang akan membuat hati ku sesak.


Perasaan ini terus saja bergetar tapi lama-lama merasa perih*.


**********


Ada apa ya dengan Natasha dan Ziyo...


penasaran guys???


💜🙏❤️🤗**