
***********
Aku mencoba mengikuti alur cerita ini, apa salah jika orang yang ku cintai bahkan selalu meyakinkan aku tentang semua ini.
Bahkan jika aku bicara tentang cinta, bukankah cinta memang selalu membutuhkan sebuah pengorbanan???
Jika memang benar, anggaplah semua yang saat ini terjadi adalah salah satu bentuk pengorbanan cinta ku pada Ziyo.
Aku mencoba berdamai dengan keadaan ini, jika emosi yang terus menguasai hati dan pikiran ku, aku yakin apa yang aku genggam aku hilang dengan mudah.
Ku coba ikut bersandiwara, ku yakin kan hati ini untuk tidak terlihat hancur dan lemah di hadapan Bella.
Ya, Bella...
Seperti saat ini, kami dengan tidak sengaja bertemu di sebuah restoran saat makan siang.
Tentu saja, aku sedang bersama ketiga sahabat ku, kebetulan hari ini kami memutuskan untuk jalan-jalan menghibur diriku, Ku yakin Vina sudah menceritakan semua nya pada Ayu dan Ladya kemarin.
Aku pun tau, kalau hari ini Ziyo dan Bella pergi bersama untuk promo film baru nya di beberapa mall. Karena tadi pagi, Ziyo meminta izin padaku.
Saat kami sedang melihat-lihat menu makan, tiba-tiba saja, Ayu menyenggol-nyenggol tangan ku lalu mata nya memberi kode padaku untuk melihat kearah pintu masuk restoran.
Deg...untuk beberapa saat kurasakan hati seolah sakit dan jantung ini berdebar kencang. Tapi saat ku ingat tekad ku semalam untuk terlihat biasa saja di depan Bella, seketika ku sunggingkan senyum ku.
Seolah biasa saja.
Ziyo dan Bella berjalan mencari tempat duduk yang cocok untuk mereka tempati,
mereka belum menyadari akan keberadaan ku.
Ku lihat tak ada perlakuan istimewa layak nya sepasang kekasih, seketika hati ku senang walau tanpa sepengetahuan ku, perlakuan Ziyo tak se romantis dan se mesra saat dengan ku.
Hingga saat Ziyo duduk di hadapan Bella, pandangan mata Ziyo berkeliling seolah mencari pelayan restoran. Tiba-tiba saja, pandangan kami beradu, selama beberapa detik kami saling memandang.
Kulihat Ziyo sedikit terkejut melihat keberadaan ku di sini, sedangkan aku berusaha santai seolah biasa saja.
Ziyo langsung saja berdiri, tapi tak lama kulihat Bella menarik Ziyo seperti nya Bella bertanya Ziyo akan kemana.
Ziyo menunjuk kepada ku, aku pura-pura saja tak melihat kearah mereka.
Hingga tanpa kusadari, tangan nya sudah memeluk ku dari belakang. ku toleh kan kepala ku ke samping, kemudian Ziyo mencium bibir ku kilas.
"sayang...," ucap nya kemudian duduk di samping ku.
Ku cium kedua pipi Ziyo sambil tersenyum ceria,
yaa ...ternyata aku cukup pandai untuk berakting😄.
"Aku gabung disini aja ya!" pinta nya sambil melirik kearah teman-teman ku.
Tapi tak lama ku lihat Gery dan 2 orang lain nya terlihat berjalan masuk kedalam restoran.
Jika tak salah, salah satu dari orang itu adalah mama nya Bella.
"yang, kok diem aja liatin siapa sih," tanya nya pada ku sambil terus memeluk pinggang ku.
Aku hanya tersenyum, dan mengarahkan dagu ku sebagai kode kearah tempat duduk yang di tempati oleh Bella.
Terlihat Ziyo kecewa, lalu aku berkata,
"katanya kan lagi pura-pura pacaran, masa iya pacar nya di tinggal disana trus kamu nya malah peluk-peluk in cewe lain. nanti aku di bilang pelakor sama netizen lagi," sindir ku.
Teman-teman ku hanya tertawa mendengar sindiran ku, Ziyo masih saja memeluk pinggang ku erat.
"Udah ah yang, lepasin tangan nya peluk-peluk mulu tar ketauan mama nya Bella loh," ucap ku lagi sambil tersenyum sangat manis pada Ziyo.
"yang jangan gitu kenapa!" jawab nya sambil cemberut.
Lalu tangan Ziyo melepaskan pelukan di pinggang ku, ku lihat tangan nya bergerak ke arah saku celana sebelah kanan nya untuk mengambil ponsel. Lalu mengangkat panggilan telepon itu tanpa berbicara satu kata pun. Ekspresi wajah nya kembali datar saat pertama masuk kedalam restoran ini, kemudian Ziyo pamit untuk kembali ke tempat duduk yang sebelum nya.
Sambil mengelus lembut rambut ku Ziyo pamit karena Gery menyuruh nya cepat kembali ke meja itu, demi menyukseskan sandiwara mereka.
Sebelum berjalan kearah sana, tak lupa Ziyo mencium bibir ku dan bergabung bersama dengan mereka.
Ku lanjutkan makan siang ku dengan malas dan kembali membahas obrolan-obrolan di selingi oleh gurauan receh Ayu yang selalu membuat suasana di antara kami menghangat.
Sambil sesekali ku arahkan pandangan ku kearah Ziyo, di meja itu tampak sedang menikmati makanan sambil berbincang-bincang. Ziyo sekarang terlihat duduk di samping Bella tapi ku lihat Ziyo hanya fokus pada ponsel nya seperti tidak tertarik sama sekali berada diantara mereka.
Bella terlihat asyik dengan obrolan nya, sesekali dia tertawa dan mencoba untuk bersentuhan dengan Ziyo seperti seolah ingin berbagi suap tapi di tolak nya oleh Ziyo.
Hingga terdengar nada pesan masuk di ponsel ku, sambil menyimak obrolan dengan teman-teman ku lihat layar ponsel ku mencari tau siapa yang mengirim pesan pada ku.
Aku tersenyum ketika nama Ziyo tertera di layar.
💌
Ziyo : ❤️❤️❤️
Sengaja tak ku balas pesan nya dan ku lanjut kan santapan ku.
Lalu ku alih kan kembali pandangan ku ke arah Ziyo, ku lihat Ziyo sedang menatap ku sambil memberi ku kode.
Dengan gerakan mulut tanpa suara aku berkata "apa" pada Ziyo.
Lalu ada pesan lagi dari Ziyo.
💌
Ziyo : sayang bales dong!!!
Me : ❤️❤️❤️❤️❤️
Ziyo : curang ah kok banyakan kamu???
Ziyo :❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Aku hanya membaca dan tersenyum melihat pesan dari Ziyo tanpa berniat membalas nya lagi. Kemudian kami saling pandang lagi, dari sini ku berikan ciuman jauh untuk nya.
Ziyo tersenyum kepada ku, dan kusadari Bella melihat semua yang kami lakukan.
Wajah nya diam, terlihat sekali perubahan dari wajahnya itu.
Sekali lagi aku tersenyum menang melihat Bella kalah telak hari ini.
Tak lama kami memutuskan untuk keluar dari restoran karena sudah lebih satu jam kami menghabiskan waktu untuk makan sambil menikmati suasana dalam restoran.
Saat aku melewati meja yang di tempati oleh Ziyo dan lainnya, Gery yang dari awal tidak tau keberadaan ku di dalam restoran menyapa ku.
Mau tak mau ku hampiri mereka, tak lupa aku kembali berakting kali ini.
Ku sapa mereka semua, seperti biasa aku cipika cipiki dengan Gery. Ziyo hanya memandang ku tanpa bisa di artikan.
Hingga tiba-tiba saja wanita yang terlihat cantik keibuan itu bicara,
"Ini kan yang kemaren berdua sama Gery yah?"
"Pasti pacar nya Gery nih," lanjut nya.
"Kenalin Tante dong Ger'!" pinta nya sambil melirik ke arah Gery.
Aku yang hanya bengong kemudian membulat kan mata nya seolah tak menyangka pertanyaan nya tadi.
Pun dengan Ziyo dan Gery yang sama terkejut nya dengan ku.
"Hallo pacar nya Gery...kenalin tante Winda," sapa nya sambil menjulurkan tangan nya kepada ku.
"Hallo...Natasha." Jawab ku.
"Ger' punya pacar cantik kayak begini kok di umpetin sih...nanti-nanti bawa dong biar kalian bisa double date sama Ziyo dan Bella."
Gery dan aku sama-sama tersenyum kikuk, apalagi kulihat Ziyo yang terlihat mengeraskan rahang nya.
"Iya boleh tuh mah, besok-besok kita double date biar rame ya,"
"Dasar Bella sialan..."gumam ku dalam hati.
Ku ingat kembali tekad ku untuk terlihat biasa saja di hadapan nya, kali ini akan ku ikuti permainan nya.
"Okey, siapa takut," jawab ku sambil tersenyum mengarah pada Bella dan juga Gery.
Mereka berdua membalas senyuman ku, Gery yang tersenyum bingung dengan keadaan tak terduga ini, Bella tersenyum penuh kelicikan, sedangkan Ziyo semakin terlihat guratan kemarahan di wajah nya.
Sedang kan aku??? Aku hanya ingin tau drama apalagi yang akan di lakukan Bella selain mengikuti nya dengan perlahan.
**********