
******* ********
Pagi nya saat aku aku terbangun, ku lihat Ziyo sudah tak ada di atas ranjang.
Masih sangat pagi, aku berjalan malas menuju kamar mandi sekedar menggosok gigi dan mencuci muka ku.
Dari dalam kamar, ku dengar Ziyo sedang mengobrol sambil bercanda.
"siapa pagi buta sudah datang ke sini,"gumam ku.
Ku kering kan wajah ku dengan handuk, lalu rambut ku gulung kan ke atas.
Aku berjalan keluar kamar, ku lihat Ziyo sedang duduk dengan seorang pria di mini bar dapur ku.
Melihat ku datang Ziyo merentang kan tangan kanan nya pada ku seolah siap mendekap ku.
Aku menyambut nya sambil tersenyum.
Tak lupa aku memberi nya morning kiss pada nya.
Masih posisi berdiri dan Ziyo duduk,
"Sayang ini manager aku Gery,"
"Tadi dia aku suruh datang karena hari ini,
ada beberapa jadwal setelah pemotretan,"
Jelas nya pada ku.
Aku dan Gery berjabat tangan.
"Sory nih Nat' pagi-pagi gua udah Dateng gangguin hehe..," katanya.
"Dan kayak nya bakal sering-sering nih gua Dateng sini. Soal nya ada ga mau balik ke rumah nya sendiri Ampe gua sibuk nyari alamat Lo," Sambung nya lagi.
Aku sedikit tak paham.
"Maksud nya?" tanya ku penasaran.
"Tanya aja tuh ma orang nya," tunjuk nya pada Ziyo.
Ziyo tersenyum padaku lalu,
"Mulai hari ini aku bakalan tinggal bareng sama kamu,"
"Lagian kan kamu juga tinggal sendirian,"
"Aku ga mau tiba-tiba ada orang Dateng gangguin kamu,"
Aku jelas saja bingung antara harus senang atau keberatan.
"Ting..gal bareng?" tanya ku terbata.
"Iya sayang," jawab nya sambil berdiri dan menarik tangan ku.
"Udah ikut ke dalam tungguin aku mandi daripada berdua an sama si Gery,"
Tangan ku di tarik nya menuju kamar,
"Tapi aku mau ngopi dulu Zi..." tolak ku.
"Nanti aja ya!" jawab nya singkat dan pintu kamar pun di tutup nya.
*******
Singkat cerita aku pun sama-sama sudah selesai mandi dan ganti baju.
Ziyo masih berada di kamar menunggu ku merias wajah.
Aku keheranan sendiri kenapa Ziyo seperti tak ingin semenit pun melepas pandangan nya dari ku.
Kami pun berjalan ke ruang tamu menemui Gery yang beberapa saat kita tinggal sendiri.
Gery hanya senyum-senyum sendiri melihat kami sudah dalam keadaan rapi.
"Kita sarapan di luar dulu ya..."ucap Gery.
Kami hanya mengangguk, lalu kami semua berjalan meninggalkan apartemen ku menuju parkiran yang ada di basemen.
Kali ini aku dan Ziyo tak memakai mobil yang biasa Ziyo gunakan.
Kami memakai mobil yang lebih besar dengan sopir.
Gery duduk di samping supir, sedang kan aku dan Ziyo duduk di kursi tengah.
Sebelum ke studio untuk pemotretan, kami berhenti di sebuah cafe untuk sarapan.
Tangan Ziyo masih saja menggengam tangan ku, sesekali menatap tajam kepada ku jika kebetulan ada orang lain yang berpapasan dengan kami.
Jika ada yang memanggil nama Ziyo dia langsung aku di rangkul nya.
sebenarnya yang artis tuh siapa sih,kok gua yang risih yang di peluk-peluk, batin ku.
Sesekali aku tertawa mendengar kan obrolan antara Ziyo dan Gery.
Sekilas ku lihat wajah Ziyo yang sedang tertawa, terlihat sangat tampan. Seperti tak ingin ku lepas pandangan ini.
Ziyo pun terlihat berbeda saat ini, kesan dingin dan galak tak ada saat ini.
Mungkin ini sisi lain dari Ziyo yang belum banyak ku ketahui.
Setelah selesai kami pun melanjutkan perjalanan ke studio.
Di mobil ponsel ku berbunyi, ku lihat ada panggilan dari Jimmy.
Dia hanya memberitahuku bahwa semua persiapan sudah oke. Tinggal menunggu kami datang.
Tapi aku sedikit heran kenapa Jimmy tau kalau kami pergi bersama dalam satu mobil.
********
Di studio kami pun berpisah, Ziyo bersiap-siap dengan tim nya untuk sedikit merias rambut dan wajah nya lalu mengganti pakaian.
Sedang kan aku bersama tim ku yang lain menyiapkan hal yang lain nya.
Sesekali pandangan kami bertemu, aku tersipu malu melihat Ziyo tersenyum manis pada ku.
Saat pengambilan gambar, aku pun ikut duduk dengan tim yang lain.
Melihat nya mata ku seolah tak bisa berkedip melihat pria tampan yang kini tinggal satu atap bersama ku.
Aku terpesona olehnya, dari atas rambut sampai ujung kaki nya benar-benar aku menyukai nya.
Saat break sebentar, tiba-tiba saja dari ujung ruangan Ziyo memanggil ku....
"Sayang...duduk sini!" ajak nya pada ku
Semua yang ada di ruangan terdiam, seakan terkejut mendengar Ziyo memanggil ku mesra.
Aku menghampiri Ziyo, orang-orang mulai menggoda kami.
Tapi Ziyo sama sekali tak keberatan, dia malah menikmati di goda oleh yang lain nya.
Terlebih saat aku datang, Ziyo malah menarik ku duduk di pangkuan nya.
Aku bisa apa jika sudah begini menolak pun serasa tak mungkin.
Ku usaha kan aku tak gugup dengan deheman orang-orang.
Ziyo memainkan ponsel nya sebentar, ku lihat Gery dan Jimmy sedang mengobrol dengan akrab nya.
Melihat ku sedang memperhatikan mereka, seolah tau apa yang ku pikirkan Ziyo pun berkata,
"Sebenernya aku, Gery dan Jimmy itu sahabat dari SMA," jelas nya
Aku hanya ber oh ria mendengar nya.
Beberapa menit kemudian pemotretan pun kembali di lakukan sampai selesai.
Aku pun harus kembali ke distro sedang kan Ziyo ada beberapa jadwal yang harus di selesai kan hari ini.
Ku putuskan untuk pergi dengan Jimmy dan lain nya
Tapi Ziyo memaksa ku untuk tetap mengantar ke distro.
Alasan nya Ziyo tidak mau aku di antar sembarang orang kecuali oleh Gery atau Jimmy.
Sedangkan hari itu Jimmy harus ke suatu tempat sebelum ke distro.
Al hasil aku pun terpaksa satu mobil lagi dengan Ziyo.
********
Di ruangan ku aku masih setia di depan laptop ku, mengecek stok barang dan laporan keuangan.
Tak lupa ku selesai kan desain-desain baju ku untuk ku seleksi yang mana saja yang akan aku pilih .
Sambil menyeruput kopi aku sedikit termenung, mengingat-ingat kembali kata-kata Ziyo.
Mereka bersahabat.
Bisa jadi seseorang yang tak henti nya menyuruh Jimmy menjemput ku itu adalah Ziyo.
Lagi-lagi ku sunggingkan senyuman ku.
Banyak sekali kejutan menyenangkan yang Ziyo lakukan kepada ku.
***Bersambung....
Jangan lupa vote nya ya kakak....✌️🙏
*************