Natasha

Natasha
Pacar pura-pura



***********


"Ger' kok pacar nya ga di ajak pulang sekalian?" Tanya mama Bella.


"Iya tan, ini juga mau aku ajak." Jawab Gery.


"Iya kan sayang..."sambung nya lagi sambil tersenyum dan menggandeng tangan ku.


Aku mengangguk kan kepala ku kemudian ku sambut hangat tangan Gery yang yang menggandeng mesra padaku.


Bella tersenyum penuh kemenangan, ia sungguh menduga aku terjebak dalam situasi ini. Tapi tidak dengan Ziyo, dia terlihat marah dan cemburu mengingat sikap nya yang terlalu posesif terhadap ku.


Sayang nya aku pun punya rencana lain.


Ya, sambil menyelam minum air lah. Begitu kira-kira rencana ku.


Disisi lain ku ingin ikut dalam permainan Bella, di sisi lain aku juga sedikit jengkel dengan keputusan yang di ambil oleh Ziyo.


Jadi secara tak langsung, aku ingin membuat Ziyo sedikit cemburu dan juga seberapa besar rasa cinta Ziyo untuk ku.


Kami berjalan keluar dari Mall ini, aku dan Gery sama-sama hanyut dalam peran kami sebagai pacar pura-pura.


Layak nya sepasang kekasih, aku bergelayut manja pada lengan kokoh Gery.


Sesekali ku lirik ke arah Ziyo dan Bella, saat ini ku lihat mereka sedikit mesra tampak Bella memegang lengan Ziyo tapi sekali lagi wajah Ziyo sama sekali tak bersahabat, Ziyo masih sibuk memperhatikan aku dan Gery.


Yes!!!! sorak ku dalam hati😁


Begitu pun di dalam mobil, seperti nya mama Bella memang benar-benar mendukung hubungan pura-pura ku dengan Gery,


entah dia tau kebenaran tentang kami atau tidak yang jelas aku dan Gery di buat nya terus berdekatan.


Ya, karena mobil ini cukup besar. Mama Bella duduk di kursi paling depan bersama lalaki yang ku tau itu adalah asisten nya Bella sedangkan Ziyo dan Bella duduk di kursi tengah penumpang dan tinggal kami duduk di kursi penumpang yang paling belakang.


Jujur saja, aku pun merasa di nomer dua kan oleh Ziyo, tapi apa boleh buat toh aku memang cukup dekat dengan Gery. Jadilah kami terlihat seperti sepasang kekasih.


"Romantis banget sih kalian sampai duduk aja deket-deket an kayak gitu," ucap Bella sambil kepala nya menengok ke belakang.


Kebetulan aku duduk tepat di belakang Bella.


" Liat deh sayang, sampai iri deh aku liatnya,"


sambung nya lagi dan kali ini ditujukan kepada Ziyo.


Aku dan Gery sontak saja terkejut karena merasa tak seperti apa yang dikatakan Bella.


Seperti nya Bella dengan sengaja ingin membuat Ziyo marah.


Aku dan Gery saling memandang tapi kemudian tangan Gery dengan sengaja meraih tangan ku dan membawa kepangkuan nya. Kemudian ku geser sedikit tubuh ku agar sedikit menempel ke tubuh Gery, aku sungguh kesal ternyata Bella lebih licik dari yang ku kira. Dan Ziyo masih sama seperti tadi wajah nya datar dan tak bisa di artikan. Namun aku tau, kali ini Ziyo benar-benar marah pada ku.


Mungkin pada Gery juga.


Hingga tak lama kemudian sampai lah aku di depan apartemen ku, kami berdua turun dan mohon pamit. Tak lupa ku ucapkan terimakasih karena telah bersedia mengantarkan kami pulang.


Lalu Ziyo???


Ziyo jelas saja tidak ikut turun bersama kami, karena sebagai bentuk sopan santun Ziyo pun sama seperti kami akan mengantar pulang pacar pura-pura nya juga.


Tinggal lah kami berdua, berjalan menuju lift yang akan mengantar kami ke lantai atas apartemen ku.


Selama berjalan sampai tiba di dalam apartemen, sama sekali tak ada percakapan di antara kami. Kami ada di pikiran nya masing-masing.


Hingga aku dan Gery sama-sama menjatuhkan tubuh kami untuk di sofa empuk ruangan tv ku.


Ku hempaskan nafas yang terasa begitu berat, sambil menerka-nerka sebenarnya apa yang Bella inginkan dan apa yang Bella rencanakan.


Hingga akhirnya aku mulai membuka percakapan dengan Gery,


"Boleh tuh, agak capek juga nih. Bingung gua mau nya si Bella apa?" jelas nya lagi.


Tuh benar kan! apa yang aku pikirkan sama dengan apa yang Gery pikir.


Sambil membuat 2 cangkir kopi untuk kami, aku pun menjawab.


"Bener banget tuh Ger' ternyata Bella lebih licik dari apa yang gua pikir,"


Aku berjalan sambil membawa 2 gelas kopi menuju sofa tadi, ku lihat Gery sedikit tertegun lalu berkata,


"Berarti selama ini 'lo udah tau Nat kalau Bella suka bahkan punya perasaan lebih sama Ziyo?" todong nya padaku.


"Iya, bahkan gua yakin banget Bella bakal manfaatin projek film ini biar deket sama Ziyo." ucap ku sambil tangan memegang cangkir kopi yang hendak aku nikmati.


"Dan ternyata 'lo lihat kan Ger'! Bahkan Bella bisa ngelakuin lebih dari yang kita kira.


Gery hanya mengangguk-anggukan kepala nya sambil menyeruput nikmat kopi buatan ku. Kemudian berkata,


"Gua sebenernya udah memperingati ini sama Ziyo tapi hasil nya nihil."


"Bella selalu bisa meyakinkan Ziyo kalau kedekatan nya dengan Ziyo tak lebih dari sahabat. Bella bahkan tau segimana cinta nya Ziyo sama 'lo Nat, tapi ya itu tadi Bella berusaha seperti sekedar teman biasa Sam Ziyo,"


Sedikit nya aku paham tentang semua arah pembicaraan ini.


Ziyo memang terlalu loyal jika di hadapkan oleh satu kata yaitu persahabatan.


Bukan hanya terhadap Gery ataupun Jimmy, Ziyo pun sama loyal nya terhadap Bella yang mengklaim bahwa dia hanya lah sahabat nya Ziyo. munafik memang tapi itulah kenyataan nya, Ziyo terlalu prinsipil.


Tidak mudah di ubah walaupun orang terdekat nya sekali pun. Seperti yang sudah aku dan Gery lakukan sebelum nya.


Sebelum Bella memproklamirkan kedekatannya dengan Ziyo menjadi sepasang kekasih kepada media beberapa waktu lalu.


Ya, pacar pura-pura yang bisa saja berubah status nya jika aku sedikit saja lengah.


Ya...ku akui permainan Bella begitu cantik bahkan terlihat natural. Tentu saja karena dia yang seorang selebriti dengan puluhan judul film dan beberapa judul sinetron.


Akting yang sempurna.


"Terus gua harus gimana Ger'?" tanya ku sedikit frustasi.


"Gua kayak ngerasa kejebak tadi Nat' sampai kita jadi pacar pura-pura gini."


"Gua juga ga nyangka kalau Bella bakal libatin gua juga."


Aku dan Gery sama-sama terdiam, tapi kemudian kami saling tatap.


"Atau jangan-jangan mama nya Bella sebenarnya tau kebenaran nya dan ikut terlibat dalam sandiwara ini supaya Ziyo merasa tak enak hati untuk menolak sandiwara ini depan media???"


Penjelasan Gery yang panjang lebar akhirnya sedikit membuat mata ku membulat tak percaya.


Gery ternyata begitu pintar, tak salah jika Ziyo menjadikan sahabat sekaligus manager nya.


Aku mengerti sekarang, begitu bodoh nya aku tadi siang dengan gampang nya masuk kedalam permainan atau lebih tepatnya perangkap yang mereka buat.


Ku yakin sekarang jika Tante Winda atau mama Bella pun ikut berperan dalam sandiwara ini.


Menarik sekali menurut ku dan ini adalah pengalaman pertama dalam hidupku.


Ternyata bukan aku dan mama Bella yang tengah di perdaya Bella tapi Ziyo sendiri.


***Kenapa bodoh sekali pacar ku ini, batin ku kesal.


*************


πŸ™β€οΈπŸ˜˜πŸ’œ***