
******
Sesampai nya di parkiran Gery yang sudah memarkirkan mobil nya dengan sempurna dan terlihat siap-siap untuk keluar dari mobil.
Tapi tiba-tiba saja, keinginan nya terhenti melihat Ziyo yang masih terus saja memandang ke arah Gery dengan tatapan yang sulit sekali untuk di artikan.
Gery yang melihat nya mengurung kan niat nya untuk turun. Tangan nya yang tadi sudah berada pada knop pintu kini berada dalam pangkuan nya.
Gery balik menatap tajam kearah Ziyo, lalu tiba-tiba saja wajah Gery terlihat berubah menjadi dingin. Wajah yang tak pernah ia perlihatkan selama ini.
"Maksud lu apa?" tanya Ziyo tak kalah dingin.
"Lu baru di abaikan seperti itu aja udah ketakutan setengah mati tanpa mikir apa yang Natasha rasain saat ini. Bahkan selama kehadiran Bella yang bikin kita semua susah."
jawab Gery dengan sedikit mengejek.
"Gua sama Natasha saling cinta bahkan sekarang ada calon anak kami." jawab Ziyo.
"Bahkan perubahan sikap Natasha yang seperti itu pun lu ga peka Zi." tegas Gery.
"Jangan nyesel lu Zi...mungkin hari ini elu cuma di abaikan. Gimana kalau suatu hari elu bakal di tinggalin sama cewek dan juga calon anak elu." Ancam Gery.
"Sialan lu Ger'..." teriak Ziyo sambil mencengkram kerah baju Gery dengan kedua tangan nya.
Gery terlihat mengeraskan rahang nya, Gery yang jarang sekali marah kali ini terpancing oleh sikap Ziyo yang terkesan egois dalam urusan percintaan nya.
"Lu itu ga peka Zi sama apa yang cewek lu mau sekarang, elu sama sekali ga ada pergerakan untuk mengakhiri kekacauan ini.
Jangan sampai cewek lu menderita sendirian. Jangan kan mengakhiri hubungan pura-pura elu sama Bella bahkan berniat menikahi nya pun sama sekali ga pernah elu bahas dengan Natasha sekalipun dia udah hamil darah daging elu." jelas Gery dengan penuh penekanan.
Kali ini perlahan cengkraman tangan Ziyo di kerah baju Gery terlepas.
Kata-kata Gery sangat menghantam hati begitu sesak rasanya.
Ziyo terlihat frustasi dengan mengusap wajahnya kasar.
"Jangan salahin Natasha dengan semua penolakan. Bahkan bukan cuma Jimmy yang siap merebut Natasha juga calon bayi nya.
Gua pun sama...Gua yang akan nikahin Natasha." Ancam Gery.
Kemudian Gery keluar dari mobil dan pintu mobil di tutup nya dengan keras.
Ziyo yang masih duduk membeku di kursi mobil terlihat gusar oleh kalimat dari Gery.
Apalagi kata-kata terakhir yang Gery ucapkan sangat menusuk jantung nya.
Tak bisa Ziyo membayangkan kehilangan wanita yang sangat ia cintai dari dulu.
Kedua sahabat nya pun tau betul bagaimana besar nya cinta Ziyo pada Natasha.
Bagaimana perjuangan Ziyo pada cinta pandangan pertama nya.
Ziyo bahkan tak pernah se cemas ini, saat Jimmy mengatakan akan merebut Natasha nya. Tetapi saat Gery yang mengatakan akan menikahi Natasha, kenapa hati nya sehancur ini. Apa karena mereka terlanjur menjadi sepasang pacar "pura-pura" yang bahkan media hanya tau jika Natasha hamil oleh Gery.
Ziyo menutup wajah nya, seolah menahan hati nya yang bergejolak saat ini.
Lalu dia mengambil ponsel di saku celana nya, membuka layar datar dan mencari nama kekasih hati nya saat ini.
Mencoba untuk menghubungi nya, sekedar untuk menetralisir keadaan hati nya yang sedang galau.
Tetapi tak ada jawaban dari sebrang sana, hingga panggilan ke empat tetap saja tak ada jawaban yang Ziyo harapkan.
Mungkin untuk mendengar suara nya saja bisa mengembalikan suasana hati Ziyo yang saat ini benar-benar hancur di buat nya.
Hingga Ziyo dikejutkan oleh suara ketukan pada kaca mobil nya.
Ziyo menoleh melihat seorang kru yang Ziyo yakini jika orang yang menyuruh nya adalah Gery.
Ziyo membuka kaca mobil nya dan mendongakkan kepala nya ke atas.
"Di tungguin diruang ganti Mas..." ucap nya sopan.
Ziyo hanya mengangguk tanda setuju.
Kemudian menutup kembali kaca jendela mobilnya, lalu segera turun.
Sekilas Ziyo menatap layar ponsel nya berharap ada balasan dari kekasih hati nya itu. Lalu berjalan ke dalam untuk menuntaskan pekerjaan nya secepat mungkin agar janji nya pada Natasha untuk pulang secepatnya bisa terwujud.
*********
Sementara itu, di apartemen Natasha dan Vani terlihat sedang berbincang.
Sesekali suara tawa terdengar di sela-sela obrolan mereka.
Tanpa Natasha sadari, ada banyak panggilan masuk dari Ziyo.
Karena sejak ia masuk ke kamar nya saat di ikuti oleh Ziyo, ponsel nya tertinggal di atas ranjang nya.
Natasha tak menyadari nya. Hingga tiba-tiba ia mencari keberadaan ponsel nya itu,
"Van...hape gua mana ya? Gua mau liat jadwal check up kandungan gua nih." tanya ku pada Vani.
" Dari tadi gua ga liat ku main hape, coba inget-inget deh." usul nya.
Aku yang terdiam sejenak, mencoba mengingat-ingat kembali.
Lalu aku beranjak dari duduk ku, dan berjalan menuju kamarku.
Benar saja, ponsel ku berada dia atas bantal.
Sambil tersenyum ku bawa ponsel ku kearah ruang tamu.
Setelah duduk di sofa, ku lihat ponsel ku ada banyak panggilan masuk dari Ziyo.
Aku tersenyum melihat ada 5 kali panggilan tak terjawab dari Ziyo.
Tapi tak ada keinginan untuk mencoba menghubunginya kembali.
Biasa nya aku akan secepatnya berkabar pada Ziyo, tapi tidak kali ini.
Aku tak ingin bahkan bayi ku pun tak menginginkan itu.
Melihat ku yang fokus pada layar ponsel membuat Vina bertanya,
"Ada apa?"
"5 Miss call dari Ziyo." jawab ku singkat.
"Biasa nya di telpon balik." tanya nya lagi.
"Males..." jawab ku lagi.
" Kapan jadwal check up nya?" tanya Vani kali ini ia beranjak dari sofa menuju dapur.
Aku pun mengikuti kearah yang sama.
Kami duduk bersampingan di mini bar, sambil meneguk minuman kemasan dari dalam kulkas yang Vani ambil tadi.
" Nanti lusa jadwal nya." jawab ku dengan mata berbinar.
Entah mengapa aku begitu antusias di buat nya, tak sabar aku ingin mengetahui kondisi terkini calon bayi ku.
Aku bertekad untuk selalu menyayangi dan melindungi calon bayi ku ini.
Ada Ziyo ataupun tidak aku tak peduli saat ini,
pun dengan di nikahi atau tidak sama sekali.
Tak mengubah sedikit pun perasaan ku pada bayi ini.
Aku berjanji untuk selalu melindungi nya apapun yang terjadi, walau bagaimana pun aku akan menjaga nya Sampai nanti.
"Check up kandungan nya sama Ziyo?" tanya Vani memecah lamunan ku.
Mendengar nama Ziyo tiba-tiba saja perut ku mual kembali dan kurasakan keinginan ku untuk memuntahkan kembali semua isi perut ku.
********
😁💜🙏❤️