
**********
Setelah selesai mandi kedua kali nya di pagi hari, kami pun keluar menemui Gery yang duduk menunggu di ruang tamu sambil duduk di depan televisi.
Ku lihat ada segelas kopi di meja, rupa nya Gery sudah membuat kan minuman untuk dirinya sendiri.
Gery seperti sudah faham sekali apa yang tadi kami lakukan hingga tak ada protes atau mengeluh bosan menunggu kami.
Ziyo menghampiri Gery, kemudian mendudukkan dirinya di samping tempat duduk Gery, sedangkan aku langsung menuju dapur membuat kan minuman untuk ku dan juga Ziyo.
"Hari ini jadwal nya apa aja Ge," tanya Ziyo kepada manager sekaligus sahabat nya itu.
"syuting iklan produk minuman sama tanda tangan kontrak buat film terbaru aja sih," jawab nya sambil menyeruput kopi di tangan nya.
Selama perbincangan nya dengan Gery,
pandangan Ziyo sibuk melihat aktifitas ku di dapur.
Sesekali ku berikan senyuman manis kepada kekasih tampan ku itu.
Ziyo pun kemudian balas tersenyum kepada ku,
Sangat tampan,"batinku.
Lalu ku bawa 2 gelas kopi menuju ruang tamu, ku simpan di atas meja.
Tangan kanan Ziyo meraih pinggang ku, menyuruh untuk duduk di samping nya.
Tangan nya tak henti mengelus rambut ku lembut,
"Berarti langsung pergi ke kota M dong buat syuting," sambung ku di barengi anggukan dari Gery.
"Berapa lama syuting di sana?" Tanya ku lagi penasaran.
Kali ini Ziyo yang menjawab.
"Kurang lebih 2 Mingguan lah yang,"...
"Kenapa emang mau ikut?" ajak nya lagi.
Aku hanya menggeleng sambil meraih gelas di depan meja ku.
Seperti tak ingin lama-lama berpisah, Ziyo berkali-kali mengajak ku ikut ke sana.
Tak jelas saja aku tolak, bukan apa-apa.
Aku merasa tak enak jika terus saja menempel pada Ziyo.
Karena meski pun aku kekasih nya jika di luar sana Ziyo tetap saja seorang artis yang mempunyai fans tersendiri.
Walau pun begitu, hubungan kami masih saja terlihat mesra.
Ziyo tidak menyembunyikan status ku di publik, karena ada beberapa foto kami bersama yang ia posting di medsos nya.
Belum lagi jika Ziyo dengan sengaja membuat story' di medsos nya bersama ku.
Ziyo memang tipe artis yang tidak terlalu memperdulikan pemberitaan media.
Tapi bukan berarti hubungan kami sengaja di umbar di depan publik.
Kami hanya ingin seperti pasangan lain, berpacaran normal seperti orang-orang.
Walau pun hanya segelintir orang terdekat saja yang mengetahui perihal kami yang hidup bersama dalam satu apartemen.
Media sama sekali belum mengetahui nya.
Dan ku harap memang itu tidak terjadi.
"Sayang, kamu siap-siap dulu...aku anter ke kamu ke kampus," perintah nya padaku.
"Ger...kita anterin ke kampus dulu sekalian pergi ya," lanjut nya pada Gery.
Aku dan Gery hanya bisa patuh pada setiap permintaan nya yang lebih terkesan perintah daripada permintaan.
Ziyo memang tidak menerima penolakan.
Aku rasakan itu.
***********
Di halaman parkir kampus, aku turun dari mobil di barengi oleh Ziyo.
Tangan nya tak lepas menggenggam erat tangan ku,
tak lupa mencium kedua pipi ku gemas.
Aku berpamitan,"
"Pulang nya aku ga bisa jemput, kayak nya jadwal hari ini pasti sampe malem," jelas nya padaku.
Lagi-lagi tangan nya mengelus pelan pipi ku.
Aku seperti terbiasa sekarang atas semua sikap manis nya terhadap.
Orang-orang di sekitar kampus ku pun lama-lama seperti terbiasa melihat kami yang kadang mengumbar kemesraan di depan publik.
Sekali lagi Ziyo mencium ku kali ini bibir nya mendarat di bibir ku.
Aku tersipu dan ku rasakan wajah ku sedikit panas tanda adanya rona merah di pipiku.
" Aku masuk ya," seru ku.
Sambil berjalan sesekali ku tengok ke belakang, melihat ke arah Ziyo yang masih setia berdiri di samping pintu mobil nya.
Ku pastikan dia pun akan pergi jika sudah tak lagi melihat ku di koridor kampus.
Aku pun masuk kelas, mengikuti kelas pertama di hari ini.
Kurang lebih satu jam, pelajaran pun selesai.
Sambil menunggu kelas siang, aku dan ke tiga teman ku pun memutuskan untuk pergi ke kantin untuk sekedar makan dan menunggu kelas berikutnya.
Kami duduk di meja pojok andalan kami,
bukan apa-apa, di posisi itu lah kami bisa melihat ke semua penjuru kantin.
Sekedar iseng-iseng melihat keunikan-keunikan mahluk-mahluk yang ada di kampus kami
Kadang kami tertawa tanpa tau apa yang sebenarnya membuat kami tertawa,
kadang kami iseng melihat orang-orang yang sedang bermesraan di kantin.
Mungkin itulah salah satu nya mengapa kantin menjadi tempat favorit bagi kami.
Hingga tiba-tiba Vani berkata,
"Makin mesra aja Lo Nat' sama si artis,"
katanya sambil tersenyum dan memainkan botol minuman nya.
"Lo ga ada niatan serius gitu," sambung nya.
Aku tak merasa kaget jika ketiga sahabat ku bertanya seperti itu.
Karena mungkin mereka sedang memberi perhatian dan sedikit rasa khawatir dari pertanyaan-pertanyaan mereka.
"Lagian udah kayak suami istri aja Lo Nat' tinggal bareng sama cowok Lo,"
Sambung Ladya yang tak kalah sarkas dari Vani.
"Tapi Lo udah kenal kan sama ortu nya,"tanya nya lagi dengan sedikit penekanan.
Aku yang dari tadi hanya mengangguk kemudian berbicara.
"iya udah kok, kalian mah tenang aja emang kalian ga liat apa segimana cinta nya Ziyo sama gue,"
"ya kita mah cuma khawatir aja Nat' Lo itu pacaran nya sama artis, cakep lagi Nat'
seru Ayu yang dari tadi diam ikut bertanya kepada ku.
" ya gua tau kalian khawatirin gua, "
" gua bener-bener seneng Lo semua perhatian sama gua. Kalian tenang aja, gua sama Ziyo lagi mesra-mesranya. Gua harap sih selama nya sampe kita nikah nanti."
" Iya tapi kita juga minta sama Lo Nat' kalo ada apa-apa Lo harus ngomong sama kita,
jangan sampe Lo Pendam sendiri ya janji,"
sahut Vani di barengi anggukan kedua sahabat ku.
" Janji...." kata ku.
Note:
Sebenernya author bingung sih harus ngasih judul apa buat episode ini.
jujur author nulis duluan cerita nya sampai habis episode ini belum tau harus kasih judul apa.Maafkan ya 😊✌️🙏mudah2n judul nya pas.
Jangan lupa like komen dan vote buat penyemangat Author ya temen-temen.
************