Natasha

Natasha
Menutupi



*********


Entah apa yang sebenarnya terjadi, aku hanya di perbolehkan keluar jika ada yang mendampingi ku.


Ziyo beraktivitas seperti biasanya pun dengan Gery dan Jimmy. Aku masih di apartemen ku sendiri, sejak kejadian di rumah sakit aku sama sekali belum keluar rumah.


Segala keperluan ku di urus oleh Gery, ruang gerak ku pun ikut di batasi apalagi untuk sekedar menonton acara-acara gosip di televisi. Begitu pun sekedar mengecek semua media sosial yang aku punya Ziyo melarang ku, demi kesehatan ku juga janin yang sekarang sedang tumbuh berkembang di dalam rahim ku.


Rasa mual dan muntah layak nya ibu hamil masih saja aku rasakan. Tapi kali ini tidak terasa menyedihkan seperti sebelum nya karena ada Ziyo yang selalu berada di sampingku dan memberi perhatian lebih pada ku. Tapi tetap saja, status ku saat ini masih di sembunyikan di depan media.


Tak apalah, yang penting Ziyo masih berada di samping ku, memberi perhatian yang begitu besar padaku dan selalu melindungi ku.


Walau aku tak mengetahui lebih jelas nya tentang kelanjutan drama antara Ziyo dan Bella. Yang ku tau, Ziyo melarang keras untuk mencari tau tentang Keadaan di luar sana.


Setiap pulang sikap Ziyo sama saja seperti sebelum-sebelumnya, masih terlihat romantis, perhatian yang tak pernah berkurang bahkan menurut ku kadar nya bertambah semenjak aku mengandung anak nya. Hanya saja, aku merasakan ada yang kurang dari Ziyo. Tak ada lagi cerita-cerita tentang nya sepanjang yang ia lakukan hati itu. Tak ada lagi laporan-laporan tentang aktivitas yang ia lakukan hari ini.


Dengan siapa dia bertemu, dengan siapa dia makan dan sebagainya.


Ku rasakan itu, tapi tanpa ada niatan untuk mengungkap kan pada Ziyo sendiri.


Seperti hari ini, Ziyo pulang ke apartemen ku selepas Maghrib. Sambil tersenyum dia menghampiri ku yang tengah duduk di ruang tamu sambil menonton drama Korea yang akhir-akhir ini menjadi sahabat setia ku.


Ku lihat tangan kanan nya membawa paper bag, saat tepat di sampingku Ziyo mendudukkan tubuhnya di sofa sebelum nya ia mencium sayang kening dan juga pipi ku.


Sambil menyodorkan paper bag kepada ku,


"Apa ini?" tanya ku lembut.


Sambil terus memeluk ku dan kali ini tangan kanan ya mengusap-usap lembut perut ku yang masih saja terlihat datar.


" Tadi pagi kan bayi kita katanya pengen banget makan kue ini," jawabnya dan kali ini mencium lembut perut ku seolah sedang berinteraksi dengan bayi yang ada dalam rahim ku.


Aku bahagia di buat nya, apalagi perlakuan Ziyo kepada calon anaknya. Terlihat sekali bagaimana Ziyo menyayangi dan menginginkan calon bayi nya. Aku terlalu bahagia sehingga aku melupakan status ku.


Ya, status ku sekarang yang sedang mengandung darah daging Ziyo!


Apalah daya ku, untuk menuntut nya pun aku tak sanggup karena aku terlalu terbuai dengan semua keadaan ini.


Aku terlalu larut dalam semua kebahagian ini.


Ku lihat Ziyo pun tak sedikit menyinggung tentang kelanjutan hubungan antara aku dan dirinya.


**********


Tiba-tiba saja, terdengar suara nada panggilan dari ponsel ku.


Kulihat layar ponsel ku dan tertera nama salah satu sahabat ku di kampus,


Sambil terus mengunyah kue yang Ziyo belikan tadi.


📞


Vani : Hallo Nat...kemana aja lu?


sehat kan lu? ga sakit kan?


Me : iya Van, gua oke kok! ga sakit.


Khawatir banget sih?


Vani : gimana ga khawatir, udah seminggu


ini lu ga masuk, apalagi pas gua baca


berita online gua khawatir pasti lu


kenapa-kenapa!


Vani. : gua besok mampir ke apartemen lu ya?


Me : oke, gua tunggu besok.


Saluran telepon pun terputus.


Ziyo yang saat itu selesai membersihkan tubuhnya di kamar mandi, terlihat keluar dari kamar.


"Teleponan sama siapa yang?"


"eum Vani..." jawab ku singkat karena kali ini aku tengah di sibukkan dengan tontonan di hadapan ku. Drakor yang sedang seru-serunya di tambah dengan sibuknya aku mengunyah kue yang tinggal setengah nya lagi.


"Memang nya ada apa Vani telpon kamu yang?" tanya nya lagi dan kali ini Ziyo berjalan sambil membawa satu cangkir kopi di tangan kanan nya lalu duduk di sampingku.


"Penasaran kali soalnya kan seminggu ini aku ga ngampus di tambah dia liat-liat berita online gitu." jawab ku sambil mata terus fokus ke layar televisi.


"Besok dia mau mampir kesini," tambah ku.


Melihat Ziyo sudah duduk di sampingku, ku sudahi memakan cemilan itu dan meminum sedikit air di gelas ku.


Lalu tubuhku, aku baringkan di atas sofa dengan kepala aku rebah kan di pangkuan Ziyo.


Tanpa komando, kini tangan Ziyo mengelus-elus rambut ku yang berada di pangkuan nya.


Ku lirik wajah tampan nya, ada sedikit kekhawatiran yang tersirat di raut wajah nya.


Entah apa yang tiba-tiba membuat nya begitu cemas, tentang Vani atau tentang berita online yang tak boleh aku tau.


Dengan rasa penasaran yang terus meronta di dalam dada dan otak ku, aku memberanikan diri untuk bertanya kepada nya.


"Kamu kenapa jadi kelihatan khawatir gitu?"


Ziyo terlihat memperbaiki raut wajah nya agar terlihat baik-baik saja di depan ku.


Aku makin penasaran dengan perubahan yang tiba-tiba Ziyo lakukan.


Lalu aku tegakkan badan ku, aku beranjak dari pangkuan Ziyo.


Kali ini aku tatap wajah nya dengan penuh selidik.


"Ada apa?"


"Apa karena Vani mau datang besok atau karena berita online yang aku sendiri ga tau itu apa?" tambah ku lagi.


"Ga kenapa-kenapa sayang, besok kalo Vani mau Dateng ya boleh-boleh aja, sekalian nemenin kamu," jawabnya sambil tersenyum.


"Lagian udah lama juga kan kamu ga ngobrol-ngobrol sama mereka." jelas nya lagi.


Aku hanya manggut-manggut saja, walaupun rasa penasaran ini masih belum mendapatkan jawaban yang memuaskan dari Ziyo.


Aku yakin, ada yang sedang Ziyo sembunyikan dari ku. Bukan tanpa sebab aku mencurigainya.


Masih terekam jelas di ingatan ku, Apa yang Ziyo bicarakan dengan Gery dan juga Jimmy.


Aku yakin di luar sana, ada yang tidak aku ketahui. Entah itu tentang Bella ataupun berita -berita yang media up tentang Ziyo.


Aku sama sekali tak di beri kesempatan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


Bukan aku tak bisa mencari tau sendiri, tapi jauh di lubuk hati ku. Aku belum sanggup menerima berita apa yang saat ini terjadi.


Aku sepeti terasing di kehidupan ku sendiri.


Berpura-pura dengan keadaan ini, berdamai dengan keadaan ini.


Rasa keingintahuan ku hari ini bertambah dengan adanya kabar dari Vani dengan bermoduskan menanyakan keadaan ku.


Aku yakin Vani mengetahui semua yang terjadi di luar sana.


Aku bersumpah apa pun yang aku ketahui besok, aku dan calon bayi ku akan baik-baik saja.


Aku akan berusaha tegar walaupun itu menyakitkan untukku. Apalagi saat ku lihat Ziyo yang masih setia berada di samping ku.


Menjaga dan melindungi kami.


Ziyo masih pulang ke rumah kami, terlelap dan mimpi indah di samping ku sampai esok.


*********


😘💜🙏❤️