Natasha

Natasha
Semakin kencang....



**********


Di kampus, aku duduk sendiri sambil memainkan ponsel ku.


Jujur, aku masih merasa jengah dengan semua nya di tambah tidak ada kabar dari Ziyo sejak semalam.


Ku yakin Ziyo sudah tau tentang gosip nya dengan Bella.


Ya, setidak nya Ziyo menghubungi ku mencoba untuk menenangkan hati ku yang sebelum nya terlihat cemburu pada Bella, di tambah dengan kejadian ini, seharusnya Ziyo tau apa yang aku rasakan dan apa yang harus dia perbuat. Tapi sampai detik ini pun tak ada panggilan atau pun pesan dari Ziyo, tapi setidaknya Ziyo tak pernah sekali pun mengklarifikasi tentang kedekatan nya dengan Bella selain hanya berteman atau sekedar lawan main. Mungkin itu salah satu yang masih bisa aku syukuri saat ini.


Aaarghhh....


Ku banting ponsel ku sedikit keras di meja kantin, lalu ku tenggelamkan kepala ku di atas tangan ku.


Lalu ku rasakan ada beberapa orang yang terduduk di samping dan di hadapan kursi ku.


Lalu tak lama terdengar,


"Are you okay, Nat?" tanya Vina padaku di angguki oleh Ladya dan juga Ayu sahabat-s ahabat ku di kampus.


" Ga kenapa-kenapa kok?" jawab ku sambil menyeruput es jeruk di hadapan ku.


" Gua kira 'lo nangis setelah denger gosip-gosip sekarang tentang pacar artis ' Lo itu!"


Ucap Ladya dengan wajah yang menyelidik terhadap ku.


"Tau ah, males gue bahas nya," jawab ku singkat.


" Jangan bilang bener lagi tuh gosip Nat?" seru Vina antusias.


" ih, engga juga...maksud gua ya ga tau juga kalo sekarang," jawab ku.


"soalnya Ziyo juga belum hubungi gua sama sekali," sambung ku lagi.


" Tapi kalo jauh sebelum nya gua emang pernah beberapa kali ketemu tuh cewe, kayak nya emang punya rasa deh sama cowo gua,"


jelas ku.


Ketiga sahabat ku hanya mengangguk mendengar penjelasan ku.


Lalu kemudian, terdengar nada panggilan masuk di ponsel ku.


Ku lihat nama Ziyo ada di layar ponsel ku, beberapa saat ku acuh kan panggilan nya.


Aku masih enggan berbicara dengan Ziyo, di tambah dengan gosip-gosip tentang Ziyo dan Bella semakin kencang di beritakan.


Lalu tiba-tiba saja, Ladya menekan tombol hijau di ponsel ku sambil mata nya melotot dan memberi kode kepada ku untuk segera berbicara pada Ziyo.


"Hallo..."jawab ku pelan.


"Sayang, kok lama angkat nya?lagi dimana yang?" jawab nya di sebrang sana.


"lagi di kampus, lagi ngobrol-ngobrol di kantin," jawab ku lagi.


"Ngobrolin tentang gosip kamu juga sama dia," jelas ku dengan sarkas nya dan penuh penekanan pada kata 'dia'.


"Terus percaya?" tanya nya pada ku dengan terselip rasa khawatir pada ucap nya.


"Ga tau ah, males," ucap ku.


"Ya udah deh tar aku telepon lagi ya sayang,"


jawab nya.


"Jangan marah Mulu, aku kangen disini malah kamu jutekin terus," ucap nya lagi.


"kalo kangen pulang kali, atau pengen terus berdua an sama dia, " jawab ku judes.


"Siapa sih yank yang berdua an, kalopun berdua an juga kan lagi syuting orang dia lawan main aku. Kalo pun dapet foto-foto berdua kayak yang di beritain kan emang lagi syuting film romantis juga sayang. Kamu juga kan pasti paham cara kerja nya,"


jelas nya panjang lebar.


Aku hanya diam membisu, ada benar nya juga apa yang di katakan oleh Ziyo.


Aku sedikit tersenyum,


"wajar kali cemburu sama pacar sendiri,"


ucap ku lagi.


"Ya udah dulu sayang, aku mau masuk kelas lagi dah,"


Tut Tut Tut...sambungan telepon pun terputus.


Perasaan tak enak pun sedikit menghilang seiring dengan penjelasan dari pacar ku.


Tapi entah lah, aku masih saja merasa belum tenang.


**************


Selesai kuliah, seperti biasa jika tidak ada pekerjaan penting Jimmy yang bertugas mengantar jemput ku selama Ziyo tidak ada di sini.


Mungkin ini juga salah satu alasan yang masih bisa aku syukuri atas salah satu bentuk perhatian dari Ziyo.


Akal sehat ku masih bisa mempercayai semua penjelasan Ziyo, yang aku takut kan Ziyo tidak merasa bahwa Bella benar-benar menginginkan diri nya. Bisa saja kan Bella memanfaatkan situasi ini untuk mendapatkan Ziyo. Alibi ku kali ini bukan di dasari rasa cemburu yang berlebihan, aku yakin itu.


Seperti nya Jimmy tau apa yang sedang aku pikirkan. Semenjak masuk ke dalam mobil nya, aku hanya diam dan asyik sendiri dengan pemikiran ku ini.


"Jangan bilang 'lo lagi mikirin gosip tentang cowo 'lo?" tanya nya menyelidik.


Aku hanya mengangguk dan membuang nafas ku pelan.


"Gua yakin ga bakalan Ziyo kayak gitu, gua tau dia dari dulu kayak gimana orang nya.


Percaya deh sama gue!" jelas nya.


Tak lama kami pun tiba di depan distro, aku melangkahkan kaki ku ke dalam tanpa menunggu Jimmy yang sedang memarkirkan mobil di halaman parkir distro.


Di dalam ruangan, aku hanya duduk melamun menghadap distro. Aku masih belum bisa fokus, pikiran ku masih tidak tenang.


Sedikit penyesalan ku saat Ziyo mengajakku ikut menemani nya ke kota M untuk syuting.


Tapi lagi-lagi ku tepis alasan itu, karena aku bukan orang pengangguran yang hanya bisa mengawasi Ziyo 24 jam.


Aku juga tidak ingin orang-orang menganggap ku perempuan possesif terhadap pacar nya yang artis.


Hingga aku berpikir untuk menghubungi Ziyo duluan, selama ini aku cukup gengsi dengan hanya menunggu kabar tanpa ingin mendahului nya.


Ku raih ponsel ku di dalam tas yang sedari tadi belum aku lihat sama sekali.


Ketika benda pipih itu aku genggam, ku lihat layar nya dan ada beberapa panggilan masuk yang aku lewat kan.


Beberapa kali Ziyo menghubungi ku, tanpa sadar ada panggilan masuk aku melewatkan nya begitu saja.


Lalu ku putuskan untuk menghubungi nya kembali, ku tekan nama yang tertera di layar lalu tombol telepon kemudian ku tekan.


Tut Tut Tut Tut....


Sudah 2 kali panggilan tapi tetap saja belum bisa terhubung, mungkin masih sibuk pikirku.


Akhirnya ku putuskan untuk mengirim pesan saja untuk nya.


Dengan sedikit kecewa karena telepon ku tak kunjung di angkat nya lalu ku kirim kan saja pesan padanya walau aku sendiri bingung kalimat apa Yang akan ku kirim pada nya.


Dengan senyum mengembang aku hanya bisa mengetik kalimat sederhana.


💌


Me : I Love you, sayang 😘😘😘


kemudian ku kirim pesan cinta ku pada Ziyo, tidak ada kalimat yang mewakili perasaan ku kepada nya saat ini.


Tentang rasa cinta, tentang cemburu, tentang kekhawatiran ku dan semua perasaan ku yang aku rasakan sepanjang hari ini.


Tak lama ponsel ku berbunyi, menunjukan ada pesan masuk ke ponsel ku.


Aku tersenyum bahagia karena ada balasan pesan darinya.


💌


Ziyo : 😘😘😘😘😘


Mata ku berbinar membaca pesan nya, balasan yang begitu singkat tapi ku rasakan berjuta perasaan untukku.


************