
Pada jam pelajaran pertama, ia sudah disuruh untuk mengambil sejumlah buku paket diperpustakaan.
"Makasih bu." Ucap Senja sembari tersenyum pada penjaga perpus
"Sama-sama cantik."
Senja pun bergegas ke kelas dengan membawa beberapa buku paket. Yang menurutnya berat. Saat berjalan ditepi lapangan.
"Eh, langit mana?" Ucap senja sembari celingukan mencari seseorang sampai tak fokus pada jalan
Brak
Semua buku terjatuh termasuk Senja. Sampai akhirnya ada yang membantunya.
"Sini gue bantu."
Senja pun mengambil kasar buku-buku yang terjatuh dan menyusunnya.
"Nih!" Kata Arkan sambil memberi buku
"Makasih." Ucap Senja datar lalu nyelonong pergi
Arkan mengejar. "Senja lo kenapa?"
"Gak apa-apa." Ucapnya tak berhenti berjalan
"Gue ada salah sama lo ya?" Tanya Arkan
Senja berhenti dan menatap Arkan sebentar "Gak ada." Ucap Senja datar lalu melanjutkan langkahnya kembali
"Bohong!" Ucap Arkan ditempat
Namun Senja terus berjalan dan pergi ke kelas.
****
Kringggggg
"Yuk ke kantin!" Ucap Lia sembari memasukkan bukunya kedalam tas
"Lo duluan aja, gue mau ke kelasnya Langit soalnya."
Dahi Lia menyerngit heran, untuk apa Senja ke kelas Langit?
"Temennya Arif itu kan? Kok lo bisa deket sih?" Tanya Lia
"Ya bisa dong, dia kan Langit, gue Senja. Senja kan di Langit. Jadi gue bisa deket lah."
"Eh bukan itu maksud gue. Ah udah ah cape ngomong sama lo."
"Sama gue juga, bye!" Ucap Senja sembari berjalan meninggalkan Lia
Namun ia kembali lagi untuk menemui Lia.
"Ada apa lagi hah?" Ucap Lia ngotot
"Gue gak tau Langit kelas berapa? Arif, dia kelas berapa?"
"Tuh kan, gak tau. Yaudah gue anter aja."
"Yaudah deh."
Lia pun mengantar Senja ke kelas Langit. Sesampainya disana ia tak menjumpai seseorang yang ia cari.
"Gak ada kayanya, yaa?" Ucap Senja sambil celingukan mencari seseorang
"Iyaa, Arif juga gak ada."
"Eh kalian! Cari siapa?" Tanya seorang laki-laki
"Langitnya ada?" Tanya Senja sopan
"Langit? Dia gak masuk hari ini."
"Loh? Kenapa?"
"Tanpa keterangan."
Senja dan Lia pun mencari teman-teman Langit. Sudah ke kantin, perpustakaan, lapangan, namun nihil.
"Eh kok gue **** yaa?" Tanya Lia pada dirinya sendiri
"Lah? Kenapa Li?" Tanya Senja heran
"Duh tapi gue takut lo marah nih, takut merasa **** juga." Ucap Lia semakin ketakutan
"Yaudah apa?"
"Kita lagi nyari Arif kan?"
"I... iya." Ucap Senja semakin penasaran
"Kenapa gak kita telpon aja tuh anak. Dia lagi chat sama gue padahal." Ucap Lia nyegir
"Li... Lia... Gue gak mau tau pokonya lo gendong gue. Gue dari tadi lapar dan capek nyari."
"Ya lo juga **** kan? Gak ngingetin gue."
"Duh ya lo inisiatif lah, kan gue gak tau kalo lo punya nomornya!"
"Iya, iya. Kalau lo gak mau jalan, gue bakal suruh Arif kesini."
"Gausah, ke kantin aja."
"Yaudah iya."
Arif, Falah dan Eri pun menghampiri Senja dan Lia yang tengah menyantap bakso. Tanpa basa-basi Arif langsung menanyakan apa maksud Lia menyuruhnya datang.
"Hai. Ada apa?" Tanya Arif
"Hai. Eum ini Senja rif. Gak tau tuh mau ngapain."
"Eh iya. Langsung aja, kok Langit gak masuk? Ada apa sama dia?" Tanya Senja
"Kok lo nanyain yang gak ada? Kenapa lo gak nanyain gue aja yang ada?" Tanya Eri
"Eh, pertama! Gue gak nanya sama lo! Kedua! Gue gak peduli tentang lo!" Ucap Senja kesal
"Eri, lo bisa diem gak? Liat mak lampir jadi marah tuh." Ucap Falah menurunkan oktafnya saat kata mak lampir
Namun Senja masih bisa dengar "Apa lo bilang?" Sambil melotot pada Falah
"Duh, udah dong sen, malu ih." Kata Lia menenangkan
"Mau dijawab gak?" Tanya Arif
"Eh iyaiya, mau."
"Langit ditahan semalaman di kantor polisi."
"Hah?! Kok bisa? Bukannya dia udah bebas?" Tanya Senja kaget dan heran
"Loh? Kok lo kaya tau semuanya sih?" Tanya Arif heran
Senja hanya menatap Arif sejenak. Ia heran, mengapa Langit bisa ditahan? Padahal semalam sudah bebas.
"Dia orangnya tanggung jawab, kalo dia salah ya dia nyerahin diri lah. Langit itu gak takut sama polisi." Ucap Arif santai
"Kalau emang dia tau itu salah? Kenapa dia lakuin? Kan balapan itu bahaya."
"Kok lo tau semalem Langit abis balapan?" Tanya Lia heran
"Ya tau lah, bahkan gue sama Langit diinterogasi sama pak Polisi." Ucap Senja keceplosan "ups"
"HAH?!" Ucap keempatnya kaget
"Kalian gausah teriak gitu ih, bikin jantungan tau gak?"
"Hm, lo tenang aja. Dia bebas siang ini. Lagian Langit baru balapan sekali." Ucap Arif
Senja Lega. "Itu artinya Kak Arkan juga"-Batin Senja