
Di kantin, sepasang kekasih tengah memperjuangkan nasib hubungan mereka ke depannya. Lia dan Arif, dua sejoli ini sedang membela diri masing-masing. Arif nampak tak bisa mentoleransi jika Lia memutuskan hubungan sepihak.
Arif memandang Lia yang duduk dihadapannya. Dirinya tak yakin jika Lia dapat mendengarkan penjelasannya "Aku sama Oliv bener-bener udah gak ada hubungan. Kita berdua udah putus, mungkin aja Oliv masih sayang sama aku, dan dia berusaha rusak hubungan kita.."
Lia loading ...
"Tapi foto itu diambil sewaktu kita pacaran Rif!"
Arif kalut, pernyataan Lia ini semakin membuat dirinya bingung "Oke, aku minta maaf soal itu, maaf karena aku gak izin main sama dia. Tapi tenang aja, ada Falah dan Eri kok waktu itu." Ujar Arif berbohong
Lia membuang muka, bisa-bisanya Arif main dengan mantannya "Tetep aja, aku cemburu." Bibir Lia yang cemberut itu mengundang Arif untuk mencolek dagu Lia. "Ish Arif apaan sih."
"Udahan dong marahnya, nanti cantiknya ilang."
"Enggak, kamu jahat!" Lia memalingkan wajah
"Lia, hey!"
"Yakin gak nyesel nanti kalau marah sama orang seganteng aku?" Tanya Arif menggoda Lia
"Enggak!"
"Yakin?" Arif mendekatkan wajahnya ke hadapan Lia
Lia pun menatap dan sedikit memundurkan kepalanya, namun Arif tetap mendekatkan diri. Matanya kini beralih pada bibir Lia yang manis.
Beberapa detik...
"Rif!" Panggil teman-temannya, siapa lagi kalau bukan Falah dan Eri? Mereka berdua menggeleng-gelengkan kepala
Hampir lepas nafsu Arif tersebut. Tenang guys, gak jadi kok wkwk
"Ganggu aja aelah." Batin Arif
****
"Alkohol? Oh ini. Kapas? Ah dimana kapas?" Dua tiga barang lain jatuh
Ia berbalik badan. Kapasnya berdiri dihadapannya "Ah ini!" Dengan nada antusias ia meraih kapas yang di pegang "Langit.. lo kok tahu kapas dimana Hehe?"
"Pake mata, bukan mulut!" Ujar Langit menggurui
Senja mempoutkan bibirnya "Duduk!"
"Gak perlu!" Kata Langit, "Setelah apa yang lo lakuin ke gue selama ini?" Pertanyaan Senja ini membuat Langit terpaku
"Udah diem!"
Dengan telaten Senja mengobati Langit. Meski si empunya selalu meringis kesakitan. "Ssss..t"
Senja melihat sudut bibir Langit yang mengeluarkan darah, setiap Langit terlihat kesakitan, ia memalingkan wajahnya untuk melirik luas wajah Langit. "Lo ada masalah apa sama anak baru itu?"
"Bawel!" Jawabannya itu tak ada sangkut pautnya dengan pertanyaan Senja
Senja pun menekan luka Langit hingga ia meringis kesakitan. "Sssss...t!" Senja terlonjak "Eh maaf-maaf!"
Senja refleks memegang pipi Langit, begitu pun Langit yang spontan memegang tangan Senja.
Saling tatap ...
Beberapa detik ...
"Lang!" Panggil Falah dan Eri
Ah si Kunyuk ini. Mengapa mereka selalu mengganggu? Setelah puas mengganggu kegiatan Arif dan Lia, akhirnya mereka pun mengganggu kegiatan Langit dan Senja. "Ehem.. ehem.." goda ke 4 nya
Keduanya nampak malu-malu. Pipi Senja terlihat merah, sedangkan Langit hanya tersenyum melihat Senja yang dalam mode shy-shy cat.
****
Pengumuman yang ditempel di mading tiga pekan yang lalu kini hampir dilaksanakan. Setelah berhari-hari berlatih, kini akhirnya mereka ditanding. Bukan hanya dance, namun juga bidang non akademik yang lain. Seperti basket, volley, bulu tangkis dan lain-lain.
Sudah ada 1 bus yang siap mengantar atlet dan penonton SMA Tirta Bangsa. Mereka begitu semangat mengikuti perlombaan tersebut. Sebenarnya bukan karena olahraga yang lain, melainkan terdakwa dance yang selalu menarik perhatian, baik dancer dalam maupun luar.
Senja dan Lia duduk berdampingan. Senja duduk di dekat jendela "Senja? Gue deg-degan sumpah. Jujur nih ya, ini kali pertama gue ikut lomba-lomba gini." Ujar Lia
"Iya Li, gue juga..."
"Hm, semangat pokoknya."
Seseorang datang, ia hendak menculik Lia. "Ya?" Panggilnya "Eh? Iyaa, kenapa rif?" Tanya Lia
"Duduk bareng aku yuk?" Ajak Arif
"Eum .. Sen? Gimana? Boleh?" Tanya Lia kepada Senja
Senja mengangguk, "Hm, iya sanaa! Awas aja kalau lo nyakitin sahabat gue lagi!" Senja menegur Arif
Arif menghela nafas takut "I.. iya, tenang aja. Aman!"
Mereka pun segera mencari tempat duduk yang baru, begitu bucin Arif itu. Mengganggu saja. Senja pun melihat ke arah luar jendela, setelahnya datang seseorang menyapa "Ehem,-Boleh .. ?" Membuat Senja menoleh
Senja tercengang dan sedikit mendongak untuk melihat orang dihadapannya. Menggangguk, ia pun mempersilakan orang itu untuk duduk di sampingnya "I.. iya boleh."
Orang itu pun duduk di samping Senja.
Seseorang menghembuskan nafas kecewa. Ya, dia Langit prasetya. Di kursi paling belakang, ia di apit kedua manusia ternyeleneh sedunia, tak tahukah hati Langit tengah remuk? Namun Falah dan Eri masih tetap bercanda dihadapan Langit.
Langit pun berpindah tempat duduk. Ia berjalan ke depan, nah itu kosong. "Boleh gue duduk disini?" Seorang Langit bertanya? Iya dia bertanya wkwk
Gadis itu gugup dan semringah. "I.. iya. Boleh banget lah."
"Thank's."
Tiara, gadis itu jelas bahagia, secara pujaan hatinya bertanya dan duduk disampingnya.
Dan ternyata ada mata yang menangkap kejadian itu. Kenapa hati ini berdegub? Terasa perih, entahlah.
Beberapa menit berlalu, akhirnya semua sudah siap dan lengkap. Guru itu pun menyuruh untuk berdoa, agar selamat sampai tujuan katanya "Selesai. Oke. Let's Go!"
Semua kepalan tangan mengacung ke atas "Yes, Let's Go!"
****
Semua berdecak kagum. Sekolah mereka besar, namun ada yang lebih besar lagi ternyata "Woah.. megah banget nih sekolah. Udeh kaya istana aja." Ujar salah satu murid
"Eh liat, itu masa disana ada patung pancoran?"
"Mana ada! Itu badut sponsoran!"
Alah udah lah ya? Dialog siapa saya juga gak tau. Wkwk
Senja dan orang yang berada di sampingnya belum juga turun. Senja terlihat pucat fasih, bukan karena ia belum sarapan atau ia dalam keadaan sakit, itu disebabkan karena ia sangat gugup. Tiba-tiba kepercayaan dirinya turun setelah tiba di sekolah tersebut.
"Senja? Kamu gak apa-apa kan?" Tanya orang yang duduk di sampingnya
Senja menggeleng cepat "Eh, iya. Aku gak apa-apa kak." Ya, orang yang di samping Senja adalah Arkan
Arkan meraih kedua tangan Senja dan menatapnya lekat "Liat kakak!" Senja pun menatap retina Arkan dalam-dalam
Seperti charger, Arkan benar-benar menaikan seluruh energi Senja yang turun tadi.
"Kamu bisa, kamu harus lakuin yang terbaik, jangan liat orang lain, liat diri kamu, dia sempurna." Seketika Senja meleleh, oh Arkan. Jangan membuat kami ngefly!
Senja meneguk salivanya, oh cukuplah. Ini sedikit membuat perutnya dipenuhi kupu-kupu yang hendak keluar. Mata Senja berbinar "Iya..." Senja pun melepaskan tangannya dari genggaman Arkan dan memalingkan wajah "Oke. Semangat! Pasti bisa. Iya, bisa!"
Arkan senang, gadisnya itu kembali ceria "Hehe, semangat!" Kemudian mereka berdua tertawa, kini hubungan keduanya semakin membaik.
****
Dresscode kali ini adalah baju olahraga. Senja dan Lia menyiapkan diri. Mengapa harus kita yang terpilih untuk mewakili sekolah? Sekiranya itu yang dipikirkan Senja dan Lia. Deg-Deg. Jantung keduanya seketika terpompa kencang, terlihat siswi-siswi mengenakan baju olahraga, mungkinkah mereka lawannya? Mengapa cantik-cantik sekali?
Lia khawatir, bukan karena ia khawatir kalah, namun kekasihnya itu kan bisa menggaet hati para gadis dalam waktu 3 detik "Duh, Sen. Kenapa mereka cantik-cantik banget ya? Terancam nih kita."
"Terancam gimana?"
"Ya, iyalah. Lo emang gak takut kak Arkan ngelirik cewek-cewek disini?"
Senja memutar bola matanya malas "Gak lah, kak Arkan kan bukan Arif!"
Lia memukul pelan lengan Senja "Ih lo ya, bukannya nenangin gue, malah makin buat gue takut."
"Yaudah sih, suruh aja Arif buat tutup matanya rapat-rapat." Saran Senja
"Boleh juga ide lo!" Ujar Lia, ya kali Arif harus ngelakban matanya? Wkwk, Lia, Lia.
🎶Bagi yang punya lagu DNA~BTS tapi hanya musiknya aja gak pake vokal wkwk. Silakan diplay🎶
Semua bersorak, seketika tempat itu semakin berisik oleh tepukan tangan seantero lapangan.
Panitia perlombaan atau lebih tepatnya yang di sebut MC itu pun dihadiahi tepukan setelah menyebutkan barisan tampil peserta lomba basket putri.
"... SMA Citra Bangsa 10 melawan SMA Tirta Bangsa!"
Semua perwakilan SMA Citra Bangsa 10 dan SMA Tirta Bangsa itu pun bersorak, beradu tepukan tangan dari para penonton dalam.
Setelah menunggu dua pertandingan, akhirnya yang ditunggu-tunggu itupun tampil. Sudah ada sepuluh siswi berjejer rapi di tengah lapangan.
"SMA CITRA BANGSA 10 VS SMA TIRTA BANGSA"
Para kekasih. Seperti Arif, ia tak henti-hentinya memberi finger love kepada Lia yang siap bertanding. Arkan, ia hanya memberikan senyum tulus untuk Senja, sesekali ia memberikan kedua jempol dan kepalan tangan tanda semangat.
Langit? Dia hanya menatap sendu Arkan yang sudah kembali dengan gadis pilihannya. Sebagai lelaki sejati, ia hanya akan mundur. Apalagi setelah Senja tersenyum bahagia seperti itu, tak ada daya atau niatan untuk merusaknya.
Lia mendrible bola, namun terlepas dari tangannya dan diambil oleh lawan. Terdengar kekecewaan dari para penonton "Ayo, Lia! Semangat!" Teriak Arif
"Liaa! semangat! Semangat!" Eri, anak itu layaknya cheer leaders, ia memberikan Lia dukungan
"Boleh juga lo ri, temen paling baik emang lo," Ujar Arif
Sepuluh siswi itu di penuhi keringat. Bola memantul itu masih dimainkan lawan, Senja mencoba mencuri bola itu, namun nampaknya terlalu sulit.
Lawannya itu mulai menggocek, ia memperintahkan temannya untuk bersiap di depan tiang ring. Kali ini Tiara yang menghadang, siswi itu pun melempar bola basket itu kepada temannya yang di halangi Senja.
Bruk
Ah salah sasaran. Bukannya tertangkap, bola itu malah mengenai kepala gadis itu. Ia jatuh dengan posisi duduk dan memegang kepalanya yang sakit "SENJA!" Panggil dua orang yang berlari dari Arah kanan dan kiri
Senja mendongak, menatap kedua orang itu bergantian, mereka menjulurkan tangan kepada Senja. Kak Arkan dan Langit? Ada apa dengan mereka? Seketika kepala Senja semakin sakit.
🎶Reff Fake Love~BTS🎶
.
.
.
.
.
.
.
.
Wah, siapa ya kira-kira yang di pilih Senja?
Tunggu kelanjutannya ya🤗
****
Kalian tim siapa nih?
Selang atau Serkan?
Komentar di bawah yaaa🤗