My Husband Affair With My Friend

My Husband Affair With My Friend
Part 8



Sesuai dengan perkataan Setiawan, Mereka pun menuju ke desa hari ini. Ada melirik ke arah samping mobilnya dan ia melihat jika ada mobil sahabatnya juga yang tengah menuju ke desa.


Mereka akan berdiskusi secara bersamaan. Adapun kembali melirik ke arah depan dan meminjakan matanya ke sebab beberapa jam lagi barulah mereka sampai ke desa. Untuk sampai ke desa membutuhkan waktu yang cukup lama karena jaraknya yang sangat jauh dari Jakarta.


Jujur saja Adam merasa bosan. Laki-laki itu pun memutuskan untuk tidur terlebih dahulu sebelum akhirnya ia sampai di desa tersebut.


Adam begitu nyenyak dengan tidurnya hingga tak menyadari bahwa sopir telah menghentikan mobilnya dan itu artinya mereka telah sampai di desa yang dimaksud.


"Tuan, kita sudah sampai."


Adapun mengerjakan matanya dan lalu kemudian menatap ke depan. Iya tertidur akibat terlalu lelah mengurus perusahaan hingga membuat jam tidurnya tidak teratur. Laki-laki itu melakukan kepalanya dan lalu kemudian mengucek matanya.


Ia bisa bernapas lebih lega saat melihat jika mereka benar-benar sudah sampai di desa. Melihat pemandangan di desa itu yang begitu indah, membuat dirinya merasa sangat bahagia. Sekaligus ia ingin menikmati pemandangan di desa sebab pemandangan desa adalah sesuatu yang sangat asri dan masih terjaga. Tapi sayang sekali akan dibangun pertambangan, pantas saja warga menolak proyek itu.


Adam pun keluar dari dalam mobil ia juga melihat jika Setiawan keluar dari dalam mobilnya. Laki-laki tersebut menghampiri Setiawan dan kemudian mengganggukan kepala bawah mereka akan pergi bersama ke rumah kepala desa.


Sepertinya rakyat pun sudah mengetahui kedatangan mereka. Banyak diantaranya yang telah berkumpul di depan gerbang desa. Terlihat dari kata tanya yang sangat heran dan juga marah kepadanya. Sepertinya akan terjadi penolakan besar-besaran, tapi untungnya ia sudah melakukan persiapan jika berujung dengan bentrokan.


Adam pun menuju ke arah rumah kepala desa yang diarahkan oleh warga. Beberapa warga ingin ikut dan juga mau berdiskusi dengan mereka. Adam tidak masalah dengan hal itu. Yang penting ia bisa memutuskan jika hari ini bahwa dirinya bisa melakukan proyek itu. Ia akan melakukan apa saja agar dirinya bisa membuat proyek tersebut.


Ditambah iya telah kehilangan orang yang dicintainya membuat dirinya semakin sangat kejam. Tidak ada yang bisa menghentikan perbuatannya, mungkin jika ada Mira di sini maka wanita itulah yang akan memperingati Adam. Dan besar kemungkinan juga ada makanan menuruti apa yang dikatakan oleh wanita itu.


Ibu-ibu juga tengah bergosip sana sini, mereka menceritakan betapa jahatnya orang kota yang memaksa orang desa untuk menuruti permintaan mereka dan tak mendengarkan suara mereka rakyat kecil.


"Jadi itu orang jahat itu? Mereka merampas milik, rakyat dan bahkan pemerintah tak peduli dengan apa yang dilakukannya. Dasar, aku tidak terima. Kita ini juga masuk rakyat Indonesia kenapa kebebasan berpendapat kita tidak bisa dilakukan? Aku membenci orang-orang kota itu. Mereka lebih buruk daripada orang-orang desa kita."


"Benar sekali Jamilah, orang kota tidak pernah mengerti dengan perasaan orang di desa ini. Mereka terlalu memaksakan kehendaknya."


Ibu-ibu terus bergosip hingga tak membutuhkan waktu lama kutipan tersebut pun menyebar ke seluruh penjuru.


__________


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.