My Husband Affair With My Friend

My Husband Affair With My Friend
Part 21



Akhirnya setelah sekian lama Mira pun memberanikan diri untuk keluar dari dalam rumah. Seperti dugaan ya pasti ibu-ibu akan bertanya yang tidak tidak mengenai dirinya.


Mira hanya mengatakan yang sebenarnya dan semua orang yang ada di dalam kampung tersebut sangat terkejut mengetahui bahwa Mira adalah istri dari Adam. Mereka semua bahkan ada yang berani-beraninya menggunjing di depan Mira sendiri. Mira tidak masalah, dan ia pikir pantas untuk mendapatkannya.


Perempuan tersebut menarik nafas panjang. Ia baru saja pulang dari membeli sayur dan di mana pun dia berada pasti saja orang tengah membicarakan dirinya. Ia menjadi trending topik di kampung itu.


Mira angkat malu dan tidak tahu mau meletakkan di mana wajahnya. Tapi ia terkadang berusaha untuk menjelaskan yang sebenarnya. Akan tetapi mereka semua seolah-olah tidak ingin mendengarkan apa yang ia ucapkan.


Mira hanya bisa basah pasrah dengan keadaan. Namun lama kelamaan membiarkan masalah ini malah membuat hatinya semakin sakit. Apakah ia akan melawan saja? Atau meninggalkan kampung ini bersama Adam dan memaafkan Adam.


Jika melakukan hal tersebut, yang paling enak adalah di Adam. Laki-laki itu tidak merasakan penderitaan kehilangannya. Justru Mira lah yang paling tersakiti. Mira hanya bisa sembari berjalan menuju ke rumahnya.


Seperti biasa pasti ia akan berpapasan dengan pemuda dan juga bapak-bapak di desa itu. Mereka menggoda Mira, dan Mira mengabaikannya begitu saja. Memang pemuda di desa dan juga di kota sedikit berbeda. Mereka tidak mengerti dengan namanya cat calling.


Mira akhirnya sudah sampai di depan rumah dan melihat jika Adam sedang berbincang dengan Setiawan. Melihat pria itu setelah sekian lama membuat Mira sangat membencinya. Bahkan Setiawan yang merupakan sahabat yang sama sekali tidak berpihak kepadanya malah berpihak dengan pria itu.


Benar-benar brengsek. Kenapa ia bisa memiliki sahabat seperti Setiawan yang tak pernah memikirkan bagaimana perasaannya dan malah berpihak kepada musuhnya. Memang Setiawan adalah orang yang tidak ingin lagi ia temui dalam hidupnya.


"Mira, kau sudah pulang? Ternyata itu benar-benar kau Mira."


"Kenapa kau ada di rumahku? Pulang kau, dasar pengkhianat. Kalian semua benar-benar jahat kepadaku. Semua sahabat dan juga suamiku menghianati aku sendiri. Kenapa kau ada di sini seolah-olah tak pernah merasa bersalah dengan apa yang telah kau lakukan kepadaku Setiawan?"


Setiawan terdiam mendengar amukan Mira. Dia sudah menduga bahwa Mira akan memarahinya seperti ini jadi Setiawan sudah menyiapkan mentalnya. Lagi pula memang dirinya salah tidak bisa membela sahabatnya sendiri padahal mereka telah bersahabat sejak SMP.


"Kau tahu Setiawan, hatiku benar-benar sakit mengetahui kau juga bersekongkol dengan dia. Demi uang dan jabatan kau menghianati aku, sahabatmu." Mira sangat berapi-api mengatakannya seolah-olah itulah unek-unek yang selama ini ingin Ia katakan.


"Mira, hei maafkan aku Mira. Aku tahu apa yang aku lakukan ini salah. Maka dari itu aku mau minta maaf kepadamu."


Mira terdiam sejenak, karena menurut dirinya kata maaf tidak semudah itu dikatakan.


__________


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA