My Husband Affair With My Friend

My Husband Affair With My Friend
Part 7



Adam masih memikirkan mengenai proyek barunya. Ya dia akan membangun pabrik di desa itu serta menemukan sumber minyak yang sangat banyak. Sangat sayang jika proyek tersebut dilewatkan, apalagi ia sudah mendapatkan izin dari pemerintah. Adam tidak ingin kedahuluan oleh orang lain.


Maka dari itu laki-laki tersebut berdiri di sini tengah memikirkan bagaimana caranya merebut hati rakyat agar ia bisa membujuk rakyat tersebut dan ia bisa mendirikan proyek barunya. Namun sampai saat ini ia belum menemukan solusi yang cocok untuk ia merebut hati rakyat. Lagi pula urusan ini sangat sulit sebab jika salah langkah sedikit saja maka penjara yang akan menunggunya.


Apalagi musuh-musuhnya juga sangat bahagia jika mengetahui bahwa dirinya terjeblos ke dalam penjara. Karena memang itulah yang mereka inginkan.


"Sampai sekarang aku tidak bisa berpikir jernih. Bagaimana caranya aku bisa mendapatkan hati rakyat itu. Kenapa mereka sangat suka sekali untuk didekati dan seolah-olah kita adalah penjahat di sini. Kan ini juga demi kebaikan dia, dengan dibukanya proyek tersebut maka akan menambah lapangan pekerjaan. Kenapa mereka tidak bisa berpikir." Ada menggigit bibirnya dan lalu kemudian berkacak pinggang.


Proyek tersebut mampu mengalihkan perhatiannya dari Mira. Tidak seperti biasanya ia selalu memikirkan wanita itu namun hari ini ia disebutkan dengan proyek tersebut. Lagi pula juga iya sudah lama tidak memikirkan perusahaannya hingga berada di ambang kehancuran.


Tapi untung saja ia menyadarinya lebih cepat, sehingga tidak perlu melakukan banyak evaluasi untuk membenahi perusahaannya ia pun berhasil membuat perusahaan tersebut kembali berjaya.


Ting


Adam pun memungut ponselnya dan melihat notifikasi dari siapa yang telah masuk ke alat canggih tersebut. Dan ternyata orang yang mengirimkan notifikasi tersebut adalah Setiawan.


"Hey, aku tahu kau saat ini pasti kebingungan, kan? Besok kita akan ke desa dan temui rakyat. Hanya mengadakan rapat itulah solusinya. Pulanglah ke rumah dahulu, aku merasa gerah sekali memikirkan kau yang terus-terusan berada di kantor."


Laki-laki tersebut pun kemudian menuruti permintaan Setiawan dan ia pulang ke rumahnya karena memang ada juga sudah sangat larut. Hanya ada beberapa karyawan yang masih berada di kantor untuk lembur. Ia menatap ke arah jam tangannya yang berada di sebelah tangan kanan. Pria itu hanya menelan ludahnya dan kemudian memasuki lift.


Setelah beberapa lama berada di dalam lift. Akhirnya ia pun sudah berada di lantai 1 dan dengan cepat laki-laki tersebut menuju ke parkiran. Ia masuk ke dalam mobilnya dan mengeluarkan mobil tersebut dari parkiran itu dan lalu kemudian menuju ke rumahnya.


Adam membawa mobil tersebut dalam volume yang sangat tinggi. Ia pun memerankan kembali mobilnya saat mendengar notifikasi telepon masuk. Yang melirik ke arah ponsel tersebut dan rupanya itu adalah Andini.


Adam hanya mendecih dan tak mau mempedulikan panggilan wanita itu. Laki-laki tersebut pun menarik nafas panjang dan mengepalkan tangannya.


"Kenapa wanita sialan itu sangat berisik sekali. Apakah dia tidak mengerti jika orang lain tengah sibuk. Seperti dia adalah prioritasku saja."


__________


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.