My Husband Affair With My Friend

My Husband Affair With My Friend
Part 28



Andini pun keluar dari dalam ruangan Adam dengan perasaan yang sangat sakit. Melihat kemesraan Mira dan juga Adam yang seperti dulu lagi membuatnya tidak bisa berkutik di tempat. Kenapa wanita itu harus kembali? Padahal dia sendiri yang memilih pergi tapi dia sendiri yang kembali lagi.


Andini menghafalkan tangannya sembari menghela nafas panjang. Iya menangis di pinggiran jalan. Adam mempermainkan dirinya, awas aja pria itu. Dirinya pasti akan membalas perbuatan Adam yang telah menyakiti hatinya.


Adam? Nama pria yang paling brengsek yang pernah ditemui oleh Andini. Andini sendiri tidak menyadari apa kesalahannya sehingga hanya menyalahkan Adam seorang. Mungkin ini adalah karma baginya setelah ia menggoda Adam padahal Adam adalah suami sahabatnya sendiri.


Ia rela merusak persahabatannya antara Mira. Bahkan sampai sekarang pun Andini belum pernah meminta maaf kepada Mira mengenai apa kesalahannya terhadap wanita itu. Tampaknya ia juga belum berniat untuk meminta maaf karena tujuannya untuk bersahabat dengan Mira memang untuk mendapatkan Adam. Kasihan sekali Mira hanya dimanfaatkan oleh Andini.


"Mira, kenapa kau tidak menjadi orang yang polos saja? Orang yang bisa aku bodohi seperti dulu. Kenapa kau tidak meninggalkan Adam saja? Wanita itu..." Andini sampai geram dan mengepalkan tangannya. Nafas wanita itu tersengal-sengal akibat sakit marahnya kepada Mira.


Padahal ini bukanlah salah Mira. Ini murni kesalahannya sendiri. Tapi Andini tidak ingin mengakuinya Karena ia merasa malu untuk mengatakan yang sebenarnya. Wanita itu memang benar-benar keterlaluan bahkan ia tidak menyadari apa yang telah Ia perbuat itu adalah salah.


"Kenapa nasibku seperti ini? Kenapa harus aku? Tidak, seharusnya merekalah yang sakit hati bukan aku," ucapan Andini kemudian menghapus air matanya dengan punggung tangannya dengan kasar.


Wanita itu sudah tercetak dendam di dadanya. Mungkin ia akan membalaskan dendamnya secepatnya karena ia tidak rela merasa di posisi ini sendirian sementara orang tersebut bahagia di atas penderitaannya.


Tekad wanita itu sepertinya sudah bulat. Sakit hati dibalas dengan dendam yang sangat luar biasa. Mungkin itu adalah hal yang setimpal.


"Andini?"


Terlihat wajah Andini memerah dan ia tidak ingin membalikan tubuhnya sama sekali karena enggan menatap wanita itu. Akan tetapi Mira lah yang berinisiatif untuk mendekati Andini.


"Apalagi yang ingin kau katakan Mira? Bukannya semuanya sudah impas? Kenapa kau masih belum puas juga menyakitiku."


Mira terdiam tak mampu untuk mengungkapkan perasaannya sendiri. Bisa-bisanya Andini mengkalahin jika dirinyalah yang paling tersakiti disini dan tidak memikirkan bagaimana perasaan bila dahulu saat mengetahui suaminya berselingkuh dengan Andini.


"Andini, kenapa kau merasa orang yang paling tersakiti diantara kita. Apakah kau tidak tahu bagaimana perasaanku dahulu saat aku mengetahui kalian berselingkuh di belakangku? Sekarang kau menjadi orang yang paling tersakiti setelah aku datang kembali untuk suamiku. Wajar saja bukan jika aku mendatangi suamiku kembali? Anakku membutuhkan ayahnya," ucap Mira to the point karena ia tidak ingin menunda-nunda lagi.


Andini yang mendengar perkataan Mira tersebut merasa tidak rela. Ia mengecam semua ucapan Mira.


"Tidak bisa, kau tidak bisa berkata seperti itu seenaknya. Akulah yang paling tersakiti di sini. Semenjak kita pertama kali kenal dengan adat aku yang pertama kali mencintainya baru kau. Akan tetapi kaulah yang mendapatkannya. Kau pikir aku tidak sakit hati melihatnya?"


Mira terkejut dengan pengakuan Andini yang tiba-tiba.


________


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA DAN KOMEN.