
Adam kalang kabut menunggu Mira di luar dengan sangat tidak sabaran untuk mengetahui bagaimana kabar istrinya di dalam. Ia ada tidak ada yang kenapa-napa baik istrinya dan juga anaknya. Ia harus bisa menyelamatkan keduanya. Jika tidak bisa maka ia akan menjadi orang yang paling gagal dalam hidupnya.
"Kalian berdua pasti bisa bertahan. Aku pasti akan melakukan apapun demi menyelamatkan kalian," ucap berjanji kepada keduanya.
Ia pasti bisa menyelamatkan istrinya. Bagaimana pun juga ia harus bisa. Adam menghela napas panjang dan mencoba untuk menenangkan diri dengan duduk di ruang tunggu dengan perasaan yang gundah dan tak bisa dideskripsikan bagaimana kondisi hatinya saat ini.
"Kau pasti akan baik-baik saja, kan saya?"
Tiba-tiba dokter keluar dari dalam ruangan Mira dan dengan cepat wanita itu langsung menghampiri dokter tersebut dan mencerca dokter itu dengan beberapa pertanyaan mengenai kondisi Mira.
"Bagaimana keadaannya sekarang? Dia baik-baik saja kan, Dok? Keduanya selamat, kan? Tidak ada yang terjadi sesuatu diantara mereka, kan?"
Dokter tersebut menunjukkan kepalanya membuat Adam sangat marah. Dokter tersebut tidak boleh putus asa di depannya dan harus bisa menyelamatkan keduanya bagaimanapun caranya.
"Kenapa wajahmu seperti itu? Apakah kau tidak bisa menyelamatkannya? Kau benar-benar keterlaluan dan tidak becus menjadi dokter."
Dokter tersebut mengangkat kepalanya. Ia tahu bahwa Adam pasti akan sangat marah ketika mengetahui bahwa istrinya tidak baik-baik saja.
"Kami masih bisa menyelamatkan keduanya, tapi belum tentu pasti. Karena pasien super meminum kalau makan kandungan tersebut sehingga kandungannya sekarang tidak baik-baik saja dan sangat lemah. Namun kami berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkannya."
Mendengar kata-kata dari dokter itu belum tentu bisa membuat dirinya tenang laki-laki itu memandang ke arah dokter tersebut dengan pandangan yang menuntut dan berharap bahwa dokter itu bisa menyelamatkan istrinya bagaimanapun juga.
"Awas aja jika terjadi sesuatu kepada istriku. Maka aku tidak akan memaafkan kalian bagaimanapun caranya. Kalian harus bisa bertanggung jawab dengan apa yang terjadi kepada istriku tersebut," jelas Adam dan lalu kemudian melirik istrinya dari kaca yang transparan.
Adam pun menganggukkan kepalanya. Kemudian ia memandang ke arah dokter tersebut dengan tatapan memohon untuk masuk ke dalam.
Kemudian dokter itu pun mempersilahkan ada masuk ke dalam ruangan tempat Mira dirawat dan menjenguk Mira. Saat memasuki ruangan itu hati Adam sangat sakit.
Ia menghampiri istrinya yang tergeletak lemari atas ranjang. Adam dulu di tepi ranjang tersebut dan lalu kemudian menggenggam tangan Mira.
"Kenapa hidupmu tidak pernah bahagia, selalu saja ada masalah yang datang kepadamu. Yang jelas aku pasti akan melindungimu bagaimanapun caranya. Seisi dunia harus tahu bahwa kau adalah milikku. Dan kau tidak bisa mati maupun sakit tanpa seizin ku."
Sepertinya Adam sudah gila mengatakan hal tersebut kepada istrinya. Bisa dikatakan laki-laki itu sangat frustasi dengan keadaan yang sekarang ini sehingga ia pun tidak bisa berpikir dengan jernih.
Mungkin setelah ini akan meminta maaf kepada Tuhan karena telah berani berani mengatakan hal tersebut.
Adam pun menunggu hingga Mira sadarkan diri sehingga ia sampai tertidur sembari menggenggam tangan wanita tersebut.
Pegangannya sangat kuat seolah-olah tidak ingin dilepaskan dari Mira. Agar ia tahu ketika Mira sadar ia pun akan ikut terbangun juga.
___________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA