
Mira terdiam di tepi ranjangnya. Terlihat sekali wajah wanita itu sangat murung seperti menyimpan banyak beban yang tak bisa dikatakan olehnya.
Adam yang telah selesai bekerja menatap ke arah istrinya dan lalu kemudian mendekatinya ketika melihat sang istri dalam keadaan murung seperti itu.
"Masih memikirkan tentang Andini? Kenapa harus memikirkan wanita itu? Kau sendiri juga tahu bahwa dia adalah seorang pelakor dan tidak perlu kau hiraukan. Lagi pula dia adalah bukan orang penting di hidup kita."
Mira tetap diam walaupun suaminya telah menenangkan dirinya. Menurutnya, dengan kata-kata saja tidak akan cukup. Sebab di sini yang bernama merasa bersalah dengan Andini. Rupanya Andini telah menyimpan perasaan kepada Adam sudah sejak lama. Sementara dirinyalah yang berhasil mendapatkan Adam berawal pada saat itu ia mencintai laki-laki tersebut.
"Ini tidak sesederhana itu. Kau tahu bagaimana perasaanku saat ini, Aku benar-benar bingung Adam. Kau tahu apa yang ia katakan ketika aku menemuinya tadi?" Mira menatap ke arah Adam dengan pandangan serius.
Adam pun menaikkan satu alisnya seolah-olah dengan bertanya kepada Mira apa yang dikatakan oleh perempuan itu tadi.
"Memangnya apa yang dia katakan?"
"Dia mengatakan bahwa dia telah menyukai sejak lama. Semenjak dia bertemu denganmu, akan tetapi akulah yang mendapatkan hati mu. Kau pikir dia tidak akan sakit hati dengan semua perjuangan yang selama ini namun berakhir dengan sia-sia? Aku mengerti perasaan Andini Adam."
Tapi Adam sama sekali tidak berkata apapun dan di wajahnya juga tampak terlihat biasa-biasa saja. Hal itu makin lagi membuat Andini bingung dengan sikap laki-laki tersebut.
"Kenapa kau diam saja? Kenapa kok sama sekali tidak ingin mengatakan yang sebenarnya. Apa yang telah terjadi di antara kalian berdua? Katakan sekarang biar aku bisa tenang."
"Aku tahu semuanya Mira. Lagi pula kita tidak perlu memikirkannya lagi terutama adalah yang kita pikirkan mengenai anak kita ini," ucap Adam seraya mengelus perut Mira.
"Kamu mengetahui semuanya? Mengenai perasaannya yang menyukaimu sejak lama itu?" Adam mengganggukan kepalanya dengan santai.
"Kenapa memang? Dia sendiri yang mengungkapkan perasaannya kepadaku dan aku hanya meneladaninya saja. Hingga pada akhirnya aku benar-benar menguak padanya dan menerima godaannya."
Mira tak habis pikir dengan pria itu. Wanita tersebut mengepalkan tangannya. Kenapa Adam tidak menerimanya saja dan malah berselingkuh di belakangnya. Jika seperti itu Mungkin ia takkan pernah merasakan sakit hati yang baik itu mendalam dan bahkan sampai sekarang belum terobati.
"Kenapa kau tidak menikah dengan Andini saja? Kenapa harus berselingkuh di belakangku? Sekarang kamu nyesel dan begitu mudahnya aku mau memaafkanmu kembali," sindir Mira sambil tertawa. Wanita itu mana tahu akan hidupnya yang betul-betul sangat tragis.
Adakah orang yang lebih bodoh dari dirinya? Bahkan ia ingin memaafkan orang yang telah menyakiti hatinya dan membuatnya depresi bertahun-tahun. Selain itu ia berjuang hidup dalam mati demi anaknya dan membesarkannya seorang diri tanpa adanya sosok suami di dalam hidupnya.
_________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA DAN KOMEN.