My Husband Affair With My Friend

My Husband Affair With My Friend
Part 17



Mira hampir saja jantungan ketika melihat pria yang ingin dihindarinya selama ini malah tertidur di sopannya dengan sangat nyaman. Bahkan laki-laki tersebut sama sekali tidak ada niatan untuk beranjak dari tempatnya. Kenapa pria itu tidak pulang? Bahkan rela tidur di sofa hanya karena untuk mendapatkan maaf darinya. Seharusnya laki-laki tersebut tahu bahwa Mira tidak semudah itu untuk memaafkan seseorang sebab kesalahan yang telah dilakukan oleh Adam benar-benar tidak bisa dimaafkan dengan mudah.


Semua bisa dimaafkan namun tidak dengan perselingkuhan. Apalagi laki-laki tersebut berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Wanita mana yang tidak merasa sakit hati mendapatkan takdir yang seperti itu? Apalagi perselingkuhan itu adalah dengan orang terdekatnya yang sudah sangat ia percayai namun dialah yang telah menusuk Mira dari belakang.


Mira berusaha untuk menyelewati sofa tersebut tanpa mengeluarkan suara. Ia akan pergi ke dapur dan memasak beberapa makanan untuk anaknya pergi sekolah. Serta menyiapkan beberapa makanan juga untuk pria itu.


Sebab Mira tahu betul pria itu pasti akan menagih makanan darinya. Selain itu Narendra juga akan membela ayahnya jadi ia sungguh sangat benar-benar tersudutkan di sini.


"Mama!" teriak Narendra dari dalam kamar yang sudah rapi dengan baju sekolahnya. Namun saat melewati ruang tamu ia terkejut melihat ayahnya tertidur di sofa.


Narendra yang sedikit memiliki kelembutan di hatinya lantas menghampiri ayahnya dan berusaha untuk membangunkan Adam. Kenapa melihat hal tersebut membuat hati Mira sangat kesal. Wanita itu salah tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh anaknya.


"Papa, bangunlah. Hari sudah siang papa." Adam yang terus digerakkan tubuhnya tersebut pun merasa terganggu tidurnya. Laki-laki itu perlahan mengerjakan matanya dan melihat ke arah anaknya yang rupanya yang telah membangunkannya.


Tapi ia merasakan sensasi yang benar-benar sangat berbeda. Biasanya paginya tidak pernah dibangunkan oleh seorang anak kecil namun hari ini ia benar-benar merasa luar biasa karena dibangunkan oleh anak kandungnya sendiri. Bagaimana tidak hatinya tidak bahagia. Di depannya adalah Narendra buat cintanya dengan Mira.


"Narendra, kau sudah bangun Nak? Bagaimana denganmu? Apakah sudah rapi." Adam tidak bisa melihat dengan jelas sama sekali bahwa anaknya sudah sangat rapi. Mendapatkan pertanyaan seperti itu membuat Narendra sangat kesal kepada ayahnya.


Laki-laki itu mengusap kepala Narendra dengan sayang dan lalu mengecup kuningnya cukup lama.


"Baiklah anakku, kali ini aku yang salah. Sekarang kau mau apa? Aku akan menuruti semua permintaanmu."


"Hari ini Papa harus mengantarkanku ke sekolah biar teman-temanku tahu bahwa aku juga memiliki Ayah seperti mereka." Rasanya Narendra tidak sabar ingin memamerkan kepada orang lain bahwa ia telah memiliki seorang ayah.


Tapi Adam tentu saja tidak semudah itu untuk menyetujuinya. Karena memerlukan pertimbangan yang sangat banyak sebab Ia harus memikirkan nasib anaknya ke depannya jika orang tahu bahwa Ayahnya adalah Adam yang merupakan orang yang sangat dibenci oleh warga.


Apalagi pasti Mira akan menjadi bulan-bulanan orang lain.


__________


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.