
Mira menatap ke arah orang yang baru saja menyebut namanya. Kenapa suara itu sangat familiar, aura di sini juga dirasakannya sangat tidak asing. Dengan perasaan yang benar-benar sangat gugup, Mira mencoba untuk melirik ke sampingnya dan benar saja matanya langsung bertatapan dengan mata hitam itu. Dia, dia adalah orang yang paling dibencinya. Kenapa tiba-tiba bisa ada di sini.
Mira pun membuang wajahnya dan mencoba untuk pergi ke luar rumah Pak RT tersebut. Hatinya benar-benar sakit dan ia tak bisa membayangkan kenapa semua orang di sini seperti tak mempedulikan perasaannya. Tentu saja mereka tidak peduli karena mereka tidak tahu perasaan sakit yang saat ini tengah dirasakan olehnya.
Adam yang melihat Mira, tentu saja tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Tak disangka sekali dayung dua pulau dilalui. Ia tak pernah tahu jika istrinya akan tinggal di desa ini. Adam sangat bahagia karena telah menemukan istrinya. Apalagi istrinya adalah segalanya buatnya.
Mira menerobos kerumunan orang banyak, air matanya jatuh. Sementara itu Adam berusaha untuk mengejar Mira. Setiawan yang berada di tengah-tengah situasi tersebut hanya bisa menghela nafas dan terpaksa mengurus semuanya menggantikan Adam.
Mira berlari kencang sementara itu Adam mengejarnya. Orang-orang di situ, tidak ada yang peduli dengannya bahkan mereka sampai menggosipi Mira yang tidak-tidak.
"Mira tunggu. Aku akan menjelaskan semuanya, hei berhentilah. Apakah itu anak kita?!" teriak Adam membuat Mira tak bisa berkata-kata.
Perempuan tersebut hanya bisa menangis lalu menghapus air matanya. Kakinya juga terasa sangat kelu seperti seolah-olah ada magnet yang menahannya. Adam tersenyum melihat Mira dan lalu ia menghampirinya dengan perasaan tidak sabar.
Mira menangis tersedu-sedu. Setelah kabur dari pria ini akhirnya ia bertemu kembali. Apakah dirinya benar-benar tidak bisa melupakannya? Dan apakah takdir sendiri belum move on dari hubungan mereka? Padahal Mira sangat berharap bahwa dirinya bisa menahan perasaan ini tapi kenapa dadanya berdetak sangat kencang?
"Hai Mira. Ini aku suamimu, kau melupakanku Mira?" Pandangan Adam jatuh kepada Narendra yang kebingungan.
"Lancang sekali kau melakukan itu. Dia anakku kau tidak boleh menyentuhnya."
Adam terdiam mendengar ucapan Mira. Wanita itu tampaknya benar-benar sangat dendam kepadanya. Ia tak peduli dengan perasaan dendam itu yang penting dirinya bisa bertemu dengan istri dan anaknya kembali. Ia harus membawa Mira bagaimanapun caranya walaupun wanita itu tidak menerimanya.
"Aku harus membawamu pulang Mira, tidak peduli kau mau menerimanya atau tidak. Aku akan tetap membawamu ke Jakarta."
Mira langsung gelap mata mendengarnya. Tanpa disadari olehnya sendiri Ia pun menampar pipi Adam dengan sangat kencang.
"Lancang kau Adam! Kau adalah satu-satunya orang yang paling brengsek di dunia ini, kau benar-benar tidak tahu malu. Kau telah berselingkuh di belakangku dengan Andini, aku pergi kau malah mencarinya? Bukannya kau sudah hidup bahagia dengan Andini? Kenapa? Kau menyesal?" Mira tertawa sambil mengatakannya. Tawa yang penuh dengan tangisan. Tidak ada rasa bahagia namun hanya rasa sakit yang kembali terulang lagi.
__________
TBC JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.