
Warga ramai-ramai ingin ke tempat pak RT untuk melihat perselisihan tersebut. Mira yang juga sangat penasaran juga turut ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Namun wanita itu terdiam saat lupa jika anaknya masih di rumah dan pasti ia akan datang ke toko kelontong untuk mencarinya. Mira sedang diambang rasa bingung yang berlebih.
Wanita itu menggigit bibirnya delima akan suatu pilihan. Apakah ia tetap di toko kelontong atau dirinya akan pergi ke tempat Pak RT untuk menyaksikan perselisihan tersebut. Jujur saja semenjak menjadi orang desa, Mira suka kepo. Mungkin itu adalah sifat alamiah seorang manusia.
"Ayo Mira, kenapa masih diam aja? Kalau mau ikut juga tutup aja tokonya." Mira hanya diam dan tak bisa menjawab. Wanita itu menghilangkan nafas panjang dan lalu menghembuskannya secara perlahan.
"Nanti Narendra bakal datang ke sini, mungkin dia akan mencariku."
Bi Surti seolah tengah memaksa Mira. Ia pun menggelengkan kepalanya melihat betapa patuhnya Mira. Padahal ada gosip sebesar ini masih saja mau menjaga toko.
"Tinggalin aja lah tokonya, nanti bilang aja sama ke anak-anak di sini kalau mamanya Narendra lagi ke tempat Pak RT. Pandai lanarendra untuk datang ke tempat Pak RT juga." Mira berpikir sejenak.
Ia melirik ke arah Surti dan jika dipikir-pikir lebih dalam lagi apa yang dikatakan oleh bi Surti ada benarnya.
"Bolehlah kalau begitu. Sebentar Bi, aku tutup tokonya dulu. Aku juga mau nyampein ke anak-anak kalau Narendra cari aku nanti bilang aku ke tempat Pak RT."
Bi Surti selaku bosnya tersebut menganggukkan kepala. Selesai telah menutup toko, Mira pun menghampiri sekelompok anak-anak yang masih bermain di sekitar toko tersebut.
"Hei. Nanti kalau misalnya Narendra datang ke sini, bilang mamanya lagi ada di tempat Pak RT. Suruh aja Narendra pulang."
"Oke Mbak," jawab anak-anak yang sedang bermain di tempat itu.
"Bi, bagaimana? Apakah orang-orang di sana sama sekali tidak ingin mendengarkan penjelasan dari Pak RT kita? Mereka masih terus memaksa?"
"Ya begitulah nak Mira. Mereka tuh terlalu serakah, belum tahu aja ada azabnya. Mereka pikir bisa hidup dengan bergelimang harta seperti itu namun orang di bawah mereka tertindas," ucap di Surti yang berapi-api. Tampaknya Bi Surti benar-benar sangat marah kepada orang-orang kota tersebut.
"Eh Bi ada apa ribut di sana?" tanya Mira dan lalu ikut menarik di shopee untuk menghampiri keributan yang terjadi di rumah Pak RT.
Sepertinya keributan tersebut sangatlah parah hingga terjadi aksi anarkis di antara kedua belah pihak. Tapi dilihat-lihat dari pihak orang kota berusaha untuk berdamai namun orang desa tidak mau menerimanya. Ia tak berapa jelas melihat orang-orang di sana. Mira hanya melihat anak-anak buahnya saja namun ia tak melihat di mana keberadaan bos petinggi mereka.
Bahkan anak buahnya tersebut dikira Mira adalah bosnya. Mira menggiringkan kepala melihat kejadian tersebut. Ia sebenarnya hendak saja menengahi, tapi resikonya sangat tinggi. Sebenarnya Mira juga tidak kalah hebatnya dengan orang-orang seperti itu.
Mira adalah orang terpelajar dan juga pernah membuat usaha.
__________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.