My Husband Affair With My Friend

My Husband Affair With My Friend
Part 18



Mira hanya murung dari tadi dan sama sekali tidak ingin berbicara kepada Adam. Ada menarik nafas panjang dan lalu kemudian menghembuskannya secara perlahan. Laki-laki tersebut berusaha untuk mendekati Mira tapi Mira berusaha untuk menjauhinya. Ibaratnya semakin ku kejar semakin kau jauh.


"Mira, seperti ini pun kau masih menolak ku, apa yang harus aku lakukan agar kau bisa menerimaku kembali? Tidak bisakah kau memaafkan kesalahanku sama sekali? Oke oke. Aku memang salah apakah aku harus bersujud di hadapanmu agar kau tahu betapa tulusnya Aku meminta maaf."


Kebetulan sekali Adam telah mengantarkan Narendra ke sekolahnya sehingga anak itu tidak mendengar perbincangan antara orang tuanya.


Mira melirik ke arah pria itu dengan tatapan marah yang sangat luar biasa. Bisa-bisanya Adam hanya minta maaf. Semua orang juga bisa melakukannya setelah melakukan kesalahan yang sangat besar lalu meminta maaf dan setelah itu beres. Segampang itu kah? Tentu saja tidak.


Mira menghampiri pria itu dan lalu menamparnya dengan sangat keras. Inilah yang ingin ia lakukan dari dulu. Namun ia tidak sempat melakukannya karena pria itu koma di rumah sakit.


Adam hanya menatap ke arah wanita itu tanpa berani melawan. Tamparan yang diberikan oleh Mira memang sangat pantas untuk didapatkan olehnya.


"Mira, tampar lah lagi aku sepuas mu agar kau bisa memaafkan ku. Dengan seperti itu mungkin hak sakit hatimu bisa terbalaskan."


Mira menggelengkan kepalanya, bahkan tamparan pun sungguh tidak cukup untuk mengobati rasa sakit hatinya. Bahkan pria itu meninggal pun ia masih merasa tidak puas.


"Menyakiti fisikmu bukanlah hal yang sangat bagus. Karena aku tidak akan pernah puas. Menyakiti hatimu Mungkin itu adalah jalan yang paling bagus."


Adam pun terdiam mendengarnya. Apakah Mira akan menyiksa dirinya? Iya selama ini Mira tidak mengetahui bahwa dirinya terus-terusan disiksa oleh miras sebab Ia merindukan wanita itu tapi dia tidak tahu di mana keberadaan Mira. Biarlah penyiksaan tersebut hanya diketahui olehnya tidak perlu Mira mengetahuinya.


"KAU TIDAK PERLU MELAKUKAN APAPUN. TIDAK SEMUDAH ITU PERSELINGKUHAN HANYA DIBERIKAN MAAF. MBAK KAN TIDAK ADA HAL YANG PALING MEMUASKAN SELAIN MENYAKITI HATIMU TAPI AKU TIDAK TAHU HARUS MELAKUKAN APA AGAR KAU TERSIKSA DENGAN BATINMU. MUNGKIN DENGAN SEPERTI INI DENGAN AKU YANG TIDAK PERNAH MENERIMAMU ADALAH HAL YANG PALING MEMUASKAN DALAM HIDUPKU. JADI ITULAH YANG HARUS KAU LAKUKAN MENERIMA PENOLAKAN KU DAN KAU TAK BOLEH MENEMUI KU LAGI."


Mira menutup pintu dengan sangat kencang bahkan tetangga pun mendengar pertengkaran tersebut. Mungkin setelah ini Mira akan benar-benar merasa malu dengan para tetangga. Salahkan saja Adam.


"Mira, hei jangan seperti ini, kau tidak bisa melakukannya seenaknya saja."


"APAKAH KAU TIDAK BISA MEMAHAMINYA? KAU ITU SANGAT-SANGATLAH BRENGSEK. BAHKAN KAU MENINDAS PERASAAN RAKYAT."


"Tapi, mereka sudah menerima apa yang aku inginkan."


Mira tidak lagi menjawab dan ia pergi ke dalam kamarnya. Biarkan saja pria itu akan sampai kapan berdiri di depan pintunya. Laki-laki itu memang tidak tahu malu dengan apa yang telah diperbuatnya. Mira sendiri saja tahu dengan perasaan malu tapi sangat disayangkan CEO di perusahaan kaya saja tidak bisa memiliki rasa malu sama sekali.


_________


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.