
Mira pangeran nafas melihat anaknya yang lagi-lagi pulang bermain dalam keadaan kotor. Mira menarik tangan Narendra untuk pergi ke kamar mandi dan menyuruh anak itu membersihkan tubuhnya sendiri.
"Sudah Mama bilang, jangan main air. Kalau dibilangin itu nggak pernah didengerin. Lihat bajumu kotor kayak gini. Kalau Papa mau tahu pasti dia akan marahi kamu," ucap Mira yang marah melihat kondisi anaknya yang betul-betul kotor.
Narendra sendiri tidak berani untuk membantah ucapan Ibunya dan ia hanya mendengarkan segala amukannya ibunya tersebut walaupun sebenarnya telinga yang sangat panas. Kemudian Narendra masuk ke dalam kamar mandinya sendiri dan termenung di kamar mandi tersebut.
Sedangkan Mira, wanita itu hanya bisa pasrah dengan anaknya yang sedikit nakal. Semakin dia beranjak remaja semakin pula sifatnya sulit untuk diatur. Anak itu memiliki sifat yang membangkang dan juga keras kepala sehingga ia terkadang kewalahan untuk mengurusnya.
"Anak itu, benar-benar membuatku sakit kepala."
Mira menghela nafas panjang dan lalu kemudian mendudukkan belakangnya di sofa sembari memijat kepalanya. Entah kenapa rasanya sangat sakit sekali. Ia pun menyentuh perutnya yang semakin hari semakin membesar. Seketika rasa lelahnya pun tergantikan dengan sebuah senyuman tulus kepada anak yang masih di dalam kandungannya. Ia tak sabar menunggu kehadiran malaikat kecilnya kembali. Narendra sendiri sangat senang bahwa ia akan memiliki seorang adik.
Saat sedang menikmati rasa lelahnya di atas sofa, tiba-tiba ia mendengar suara Adam yang sudah pulang. Mira menaikkan alisnya bingung kenapa suaminya hari ini cepat pulang dan tidak seperti biasanya.
"Kenapa hari ini cepat sekali pulang? Apa yang terjadi?"
"Tidak terjadi apapun. Hanya ingin pulang untuk menjenguk istri ku," ucapnya seraya mengecup bibir Mira sekilas.
Mira pun tersenyum lebar dan kemudian ia memeluk tubuh suaminya itu. Memang ini yang sangat ia inginkan dari tadi yaitu memeluk tubuh suaminya dan menghirup udara yang sangat segar dari suaminya tersebut.
"Mas aku kangen banget sama Mas tau," ucap Mira seraya mendusslkan kepalanya kepada dada pria itu.
Adam yang mendengar panggilan istrinya tersebut lantas sangat senang dan memeluk tubuh Mira lebih erat lagi.
Adam mengusap kepala Mira dan itu memberikan rasa nyaman tersendiri kepada wanita itu. Ia menarik napas panjang dan kemudian lalu melepaskan pelukannya dari Adam. Adapun menjadi bingung kenapa Mira melakukan hal itu kepada dirinya.
"Kenapa memangnya sayang?"
Mira menyentuh perutnya yang terasa sakit. Adam yang melihat hal tersebut langsung panik dan ia menatap ke arah istrinya dengan pandangan serius.
"Apa yang terjadi kepadamu? Katakan yang sebenarnya Mira? Jangan menakut-nakuti ku. Katakanlah sekarang sebelum terlambat Mira." Mira pun menatap suaminya dengan pandangan yang berkaca-kaca. Tampaknya ia Sudja sangat tidak tahan dengan perutnya yang terasa sangat sakit. Ia sendiri juga tidak tahu kenapa tiba-tiba datang sakit perut seperti ini.
"Gak tau Mas. Tiba-tiba perut aku sakit banget. Ada apa yah dengan ku? Kenapa aku takut sama sekali." Adam pun langsung mengangkat tubuh Mira dan membawanya ke dalam kamar.
"Nanti Mas telpon dokter. Jangan menangis lagi."
Mira menganggukan kepalanya dan ia patuh dengan suaminya. Sepanjang perjalanan menuju ke kamar, Adam memberikan segala perhatiannya kepada Mira.
___________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.