
"Sayang, dari tadi kau terus bermain. Berhentilah bermain, besok kau akan sekolah nanti ke kelelahan." Itu adalah daya tarik untuk menarik Narendra kepada dirinya lagi.
Dan juga sebagai bentuk, untuk menjauhkan Narendra dari Adam. Tentu saja Adam pintar, ia tahu apa yang ingin dilakukan oleh Mira. Terlihat dari wajahnya pria itu tidak akan membiarkan Mira melakukan hal tersebut.
Mira tidak peduli dengan tatapan tajam yang dilontarkan oleh laki-laki itu. Ia tahu jika pria tersebut hanya ingin mengancamnya.
"Kenapa? Dia masih senang bermain denganku," ucap Adam sengaja menyinggung perasaan Mira.
Mira hanya mendeci dan tak peduli dengan pria itu. Ia menarik paksa Narendra dan menggendongnya menuju kamar anak itu. Setelah itu, ia langsung mengunci pintu kamar Narendra dengan rapat.
"Mama, apa yang sudah Mama lakukan? Kenapa Mama mengunci pintunya? Bukannya Papa masih di luar Ma?" Mira sangat muak mendengar anak itu menyebut Adam dengan sebutan papa. Ya walaupun benar Adam adalah ayahnya, ayah kandung Narendra. Tapi tetap saja Mira tidak rela laki-laki itu disebut Ayah oleh Narendra.
"Biarkan saja Nak, dia pasti akan pulang. Besok dia akan ke sini lagi," sengaja Mira meneruskan ucapannya ke kalimat berikutnya karena ia tahu bahwa Narendra pasti tidak rela dan mereka ingin ikut dengan ayahnya takut kehilangan ayahnya lagi.
Sang anak perlahan mulai luluh dengan Mira. Mira sedikit lega merasakannya. Wanita itu lantas menidurkan Narendra seperti biasanya. Narendra perlahan memejamkan matanya.
Akhirnya Mira bisa bernapas dengan lega melihat anak itu telah tidur. Sekarang adalah gilirannya untuk tidur. Mira tidak ingin keluar takut pria itu masih berada di luar sana, maka dari itu ia lebih memilih tidur di kamar Narendra.
Sementara itu di luar ada di tengah bekerja. Ia sama sekali tidak ada berniat ingin pulang ke hotel. Pria itu sedang fokus laptopnya. Mungkin Mira tidak akan menyangka bahwa pria itu akan menghabiskan malamnya di rumahnya. Mau mengusirnya heh? Tentu saja tidak akan bisa. Ia tak akan membiarkan Mira menang.
Memang pria itu sangat brengsek dan bahkan ia tidak bertanggung jawab sama sekali dengan apa yang ia lakukan terhadap Mira dan juga Andini. Lantas alasan apa yang mengharuskan Mira berbalikan dengan suaminya? Lihatlah suaminya sangat brengsek.
"Dasar wanita sialan itu. Mengganggu momen ku saja. Dia benar-benar sangat menyebalkan. Karena dirinya lah aku berpisah dengan Mira."
Sudah seperti ini masih saja ada menyalahkan Andini. Ya walaupun Adam tidak salah sepenuhnya sebab Andini juga ikut terlibat dalam bersingguhan tersebut karena ialah yang awalnya menggoda Adam. Adam memang sangat brengsek karena ia membiarkan Andini menggodanya dan bahkan sama sekali tidak menghindar dari wanita itu.
Mira sudah mengetahui kebenarannya. Tidak perlu dijelaskan kepadanya lagi, mendengarnya saja membuat hati kita sangat sakit dan tidak terima. Pria itu menghela nafas panjang sembari memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa mendapatkan maaf dari Mira dan berbalikan dengan wanita itu lagi seperti dahulu.
Dia merindukan Mira nya, orang yang sangat dicintainya.
_________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.