My Husband Affair With My Friend

My Husband Affair With My Friend
Part 6



Mira teridam saat ia mendengar kegaduhan yang terjadi di desa mereka. Ya ada perusahaan yang tidak tahu dari mana asalnya berusaha untuk merebut lahan-lahan dan perumahan milik rakyat. Mereka dengan seenak jidatnya saja melakukan hal tersebut tanpa memikirkan bagaimana perasaan rakyat.


Dalam hati Mira juga ikut geram dengan perbuatan orang tersebut. Sungguh tidak bertanggung jawab, ia sangat membenci sifat seperti itu. Ketika menjadi orang kecil barulah Nira bisa merasakan bagaimana perasaan mereka yang selalu terus-menerus tertindas oleh orang di atas mereka.


Maka dari itu Mira sangat bersyukur bisa mengenal orang-orang di desa ini. Jadi ya bisa merasakan bagaimana perasaan mereka dan betapa tulusnya mereka terhadap keluarga namun selalu saja dihalang-halangi oleh orang yang memiliki kekuasaan dan kekayaan yang lebih daripada mereka.


Terkadang Mira memikirkan, apakah suaminya pernah dulu seperti ini? Jujur saja ia tidak terlalu mengikuti pekerjaan suaminya dan tidak banyak mencari tahu. Namun ia sangat berharap bahwa Adam tidak pernah melakukan tindakan seperti itu walaupun sekarang mereka telah berpisah. Mira tidak ingin anaknya juga memiliki sifat yang sama seperti orang tuanya.


Ia ingin membentuk karakter Narendra yang baru tanpa menurunkan sifat dari orang tuanya tapi harus semacam itu sulit dilakukan. Karena sudah menjadi ciri khas dan bawaan dari lahir.


"Mama, kenapa Mama dari tadi terus melamun? Sampai-sampai Mama tidak menyadari jika Narendra telah pulang." Mira terkejut mendengar suara anak kesayangannya.


Ia pun membalikkan tubuhnya dan benar jika anaknya telah pulang. Bener apa yang dikatakan narendraya terlalu larut dalam pikirannya hingga tidak menyadari jika anaknya telah pulang. Untuk menebus kesalahan yang telah diperbuatnya, Mira pun menghampiri seorang terlalu kemudian memeluk tubuhnya dengan sangat erat.


Oh Tuhan iya benar-benar mencintai anak ini dan jagalah Narendra dan semoga tidak ada yang akan menyakitinya. Sebab hanyalah Narendra lah satu-satunya harapannya. Ia berpikir bahwa hidup berdua dengan anak itu juga sudah cukup.


"Nak, maafkan mama ya? Bagaimana di sekolah tadi? Apakah semuanya lancar? Kau juga tidak nakal, kan? Awas aja mama dengar jika kamu berkelahi lagi." Narendra hanya tersenyum lebar. Salah ingin menunjukkan bahwa ia baik-baik saja dan tentunya ia tak lagi berkelahi.


Wajar saja jika Mira merasa sangat khawatir kepada anaknya tersebut sebab ia pernah dipanggil ketika Narendra berkelahi dengan temannya. Hanya masalah sepele mengenai tugas, tentu saja Narendra adalah orang yang pelit dalam mencontekan tugas sehingga ia sampai rela berkelahi dan mengakibatkan perkelahian tersebut.


"Mama Narendra tidak lagi berkelahi, Narendra sudah sadar dengan apa yang dilakukan oleh Narendra. Narendra tidak akan membuat Mama susah lagi," ucap laki-laki tersebut dengan perasaan yang sangat tulus.


Mira yang melihatnya merasa sangat terharu. Melihat betapa tulusnya anak ini cukup membuat hatinya tersenyum.


___________


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.