
Tidak ada pilihan lain, Mira terpaksa membawa Adam ke rumahnya. Walaupun hatinya sangat berseberangan sekali, ia tak ingin pria itu menginjak rumahnya, tapi apa daya ia tak memiliki kekuatan sama sekali sehingga dirinya dapat dimanfaatkan oleh Adam kembali.
Mira menatap serius ke arah pria itu, jadi orang kotanya selama ini dibicarakan oleh rakyat yang terkenal dengan angkuh sombong dan terlalu memaksakan kehendaknya itu adalah suaminya sendiri. Entah kenapa Mira membayangkannya sangat malu, ia sama sekali tidak merasa bangga dengan pencapaian suaminya tersebut.
Mira pun menarik nafas panjang dan lalu menghembuskannya secara perlahan. Baiklah ia harus bersabar, suatu hari nanti pasti mereka semua dapat membalas kejahatan yang dilakukan oleh Adam ini. Jika dilihat-lihat, laki-laki tersebut memang sangat sempurna dan terlalu memaksakan kehendaknya. Tanpa memikirkan bagaimana orang lain setuju atau tidak dengan kehendaknya tersebut. Memang Adam adalah tipe orang yang sangat egois.
Mira menundukkan kepalanya ketika pria itu mendapat ke arahnya dengan pandangan yang sangat tajam. Tampaknya pria itu tahu apa yang sedang dia pikirkan saat ini. Jika bukan karena Narendra yang mengetahui bahwa itu adalah ayahnya, ia tak akan membawa pria itu pulang ke tempat ini.
Bisa-bisanya laki-laki itu mengancam dirinya dengan anaknya. Memang tidak beradab, Narendra masih kecil tapi pria itu ingin membawa Narendra pergi ke Jakarta Jika ia tidak ingin menunjukkan jalan ke rumahnya.
"Kenapa kau dari tadi diam? Apakah kau tidak melayaniku?" Enak sekali pria itu berkata. Memangnya siapa yang mau melayani dirinya. Ia sendiri sangat ogah untuk melayani pria itu.
Sampai kapanpun tidak akan. Mira mengenal nafas panjang. Sangat disayangkan tapi ia tak bisa melakukan apa yang diharapkan oleh hatinya. Sementara itu ia terpaksa beranjak untuk membuatkan minuman dan beberapa cemilan untuk Adam.
Sedangkan Narendra tengah bermain dengan ayahnya. Awalnya iya sempat menolak pria itu namun ketika mengetahui bahwa pria tersebut adalah ayahnya ia berubah pikiran. Anak laki-laki itu semakin akrab dengan ayahnya dan bahkan tidak ingin dipisahkan sama sekali.
Melihat kedekatan itu dana Rendra yang tidak mengerti dengan perasaannya, membuat hati Mira benar-benar sangat sakit. Ia kebingungan sendiri bagaimana caranya agar bisa menyadarkan Narendra. Akan tetapi memisahkan ayah dan anak kandung bukanlah hal yang baik.
Mira pergi ke dapur untuk menyiapkan minuman dan juga beberapa makanan untuk Adam. Namun ketika ia masih bekerja di dapur, Mira terkejut ketika ada tangan yang memeluknya. Tanpa menoleh pun Mira tahu siapa pelakunya, ya dia adalah Adam.
Mungkin dulu ketika dipeluk seperti ini akan sangat bahagia, namun berbeda dengan sekarang, merasakan nama pria itu saja adalah suatu hal yang tak pernah diinginkan.
Mira berusaha untuk melepaskan pelukan dari Adam. Ia mengeluh kepada pria itu bahwa dirinya tidak bisa bernapas dan merasa tidak nyaman bekerja jika dipeluk seperti itu.
"Adam lepaskan aku. Aku tidak bisa bergerak, kau jangan mengganggu pekerjaanku." Akan tetapi Adam salat tuli dan tak mau mendengarkan apa yang diinginkan oleh Mira.
Mira pun hanya bisa menghela napas pasrah dan meratapi nasibnya.
___________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.