My Husband Affair With My Friend

My Husband Affair With My Friend
Part 25



Mira masuk ke dalam kamar Adam. Beberapa hari ini ya tidur di kamarnya Rendra karena tidak ingin sekamar dengan Adam. Ini adalah kamarnya dahulu, mungkin dengan memperbaiki hubungannya dengan pria itu adalah langkah yang terbaik. Mira sudah memikirkannya dengan matang.


Lagi pula mau sampai kapan ia melawan Adam Jika lagi-lagi ia akan bertemu dengan pria itu. Pria tersebut tidak mudah untuk dihindari karena ia selalu ada di mana Mira berada.


Mira menatap ke arah Adam yang masih sibuk bekerja. Padahal hari sudah sangat malam, melihat betapa letihnya suaminya itu membuatnya merasa sangat tidak. Mungkin beberapa hari ini ada merasa terbebani dengan masalah kantor dan juga dirinya.


Tak terasa ada kerutan di wajah Adam yang tampak sedikit. Hatinya mulai terasa sakit dan lalu kemudian menghampiri pria itu. Adam masih belum menyadari jika Mira datang.


"Kenapa malam-malam seperti ini kau masih mengerjakan tugas kantormu? Itu tidak baik untuk kesehatanmu."


Adam terkejut mendengar suara seseorang yang baru saja datang. Ia pun menolehkan kepalanya dan melihat jika orang tersebut adalah Mira.


"Mira, kau ada di sini rupanya. Apa yang sedang kau lakukan? Bukannya kau seharusnya sudah tidur bersama Narendra?"


Mira menggelengkan kepalanya dan lalu kemudian menutup laptop Adam. Adam juga tidak bisa berbuat apa-apa dan membiarkan Mira menutup laptopnya.


Mira lantas menatap pria itu dengan tatapan yang sangat serius. Adam kebingungan dengan tatapan wanita itu dan mengerutkan keningnya.


"Ada apa? Kenapa kau tiba-tiba menatapku seperti itu?"


"Aku ingin berbalikan denganmu." Seketika mata Adam langsung membulat dan terlihat cerah.


Tapi ia berusaha untuk meyakinkan apakah benar yang didengarnya tadi atau hanya khayalannya saja. Ada menyelidiki kebenarannya tersebut dengan menatap Mira balik dengan tatapan yang cukup serius.


"Apa yang kau katakan Mira? Kau tidak bisa berpura-pura denganku? Bukannya kau terpaksa untuk berbaikan denganku? Aku tidak ingin menyakiti hatimu Mira."


Adam langsung mengedipkan matanya beberapa kali dan memeluk tubuh wanita itu dengan cukup erat. Akhirnya penantiannya selama ini, terwujud juga. Sudah lama Adam menantikannya.


"Terima kasih Mira. Terima kasih atas kebaikanmu karena sudah mau memaafkan kesalahan fatal ku ini. Aku tidak tahu harus mengatakan apa yang terpenting saat ini aku benar-benar merasa senang. Kau tahu sendiri aku sudah berjuang lama untuk mendapatkan hatimu kembali."


Mira pun ikut menangis sama seperti pria itu. Ia membalas pelukan Adam dengan sangat erat. Jadi rasanya seperti ini setelah ia berbalikan dengan Adam. Seolah-olah ia jatuh cinta kembali.


Benar-benar tidak bisa mendeskripsikan hatinya. Sama seperti Adam iya juga merasa senang saat ini dan tidak tahu ingin mengungkapkannya seperti apa.


Mereka berdua adalah orang yang paling bahagia untuk malam ini. Mungkin Kak Rendra tidak akan trauma lagi mendengar pertengkaran Ayah dan Ibunya. Apalagi anak itu masih belum mengerti yang sebenarnya.


"Semoga saja ****** yang selama ini aku titipkan akan membuahkan bayi."


Mira membulatkan matanya dan lalu memukul punggung Adam.


"Kau Ini."


________


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA DAN KOMEN.