
Melihat suaminya yang berada di dekatnya sembari menggenggam tangannya. Rupanya ia selamat dari maut itu untunglah tidak terjadi apapun dan ia langsung menyentuh perutnya takut jika terjadi sesuatu kepada anaknya.
Kemudian Mira berusaha untuk melepaskan genggaman tangan Adam yang sangat erat pada dirinya. Namun karena sukar untuk dilepaskan Mira membiarkannya saja dan yang lalu menatap lurus ke atas dengan pandangannya yang kosong. Sepertinya terjadi banyak masalah dengan wanita itu. Ia sendiri kebingungan dengan nasibnya.
Andini hampir saja membunuhnya dan anaknya dan itu masih meninggalkan trauma yang sangat berat untuk Mira.
"Bagaimana dengan wanita itu ya? Apakah dia sudah ditangkap polisi dan menerima hukuman yang pantas untuknya? Lihatlah lancang ingin mencelakai keluargaku. Dia pulalah yang telah membuat keluargaku hancur seharusnya memang pantas untuk dia mendapatkan hukuman yang setimpal baginya," rumah Mira yang sangat kesal dengan perlakuan buruk Andini yang terus-terusan menyakiti hatinya.
Untunglah suaminya mengetahui keberadaannya jika tidak mungkin sekarang dia sudah berpindah alam. Andini benar-benar kejam dan bahkan dia berani membunuh orang hanya karena cinta.
Perlahan Adam pun mengerjakan matanya dan ia takut kehilangan istrinya sudah lebih dulu. Ia menatap ke arah istrinya dan tersenyum lebar.
"Mira, kau sudah sadarkan diri rupanya. Kenapa kau tidak membangunkan, ku?" Tidak sengaja tidak membangunkan Adam supaya pria itu tidak terlalu kepikiran mengenai kondisinya. Sejauh ini dia baik-baik saja dan tak perlu Adam mengkhawatirkan keadaannya.
"Tidak apa-apa. Mungkin aku hanya kelelahan saja. Sehingga lupa untuk membangunkan mu."
Bagi Adam itu bukan hal yang penting. Yang paling penting adalah istrinya sudah bangun dan sadarkan diri. Itu artinya Mira baik-baik saja.
"Bagaimana dengan kandungan ku? Dia baik-baik saja, kan?" tanya Mira seraya mengusap perutnya.
Adam menganggukkan kepala. Ya benar jika anak mereka di dalam sana baik-baik saja dan Mira tak perlu mengkhawatirkannya. Walaupun ia tak bisa mengatakan yang sebenernya bahwa kandungan Mira lemah.
"Adam kau jangan berbohong. Aku sempat meminum obat itu tadi. Bagaimana jika terjadi sesuatu kepada anak kita? Aku tidak tahu hari akan seperti apa jika terjadi sesuatu kepadanya."
Mira pun akhirnya bisa lega ketika mendengar suaminya mengatakan hal tersebut. Ia pikir anaknya tidak akan selamat dan itu yang paling dikhawatirkan oleh wanita itu.
"Di mana Narendra? Dia sudah dijemput pulang? Dia baik-baik saja, kan?"
"Tenang. Supir Sudja menjemput anak itu pulang. Kau tidak perlu khawatir."
Mira menganggukkan kepalanya sudah mengerti dengan perkataan Adam. Ia menatap Adam dengan senyum manis yang tidak dimengerti oleh pria itu. Ia pun mengangkat satu aslinya seolah tengah bertanya kepada Mira apa yang diinginkan oleh wanita itu.
"Kenapa menatap ku seperti itu? Ada yang ingin kau katakan? Katakan saja jika begitu."
Mira menggelengkan kepalanya. Ia kemudian memeluk tubuh Adam secara tiba-tiba. Semoga setelah ini tidak terjadi apa-apa.
"Andini sudah ditangkap polisi, kan? Itu artinya aku baik-baik saja, kan?"
"Ya kau pasti akan baik-baik saja," ucap Adam menenangkan Mira.
_________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA DAN KOMEN.