My Husband Affair With My Friend

My Husband Affair With My Friend
Part 11



Narendra menatap ke arah toko kelontong yang telah tutup. Anak laki-laki itu pun kebingungan kenapa tokoh tersebut telah tutup, akan tetapi ia berusaha untuk mendatangi toko itu dan menggedor-gedor pintunya.


Anak-anak yang bermain di sekitaran toko juga sudah tidak ada, hingga pada akhirnya Narendra pun kebingungan mencari ibunya. Tapi ia tak sehawatir itu, anak itu malah senang dan itu artinya iya bebas untuk bermain tanpa harus dimarahi oleh sang ibu.


Ia berlari ke arah teman-temannya yang hendak menuju ke rumah Pak RT.


"Hey ikut!"


"Sini cepat. Di rumah Pak RT lagi rame. Kayaknya ada yang seru."


"Wow."


Para anak-anak itu pun berlari ke rumah Pak RT. Mereka adalah anak-anak yang tadi bermain di sekitaran toko dan mereka lupa dengan janji yang diberikan oleh Mira.


Tidak ada yang sama sekali yang menyuruh Narendra untuk pulang ke rumah. Lagi pula Narendra tidak semudah itu untuk disuruh pulang. Anak itu memiliki sifat keras kepala dan susah diatur, kombinasi yang benar-benar sempurna antara Ayah dan Ibunya.


Narendra menatap kagum ke arah orang-orang yang ramai di tempat Pak RT. Ia paling suka keributan, mungkin karena dirinya masih anak-anak dan belum mengerti dengan apa yang terjadi di tempat ini.


Narendra saking penasarannya mencoba menerobos masuk ke dalam rumah Pak RT. Ia melihat beberapa orang-orang berpakaian rapi di sana. Sebenarnya Pak RT masih berdiskusi di tempat itu, tapi rakyat desa yang tidak terimalah yang sedang berdemo.


"Dia siapa? Kenapa penampilannya sangat keren?" tanya Narendra kepada hatinya. Itu artinya ia sedang merasa kagum dengan orang tersebut yang benar-benar terlihat berbeda dari orang desa.


Narendra mencoba untuk masuk ke dalam ruangan itu dan kemudian mendekati orang tersebut. Semua orang terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Narendra. Tapi yang mengenal Narendra hanya biasa saja karena lagi pula ia masihlah anak kecil dan belum mengerti apa-apa.


Narendra tampak tidak senang. Ia menatap ke arah pria yang saat ini tengah memandangnya sangat kagum.


"Kenapa Paman itu memandang ku seperti itu?"


Narendra pun mulai ketakutan dan mencoba untuk keluar. Akan tetapi ia tiba-tiba terkejut mendengar ibunya mencarinya dan nggak masuk ke dalam rumah. Mungkin akibat ada salah satu warga yang melaporkan bahwa Narendra ada di dalam.


Mira yang sudah sangat kesal dengan warga dan juga orang-orang kota yang tidak tahu diri mencoba untuk menerobos rumah Pak RT.


Ia mengambil Narendra dan lalu menggendongnya. Sebelum pergi tentunya tak afdol jika tidak memberikan kata-kata mutiara kepada mereka semua.


"Hei kalian orang kota, kalian tidak bisa seenaknya menindas warga. Tidak semua warga bisa bekerja di tempat pertambangan, lahan mereka dan rumah mereka adalah segalanya walaupun kalian bisa menggantinya lebih dari itu. Aku tahu di sini ada minyak bumi, tapi pikirkan bagaimana warga lain. Kalian boleh membuat proyek tapi kalian harus merasa mengganti rugi yang lebih setimpal lagi," ucap Mira yang sangat berapi-api.


"Mira? Apakah kau benar-benar Mira?"


Deg


__________


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.