
Mira membuka matanya. Rupanya sakit perutnya yang tadi adalah hal yang lumrah bagi seorang ibu hamil. Mira seperti orang yang belum pernah hamil saja.
Mungkin ia sudah lupa dengan kehamilannya yang dulu sehingga Mira merasa ada yang berbeda dengan kehamilan yang sekarang.
Adam yang mengetahui Mira telah sadar dengan cepat ia menghampiri wanita itu. Terlihat sangat jelas di wajahnya menunjukkan kekhawatiran yang sangat mendalam kepada istrinya tersebut.
"Sayang, bagaimana? Apakah masih ada yang sakit lagi? Jika ada katakan saja biar aku akan membawa mu ke dokter."
Mira menghela napas dan lalu kemudian menggelengkan kepalanya. Ia sama sekali tak menginginkan hal tersebut dan menundukkan kepalanya.
"Aku tidak sakit lagi. Tapi aku ingin sesuatu dan kau harus memenuhinya." Sepertinya Mira tengah mengidam.
"Katakan saja apa yang kau inginkan? Mas pasti akan memenuhi semua yang kamu minta."
Mira tak yakin suaminya itu akan mendengarkannya ketika tahu apa yang ingin dimintanya dari sang suami tersebut.
"Mas aku pengen kamu joget pake baju aku. Kayaknya dedek bayinya yang sekarang adalah perempuan."
Mata Adam lantas langsung membulat mendengar permintaan istrinya tersebut yang sungguh tidak masuk akal.
"Apa yang kau katakan?"
Tuh kan sudah Mira tebak jika pria itu tidak ingin mengikuti apa yang ia katakan. Wajah Mira langsung memerah dan ia hendak menangis akan tetapi adanya melihatnya merasa tidak tega dengan istrinya tersebut.
"Baiklah baik, aku akan memenuhi semua keinginanmu. Jangan menangis lagi hey."wajah Mira pun langsung berubah semua ketika mendengar suaminya akan memenuhi apa yang ia inginkan yaitu melihat suaminya berjoget di depannya menggunakan baju seksi miliknya.
Pasti itu adalah pandangan yang sangat lucu. Sepertinya anaknya yang sengaja untuk menyiksa ayahnya.
Ia sungguh telah menurunkan harga dirinya di depan wanita itu. Lihatlah sekarang dia tidak memiliki muka sama sekali karena istrinya tengah menertawakannya dengan gelak. Sementara itu Adam terpaksa harus menari sesuka hatinya dan itu tentunya tarian seorang wanita.
Ia terlihat seperti seorang banci. Kenapa kisah hidupnya sangat strategi seperti ini. Nanti ketika anak itu lahir entah bagaimana lagi ia akan menyiksa dirinya. Mungkin akan lebih daripada ini dan hingga membuat Adam pun sangat kewalahan. Sedikit menyesal karena sengaja membuat Mira hamil. Dan sekarang semua itu berdampak kepada dirinya.
Mira pun menyuruh atau berhenti berjoget. Wanita itu sudah tidak tahan dan merasakan perutnya kram ketika terus-terusan tertawa.
"Hentikan tarian konyolmu itu. Aku sudah lelah tertawa." Akhirnya ada belum bisa menarik nafas dengan lega. Tidak ada lagi perasaan tersiksa yang dari tadi terus-terusan dipendam olehnya.
"Coba dari tadi kau katakan itu. Lihatlah suamimu ini telah tersiksa, dan kau sama sekali tidak perduli kepadanya. Kau memang benar-benar keterlaluan Mira."
Mira tak suka disalahkan oleh suaminya. Entah kenapa mood-nya menjadi sangat sensitif setelah kehamilannya. Ia tak suka disalahkan seperti itu.
"Kenapa kau menyalahkanku? Enak saja kau mengatakan seperti itu. Aku tidak terima dengan kata-katamu," ucap Mira yang mengejutkan laki-laki tersebut.
Adam menghela napas pasrah dan menganggukkan kepalanya.
"Baiklah baiklah. Di sini aku yang telah bersalah kepadamu. Maafkan aku sayang. Jangan lagi yah marah-marah."
"Hm."
_______
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.