My Husband Affair With My Friend

My Husband Affair With My Friend
Part 27



Narendra melambaikan tangannya ketika hendak masuk ke sekolah barunya. Mira yang melihat itu tersenyum lebar. Wanita itu bahagia melihat anaknya yang kembali memiliki teman baru.


Pasti Narendra juga terkadang merindukan teman-temannya di kampung. Selain itu Mira masih kepikiran bagaimana orang-orang di kampung sekarang? Apakah mereka mencari Mira? Apakah mereka tahu Mira tidak ada di kampung itu lagi? Apakah mereka peduli dengannya?


Itulah yang selalu ditanyakan Mira dalam lubuk hatinya. Padahal jawabannya sungguh tidak penting bagi kehidupan Mira. Tapi terkadang rasa penasaran itu sungguh mendalam.


"Mira, hari ini kita akan fokusĀ  kesehatanmu. Jangan memikirkan hal yang aneh-aneh. Dari tadi aku hanya melihat mu terus murung." Mira pun menghela nafas panjang dan selalu menganggukkan kepalanya.


Wanita tersebut kemudian fokus dengan jalanan dan tak lama mereka pun sudah sampai di depan rumah sakit.


Ada membantu Mira untuk keluar dari dalam mobil dan lalu kemudian memapahnya berjalan ke rumah sakit karena lagi-lagi Mira merasa kepalanya pening.


"Sudahlah Adam, aku tidak kenapa-napa. Aku baik-baik saja."


Namun Adam tidak mempercayainya. Penyakit tersebut pun akhirnya sudah sampai di ruangan pengecekan dan hanya menunggu giliran.


Setelah beberapa menit menunggu akhirnya nama mereka pun terpanggil. Ada membantu Mira untuk masuk ke dalam ruangan tersebut dan lalu kemudian berbaring di ranjang rumah sakit.


Mira menceritakan semua keluhan yang ia alami. Hingga akhirnya dokter pun berinisiatif untuk meng USG perut wanita itu. Sesuai dugaan dari dokter, benar bawang merah saat ini tengah mengandung.


Mungkin tidak ada yang menyangka bahwa Mira saat ini hamil anak kedua karena ia juga sudah lupa dengan gejala-gejala yang ia alami saat hamil.


Mira pun terdiam sembari menatap ke arah Adam. Ia tak tahu bahwa dengan mendengar kabar kehamilannya lagi Adam akan sesenang ini.


"Baiklah, mungkin hari ini adalah hari paling bahagiaku. Besok kita akan mentraktir beberapa karyawan. Oh ya aku mau kamu ke kantorku dulu hari ini baru aku antar kau pulang."


Ada yang merasa bahagia melihat Mira kembali lagi. Namun ada dari tatapan mereka yang sangat kelihatan kepada Mira karena tahu hubungan Mira dan juga Adam yang tengah retak yang diakibatkan oleh sahabatnya sendiri, Andini.


Laki-laki tersebut memang memiliki tempermen yang buruk bagi karyawan. Bahkan berita perselingkuhannya kemarin ajaib yang hangat di rumah sakit itu hingga membuat Adam marah dan memecat banyak karyawan.


Maka dari itu banyak orang yang menganggap Adam adalah bos killer.


"Ternyata setelah ditinggalkan beberapa tahun banyak sekali perubahan di kantor ini. Tak disangka dulu kau hanyalah seorang manajer dan sekarang kau telah menjadi seorang CEO di perusahaan ini. Aku bangga denganmu."


Adam pun senyum lebar. Apa yang ia miliki hari ini tak lepas dari perjuangan Mira juga yang ada di belakang yang selalu mendukung dirinya.


"Semua ini berkatmu juga Mira."


Mira menganggukan kepalanya dan lalu kemudian memeluk tubuh Adam. Tidak ada yang menyadari bahwa Andini melihat semua itu. Perempuan tersebut mengepalkan tangannya.


"Dasar pecundang."


Mira menata ke arah Andini dan pandangannya menjadi dingin.


_______


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.