
Mira menarik napas panjang dan lalu kemudian menatap ke arah Andini yang lagi-lagi sengaja meminta bertemu hanya berdua saja. Andini bisa melihat perut Mira yang telah membuncit.
Hatinya remuk melihat Adam menghamili Mira sementara dulu dia sama sekali tak pernah dibiarkan hamil oleh laki-laki itu. Kenapa Adam sangat pilih kasih kepada dirinya.
"Kau hamil lagi Mira? Wah selamat. Pasti sangat bahagia hidup dengan orang yang sangat dicintai."
Mira hanya diam dan tak merespon wanita itu. Ia tahu jik ada nita buruk yang ingin dilakukan oleh Andini. Terlihat jelas di wajah wanita itu aura seram yang sangat luar biasa.
Andini pun tertawa lemah ketika melihat Mira sama sekali tidak menanggapi dirinya. Tapi ia hanya biasa saja dan terus-menerus menyinggung Mira.
"Kenapa diam? Apakah kau juga merasa tidak nyaman karena telah dibayang-bayangi oleh perselingkuhan. Kau diselingkuhi saat diri mu sedang mengandung juga, kan?" tanya Andini yang sengaja untuk membuat marah Mira.
Mira yang sangat sensitif tersebut pun langsung marah mendengar penuturan Andini tersebut. Ternyata wanita itu memang susah untuk dikontrol dan bahkan ia yang sudah mengetahui rencana Andini sejak awal masih saja terpancing dengan wanita itu.
Mira sangat membenci fakta tersebut dan ia berusaha untuk melawan Andini.
"Mungkin kehamilan ini berbeda. Dulu aku selalu saja diliputi oleh perasaan sakit yang disebabkan oleh kalian. Mungkin sekarang terbalik, kalian yang akan merasa sakit dan aku yang menari di atas penderitaan kalian."
Mendengar hal tersebut Andini pun sangat marah. Wanita itu tidak terima dilawan balik oleh Mira. Kenapa Mira sangat berbeda dari dirinya yang dulu. Padahal untuk mengendalikan Mira tidak semudah itu, kenapa wanita ini sangat berbeda. Dan bahkan sekarang sudah berani-beraninya ia melawan dirinya.
"Wow sangat ku acungi jempol Mira. Sekarang kau sudah berani melawan semua ucapanku ya? Padahal dulu kau sama sekali tidak bisa berbuat apapun jika tidak mendengar perintahku. Kau sendiri juga sangat tergantung denganku."
"Ya itu dahulu Andini. Sekarang sudah berbeda, bahkan aku tidak selemah dulu. Aku pantas untuk mendapatkan apa yang aku inginkan dan menginjak orang-orang yang dahulu berani menginjak diri ku. Emangnya mudah menginjak diriku yang sekarang? Andini, ada saatnya seseorang itu untuk bangkit dan melawan semuanya yang tidak sesuai dengan jalannya. Tidak selamanya ia harus menyerah dengan keadaan."
Andini pun merasa tertantang dengan Mira. Wanita itu mengepalkan tangannya dengan penuh amarah.
"Tapi sayangnya kok tidak semudah itu menginjak diriku Mira. Kau akan mati di tanganku." Mira terkejut mendengar ancaman tersebut.
Tak lama ia merasakan pening di kepalanya setelah memakan pesanan yang diberikan oleh Andini. Kemudian ia tak bisa melihat apapun.
Sementara itu orang-orang yang berada di dalam Cafe itu tidak melihat apa yang dilakukan oleh Andini. Kemudian Andini diam-diam menyeret Mira ke ruangan sepi dan ingin menculik wanita itu.
Ia membawa Mira ke tempat sepi untuk dihabisi. Ia pasti akan membunuh wanita itu hari ini juga. Bagaimanapun dendamnya harus tuntas.
__________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA