
Mira tidak tahu lagi akan meletakkan wajahnya di mana. Perempuan tersebut sangat malu saat mendengar para tetangga selalu saja menggosipi tentangnya dan juga Adam. Berita begitu cepat menyebar dan melebihi kecepatan angin.
Mira tidak tahu mereka mengetahui hubungannya dengan Adam dari mana. Mungkin ia menguping apa yang telah terjadi antara dirinya dan Adam ketika di rumah. Wanita itu benar-benar kesal dengan pria tersebut yang bahkan sampai saat ini tidak ingin pulang dari rumahnya.
Padahal Mira berulang kali berusaha untuk mengusir laki-laki tersebut namun hasilnya nihil. Tidak semudah itu mengusir Adam dari rumahnya. Ada bener-bener keras kepala dan bahkan ia tak peduli sama sekali dengan apa yang dilontarkan oleh Mira walaupun itu berupa hinaan.
Padahal berulang-ulang kali ia mengatakan bahwa dirinya tidak ingin memaafkan Adam tapi pria itu benar-benar brengsek dan tidak mau mendengarkannya. Mira sudah kehabisan pikir wanita itu hanya bisa duduk di ruang sofa sembari menghela nafas pasrah. Ia sama sekali tidak berani keluar dari dalam rumahnya takut mendengar berita yang tidak tidak tentangnya dengan Adam.
Wanita itu hendak menangis tapi sayangnya air mata sudah tidak ada. Ia sudah puas menangis tadi malam, dan saat ini hanyalah tertinggal rasa benci yang mendalam kepada pria itu.
"Kenapa kau tidak bisa sama sekali menghargai privasiku?" Mira bertanya sambil memandang ke depan.
"Kenapa kita perlu privasi? Bukankah kita adalah pasangan suami istri? Seingatku aku bahkan belum pernah menceraikan mu. Itu artinya kita masih terikat dengan pernikahan." Mira tak bisa lagi menjawab karena apa yang dikatakan oleh Adam memang benar.
Mereka tidak pernah bercerai sama sekali dan itu artinya mereka masih menjalin hubungan suami istri. Adam berhak atas dirinya namun ia tak berhak melarang-larang Adam untuk pergi dari tempat ini.
"Maka dari itu aku akan bercerai darimu sekarang. Biar tidak ada lagi hubungan di antara kita. Jika masih ada pasti kau akan selalu mengungkit-ungkitnya. Aku tidak menyukai terikat denganmu. Intinya hubungan kita telah selesai," ucap Mira sembari melirik ke arah pria itu dengan perlahan.
Tatapannya sangat tajam namun terselip sebuah penderitaan. Wanita itu seolah-olah ingin menantang Adam tapi Adam tahu jika dirinya pasti bisa melawan balik Mira.
"Apa yang sudah kau katakan Mira? Kau tahu apa kalimat itu? Kau pikir semudah itu aku akan menceraikan mu? Walaupun kau yang menggugat cerai tapi aku tidak akan pernah sudi," ucap Adam dengan sangat dingin dan sembari mencengkeram leher Mira.
Mira sangat terkejut dengan aksi kekerasan yang dilakukan oleh Adam. Ia berusaha untuk menjauhkan tangan pria tersebut yang mencekik lehernya. Mira menatap sedih ke arah Adam.
"Adam lepaskan aku," lirih Mira seraya menjauhkan tangan pria itu.
Adam menganggukkan kepalanya dan lalu kemudian menarik tubuh Mira ke dalam dekapannya. Tak tanggung-tanggung ia pun memberikan ciuman yang sangat menuntut kepada Mira. Mira berusaha untuk menjauhkan diri dari pria itu tapi tidak bisa.
Pada akhirnya ia pasrah dengan laki-laki tersebut dan membiarkan Adam melakukan apapun kepada tubuhnya. Hingga hari itu rasanya sangat melelahkan dan juga hari paling tragis di dalam hidup Mira.
_________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.