
Pagi ini terasa sangat cerah. Mira baru saja keluar dari dalam kamar mandi dengan kepala yang sudah dikeramas. Wanita itu tampil sangat segar dan ia melihat ke arah suaminya sudah siap dengan jas kerjanya.
Kebetulan mereka telah mendiskusikan mengenai hubungan Adam dengan Andini. Adam sudah mantap untuk berpisah dengan Andini dan memutuskan hubungan pertunangannya dengan wanita itu. Sejatinya memang ia tidak ada meniatan untuk bertunangan dengan Andini.
"Baiklah, saatnya kau akan pergi ke kantor. Kemarikan dasi mu, biarkan aku saja yang memakaikannya." Adapun menganggukkan kepalanya dan menyerahkan dasi tersebut.
Mira dengan cekatan lalu memasangkan dasi itu ke leher Adam. Inilah yang sangat dirindukan oleh Adam ketika Mira memasangkan dasi untuk dirinya. Biasanya bila tidak pernah melakukan hal tersebut ketika wanita itu telah pergi dari hidupnya sehingga terkadang ia merindukan dasi yang dipasangkan oleh Mira.
Setelah sekian lama menahan perasaan rindu tersebut hari ini terbayarkan sudah. Ia menjadi pria yang paling bahagia untuk hari ini. Senyum mereka pun tidak pernah luntur sama sekali. Mira terlalu kemudian pergi ke ruang makan yang mana di sana Narendra tengah menunggu mereka.
Melihat ayah dan ibunya yang datang saling bergandengan tangan dan senyum yang berkah di wajahnya membuat Narendra merasa bahagia walaupun ia tidak mengerti apa yang telah terjadi.
"Mama, papa, duduk di sini. Narendra juga sudah mengindahkan makanan untuk kalian. Narendra sendiri yang menyajikannya." Yana Rendra memasukkan nasi dan beberapa lauk pauk ke dalam piring kedua orang tuanya.
Mira tersenyum melihat apa yang telah dilakukan oleh anaknya. Itu merupakan sebuah pencapaian yang sangat bagus. Ia bangga dengan Narendra yang sudah bisa melakukannya sendiri.
"Anak pintar. Mama menyayangimu nak. Hari ini kamu akan masuk ke sekolah baru diantar papa ya. Mama hari ini tidak bisa mengantarkan kalian."
Tanpa ada raut menyesal di wajah Narendra ketika mendengar hal tersebut dari ibunya. Padahal Ia ingin sekali pergi diantarkan oleh keluarga lengkapnya untuk masuk ke sekolah yang baru. Namun sangat disayangkan sekali ibunya tidak bisa mengantarkannya.
"Memangnya kenapa kau tidak bisa Mama? Padahal aku sudah sangat berharap sekali Mama bisa mengantarkanku ke sekolah," ucapnya dengan murung seolah-olah masih berharap jika Ibunya bisa ikut.
"Mama sedang sakit nak, tidak tahu kenapa belakangan ini Mama suka sakit kepala." Adam yang tidak tahu sama sekali mengenai itu pun menatap ke arah Mira dengan bingung.
Jadi Mira sedang sakit? Kenapa ya baru mengetahui wanita itu sakit. Ada mana-mana tidak berguna karena baru mengetahuinya sekarang.
"Kenapa kau tidak menceritakannya kepadaku Mira? Hari ini kau ikut saja dengan kami untuk mengantarkan Narendra ke sekolah barunya. Baru setelah itu aku akan mengantarkanmu ke rumah sakit untuk mengecek keadaanmu. Tidak bagus untuk dibiarkan saja."
Setelah dipikir-pikir ada benarnya juga. Ia tak mungkin selamanya menahan rasa sakit tersebut.
"Baiklah kalian makanlah dulu aku akan bersiap-siap," ujarnya meminta agar mereka mendahuluinya makan.
Narendra dan juga ada menganggukkan kepalanya seolah memberikan persetujuan kepada ibunya hingga Mira langkah bergegas ke kamarnya dan mengganti baju serta membawa beberapa keperluan yang memang dibutuhkan.
________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA DAN KOMEN.