
Andini masuk ke dalam rumah Adam. Ia mendengar bahwa Adam telah pulang dari desa dan hatinya sangat berbunga-bunga. Namun pada saat masuk ke dalam rumah pria tersebut, iya malah terkejut ketika melihat seorang anak laki-laki yang tengah bermain di ruang tamu.
Ia tak mengenali siapa anak itu. Apakah anak tersebut adalah anak tetangga. Andini berinisiatif untuk mengusirnya. Perempuan itu menghampiri Narendra dan lalu kemudian menarik mainan anak tersebut.
"Hey di sini bukan tempat mu. Kau harus pulang ke rumahmu."
Tampak wajah anak tersebut sangat bingung dengan apa yang dikatakan oleh perempuan tersebut.
Ia bertanya-tanya namun hasilnya tidak ada.
"Apa yang dilakukan tante kepadaku? Kembalikan mainan itu. Ini rumahku tante."
Andini terkejut ketika anak tersebut malah melawannya dan berani-beraninya ia mengklaim rumah ini adalah milik anak itu. Jelas-jelas ini rumah Adam dan Adam tidak memiliki anak kecil sama sekali.
"Kau tahu Ini rumah siapa? Ini adalah rumah Adam, rumah tunanganku. Kembalilah ke rumahmu biar aku antar. Jika ada mengetahui kau ada di sini pasti dia sangat marah." Sementara anak itu sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh wanita tersebut.
Ya berusaha mencerna dengan otak kecilnya namun sebelum ia sempat mengetahui apa alasannya pasti Andini kembali berbicara membuatnya tidak fokus untuk berpikir.
Andini dengan kasar menarik tangan arendra dan anak tersebut langsung melawan. Mendengar keributan di bawah, Adam yang telah kelelahan bermain dengan Mira lantas terbangun. Laki-laki itu pun keluar dari dalam kamarnya dengan bertelanjang dada dan melihat jika Andini tengah menarik kasar anaknya.
"Andini!"
Andini menatap ke arah Adam yang baru saja datang. Ia terkesima melihat pria itu yang hanya bertelanjang dada.
"Adam?"
"Apa yang kau lakukan kepadanya Andini?"
"Oh ini, sepertinya dia anak tetanggamu dan masuk ke dalam rumahmu tanpa izin sama sekali. Maka dari itu aku ingin mengantarkannya pulang."
Adam langsung marah dan tiba-tiba ia menghampiri Andini. Tak mempedulikan jika ada Narendra di sini Ia pun langsung mencekik leher Andini. Andini terkejut dengan apa yang dilakukan oleh laki-laki itu.
"Adam, apa yang sudah kau lakukan kepadaku? Kenapa kau mencekik ku Adam?"
"Berani-beraninya kamu lakukan itu kepada anakku. Dia adalah Narendra anak kandung ku dan Mira."
Deg
Apa katanya barusan? Mira langsung lemas di tempat ketika mengetahui kebenarannya yang asli. Jadi anak itu adalah Narendra yaitu anak kandungnya dengan Mira. Jika dia bersama dengan Adam itu artinya ia telah bertemu dengan Mira.
"Adam, Aku sama sekali tidak terima denganmu. Kau harus menikahiku dan meninggalkan wanita itu. Bukannya kau sudah berjanji melakukannya kepadaku dulu?"
Andini sudah sangat gelap mata langsung mendorong tubuh Narendra hingga membuat anak tersebut terbentur ke meja. Ada yang terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Andini.
"Andini!!!"
"Berani beraninya kau menyentuh anakku. Aku bahkan bisa membunuhmu sekarang. Pergi dari sini dan jangan pernah temui aku lagi."
Andini seakan tidak mau kalah begitu saja ia pun mendorong tubuh Adam dan hendak membalas perlakuan buruk pria itu tapi ia tidak bisa karena tubuhnya yang lemah.
Mira yang mendengar keributan di bawah landas langsung turun dari kamarnya. Wanita itu melihat jika orang yang membuat keributan itu adalah Adam dan juga Andini.
Melihat Andini kembali rasanya sangat sakit. Lagi-lagi perasaan itu tidak mudah untuknya dan ia ingin menghabisi Andini di tempat itu juga. Karena Andini lah semua hubungannya hancur berantakan.
"Andini, ternyata itu adalah kau."
"Mira, kenapa kau kembali? Kau sendiri yang memutuskan untuk kabur kenapa kau harus kembali lagi dengannya. Kau tahu kami bahkan sudah bertunangan."Mira langsung melirik ke arah adamnya sama sekali tidak ingin berbicara.
"Ambil saja dia Andini, aku tak peduli kau mau menikah dengannya atau tidak. Yang penting aku bisa lepas dari pria itu."
Adam yang benar-benar muak dengan perbincangan tersebut berteriak marah. Hanya dirinya yang tidak setuju di sini. Laki-laki itu tidak akan membiarkan Mira pergi dari hidupnya.
"Jika kau berani kabur Mira, maka aku akan benar-benar mengurungmu tanpa belas kasihan sama sekali."
Mira pun terdiam. Ia tak ingin hal tersebut terjadi kepadanya. Wanita itu menatap ke arah Adam dan juga Andini bergantian.
"Kalian sangat hebat bersandiwara. Bahkan aku benar-benar kagum mendengarkan sandiwara kalian itu. Kalian yang memulainya kenapa kalian tidak mengakhirinya sendiri? Aku tidak ingin terlibat dengan kalian lagi."
Setelah mengatakannya Mira pun menatap ke arah Narendra. Narendra tengah menangis dan Ia baru menyadarinya bahwa ada luka di kening anaknya. Melihat anaknya terluka membuat Mira sangat marah dan menatap kearah Andini yang juga sama bonyoknya.
"Kau yang sudah melakukannya Andini? KAU! BERANI-BERANINYA."
Mira lantas menghampiri andini dan hendak menamparnya, namun ia langsung berhenti ketika mendengar Narendra menangis kencang. Tidak ada waktu untuk mengurusi Andini lebih baik ia menyelamatkan anaknya terlebih dahulu.
Wanita itu segera berlari menghampiri Narendra dan menggendong tubuh ringkihnya. Ia lantas membawa ke kamar Narenda dan menidurkan anak itu.
Mira mengambil beberapa obat dan meletakkannya di kening Narendra yang terluka. Mira menangis mendapati anaknya seperti itu dan ia pun mengecupnya dengan penuh kasih sayang.
"Mama benar-benar merasa bersalah denganmu karena tidak bisa melindungimu. Tapi Mama akan berjanji akan melindungimu dan hal ini tidak akan lagi terjadi kepadamu. Sekumpulan orang brengsek itu benar-benar memuakkan."
Mira pun tersengal-sengal dengan nafasnya penuh dengan rasa kebencian.
"Mama tidak apa-apa." Mira sakit hati mendengar suara anaknya yang lembut tersebut mengucapkan kalimat itu.
________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.