My First and Last Love

My First and Last Love
chapter 09



"apa?? " selvi sangat kesal dengan ucapan kevin yang menikahi seorang gadis, tanpa dia kenal siapa orng itu.


"kamu benar benar sudah gila kevin. Bisa bisa nya kamu nikah sama orang yang kamu nggak kenal dia siapa. Mami sama sekali tidak setuju, lalu bagaimana dengan gle, bukan nya kamu sangat menyayangi gle. " ucap nya kesal.


"stop mi, jangan pernah mami ngomong tentang perempuan penghianat itu lagi. " sahut kevin dengan tegas.


"apa maksud kamu kevin, gle itu perempuan baik baik dan juga sudah jelas asal usul nya. " suara selvi tak kalah keras dari suara kevin.


"maaf mi, kevin yakin ael orang yang baik. Karena dari pertama kevin sama kenal sama dia. Dia bukan perempuan yang kebanyakan."


"dari mana kamu bisa tahu, bagaimana kalau dia hanya mau morotin keluarga kita aja. Atau dia seorang gadis yang bermuka dua. " saut maminya.


"itu terserah mami, mungkin mami lupa kevin tidak akan melakukan hal bodoh sebelum kevin tahu imbasnya. " kemudian kevin segera berlalu dari hadapan mami dan papinya yang masih terlihat kesal dengan nya.


Liburan yang seharusnya di jalani dengan bahagia, malah menjadi kacau karena kevin dan orang tua nya menjadi uring uringan.


Hasaki yang melihat wajah kevin yang di tekuk mencoba menghibur nya. Dalam hati dia berjanji akan mencari tahu siapa menantunya itu. Lalu dia menghubungi seseorang.


"cari tahu tentang data gadis yang ku kirim tadi. Ingat jangan sampai ada kesalahan. " ucap nya tegas. Lalu memasukan kembali benda pipih itu ke dalam saku celana nya. Lalu berjalan menghampiri kevin.


"hay son, sejak kapan putra papi jadi mellow begini cam on. Kita selesaikan masalah ini sama sama. "


"apa papi akan marah juga dengan ku sama seperti mami?" tanya kevin melihat ke arah hasaki.


"ayolah son, papi tahu anak papi tidak akan pernah salah dalam memilih wanita. " menepuk bahu kevin.


"makasih pi, papi memang yang terbaik. " kevin langsung memeluk hasaki.


"ternyata anak papi masih anak anak. " tutur hasaki sambil tertawa.


Disaat hasaki dan kevin tengah asyik berbincang. Hasaki mengeluarkan ponsel nya dari dalam saku celana nya. Lalu dia tersenyum melihat kearah kevin.


"papi kenapa senyum senyum sendiri?" kevin mengernyitkan kening nya karena heran melihat papinya.


"kau tahu son, kau memang tidak pernah salah dalam memilih pasangan. "


"maksud papi? " kevin seketika kaget mendengar ucapan hasaki.


"lihatlah." memberikan ponsel nya ke kevin.


Seketika mata kevin membulat melihat isi ponsel papinya.


"jadi papi diam diam menyelidiki aelandra pi. Tapi kenapa papi bisa tahu tentang ael pi? "


"karena papi seperti pernah melihat gadis itu, ternyata dia anak kolega bisnis papi, dan kamu harus tahu kalau dia sama sekali tidak tertarik dengan yang namanya kemewahan, papi ingat orang tua dia pernah bercerita kalau anak nya sama sekali tidak pernah mau di ajak dalam acara bisnis." hasaki bercerita dengan antusias mengenai aelandra.


"tapi.. " tiba tiba dia menghentikan bicara nya.


"tapi kenapa pi? "


"kau harus tahu son, kalau orang tuanya gadis itu sangat kejam. Papi rasa dia tidak akan segampang itu menerima kamu sebagai menantunya, karena ayah dari gadis itu adalah seorang ketua mafia yang sangat di negaranya . "


"ya tuhan, jadi aku harus bgaimana pi? " tanya kevin sedikit khawatir.


"kau tenang saja, papi akan cari jalan keluarnya. "


"mami, maksud kamu?"


"papi, selama ini mami tahu nya aku pacaran sama gledyssa. Tapi setelah aku tahu gledyssa itu orang yang seperti apa. Aku memutuskan hubungan ku dengan nya lewat ponsel. "


"apa? Kau mau mencari sensasi memutuskan seorang gadis lewat ponsel. Bersikap gentle lah son. Karena tidak mungkin hubungan yang sudah terjalin begitu lama harus berakhir lewat ponsel. Temui gadis itu, walaupun papi tidak menyukai nya, tapi papi tidak mau anak papi menjadi seorang pengecut. Tapi papi mau bertanya kenapa kamu memilih mengakhiri hubungan mu dengan gledyssa? "


"maaf pi, sebenar nya gle itu bukan lah gadis yang baik untuk aku. selama ini aku udah di tipu mentah mentah sama dia. ternyata selama ini dia main api di belakang ku pi. "


"syukurlah kalau akhirnya kamu tahu juga akhirnya. sebenarnya papi udah lama mengetahui hal itu, tapi papi takut menyakitimu kalau papi katakan semuanya. " hasaki berbicara penuh sesal.


"jadi selama ini papi udah tahu semua kelakuan gledys di belakang ku pi? " kevin masih sangat syok mendengar ucapan papinya.


"maafkan papi nak, bukan papi menyembunyikan nya dari kamu. tapi papi ingin memberikan kamu mengetahui dengan sendirinya. papi berharap setelah semua ini kamu bisa menjadi lebih dewasa lagi. apalagi sekarang kamu menjadi seorang suami. " hasaki menepuk bahu kevin untuk menenangkan nya.


"jadi kapan kamu akan membawa menantu papi pulang kerumah? apa kamu tidak mau mengenalkan nya pada kami. " hasaki tersenyum tipis memandang kevin yang sedang menunduk.


"kalau untuk itu, kevin belum bisa pi. mami pasti akan sangat marah denganku. tadi aja papi bisa lihatkan bagaimana sifat mami saat mengetahui semuanya. "


"masalah mami kamu, biar papi yang mengurusnya. kamu hanya perlu membawa nya pulang kerumah kita. "


"tapi pi. " melihat reaksi hasaki, kevin menghentikan bicaranya. "baiklah pi, tapi maaf kevin tidak janji. karena kevin sendiri nggak yakin dia mau pulang kerumah kita." nada bicara kevin seperti orang sedang putus asa.


disaat hasaki dan kevin sedang asyik mengobrol tentang aelandra, selvi datang sambil membawa camilan ringan juga dua gelas teh hijau kesukaan hasaki juga kevin.


"kalian lagi ngomongin apa? kok muka kalian jadi serius gitu? " selvi melihat kevin dan hasaki secara bergantian. tapi yang di lihat malah bengong. "helloooww." selvi melambaikn tangan nya di depan muka kevin juga hasaki. "papi, kevin, kalian kenapa kok malah bengong pas lihat mami. " selvi mulai berteriak di telinga hasaki, sambil tangan satunya lagi menarik kuping kevin.


"auww. mami sakit. bisa copot kuping aku jadinya mi." kevin mengelus telinga yang di tarik maminya.


"tahu nech mami, kebiasaan teriak di kuping papi. " hasaki pun ikut kesal dengan istrinya.


"lagian mami datang kalian malah bengong. emang kalian lagi ngomongin apa? " tanya selvi penuh selidik.


"kita lagi ngomongin mami, yang akhir akhir ini kok tambah gendut. ya kan kev?" hasaki melirik kevin.


"apa? " selvi langsung berdiri dan berlari kedalam rumah mewahnya. lalu berdiri di depan kaca sambil memutar mutar badan nya.


"nggak ada yang aneh dengan badanku" lalu tangan nya memegang kedua pipinya.


"nggak juga, nggak ada salah. semuanya normal kayak biasa. " kesal di kerjai anak juga suaminya selvi berteriak, memanggil kevin dan suaminya.


sementara diluar kevin dan hasakisedang tertawa mendengar suara maminya berteriak.


"kev, bentar lagi mami keluar." hasaki teetawa membayangkan ekspresi istrinya saat berada di depan kaca.


"satu, dua, ti.. ga" melihat selvi berjalan kearah mereka, hasaki dan kevin berlari.


"awas ya kalian, papi siap siap tidur di luar pi. " mendengar ucapan selvi, kevin jadi ngeri sendiri.


"siap siap tidur di sofa pi. " sedangkan hasaki sudah berjalan kembali kearah istrinya.


"mami jangan gitu mi. mana bisa papi tidurnya jauh dari mami. " hasaki tak berhenti merayu istrinya. sedangkan selvi masih terlihat cuek dengan nya.


setelah dirayu beberapa saat akhirnya selvi luluh juga dengan rayuan hasaki juga kevin.