
Sesampainya di tempat party, kevin berjalan menggandeng gledys dilengan kanannya. Banyak sosok perempuan yang disana menatap kagum ke arah kevin, tanpa memperdulikan adanya gledys di samping kevin. Ada juga yang merasa iri dengan gledys bisa bergandengan manja dilengan kevin.
Kevin melihat ke suatu tempat dimana teman teman nya sedang bercanda gurau dengan di kelilingi para gadis yang ada di sampingnya. Kemudian kevin dan gledys menghampiri mereka.
"wah wah ternyata tuan muda thomada kita datang bersama nona cantik. " zian tersenyum menggoda melihat kearah gledys.
"seperti biasa, kamu selalu menggoda kekasihku. Walaupun kamu tahu kalau tidak akan pernah bisa merebutnya dariku. " menatap dingin ke arah zian, kemudian tertawa sambil merangkul bahu sahabatnya itu.
Zian adalah sahabat baik sekaligus orang kepercayaan papinya kevin. Karena mereka seumuran makanya papanya menyarankan supaya mereka berteman. Terlebih lagi dengan adanya zian yang selalu berada di dekat kevin papinya bisa lebih leluasa mengawasi kevin melalui zian. walaupun saat kuliah mereka harus terpisah karena zian harus mengurusi perusahaan keluarga kevin yang ada di inggris. Dan melanjutkan pendidikan nya disana dengan semua biaya yang sudah di persiapkan oleh papinya kevin.
"bersenang senang lah, karena besok kau sudah harus menjalani dunia yang sangat sibuk. " memberikan segelas whisky kepada kevin.
Sedang asyiknya mengobrol tiba tiba ponselnya glesys bergetar, karena sengaja dia mensilent ponselnya.
Drrt drrt
"ya hallo. " ucapnya pada suara yang ada di seberang telfon. Kemudian gledys sedikit menjauh dari kevin dan zian.
...
"baiklah, tunggu. Sebentar lagi aku akan keluar. Lagian aku juga bosan berada disini terlebih lagi kevin sangat sibuk bersama teman temanya. " setelah panggilan terputus, gledys menghampiri kevin dan zian yamg sedang asyik mengobrol.
"sayang. " panggilnya sambil bergelayut manja di lengan kevin.
"ada apa?" tanya kevin sambil melihat ke arah gledys.
"bisakah aku pulang duluan, soalnya ibu sepupuku masuk rumah sakit. Jadi dia minta aku temani." memohon agar kevin memperbolehkan nya.
"biar aku antar, nggak mungkin aku biarin kamu pergi sendiri. " seraya memegang tangan gledys.
"tidak usah sayang, aku sama sekali nggak mau mengganggu momen party kamu sama teman teman kamu. Jadi nikmatilah perty nya ini sayang, percaya sama aku, kalau aku akan baik baik saja. " meyakinkan kevin kalau dia bisa pulang sendiri.
"benar?" tanya kevin sekali lagi.
"yaudah tapi benar, kalau udah sampai rumah sakit segera kabari aku." kata kevin memperingatkan.
"benar sayang." setelah meyakinkan kevin dengan wajah palsunya, gledys pergi ke depan dan menaiki taxi. Dia sama sekali tidak mau kevin atau orang yang ada disana curiga kepadanya kalau dia akan pergi berkencan dengan raffa selingkuhannya.
Bagi gledys biarlah orang lain menganggap dia dan kevin pasangan yang bahagia. Namun pada kenyataannya gledys tetaplah gadis bar bar yang hanya mengincar harta supaya bisa hidup dengan mewah.
...
Di tempat berbeda karena aelandra merasa bosan di hotel tempat nya menginap dia memutuskan untuk berjalan keluar sambil menikmati indahnya malam di kota jakarta. mungkin besok setelah dia mulai bekerja selepas dari masa cutinya dia akan jarang mempunyai waktu untuk bersenang senang. Dan kebetulan juga adiknya dinara sedang Berada di jakarta mengundangnya ke sebuah club malam untuk menghadiri party yang di adakan oleh teman nya.
Akhirnya dengan penuh keyakinan aelandra pergi ke tempat party yang di maksud oleh dinara.
setelah sampai dan berada di club tersebut aelandra mencoba menghubungi dinara, tapi sama sekali nggak diangkat. lalu dia kembali membuka pesan terakhir dari dinara, disana dia menyebutkan pestanya di adakan di sebuah ruangan. tanpa pikir panjang aelandra langsung masuk kesebuah ruangan yang dia kira adalah tempat dinara mengadakan party bersama teman nya. Tapi sial baginya karena salah masuk ruangan. Bukan nya ke tempat dinara tapi malah ke ruangan yang sudah di sewa oleh zian untuk dia dan kevin menghabiskan malam ini dengan bersenang senang.
"maaf, sepertinya saya salah ruangan. " aelandra sedikit kaget karena diruangan itu dia melihat dua orang laki laki dengan keadaan sudah mabuk berat.
"hei manis, kau mau kemana? Kesini lah. " seru zian sambil menarik tangan aelandra.
"lepaskan..lepaskn tanganku apa yang mau kamu lakukan?" berusaha melepaskan cekalan tangan zian.
"ayolah jal*ng, apa kau tidak tertarik dengan teman ku itu. Dia seorang yang kaya. Dan harus kau tahu dia masih *****ka. Jadi kau tidak akan rugi bisa tidur dengan nya.
Mendengar penjelasan pria itu, aelandra sangat ketakutan. Dia sadar bahaya apa yang sedang mengintainya. Apalagi kedua pria itu sedang dalam keadaan mabuk berat.
Tanpa di duga pria yang ada di hadapan nya itu meminumkan minuman yang ada di atas meja ke aelandra secara paksa. Aelandra yang tidak kuat melawan pria itu akhirnya menelan minuman itu walau dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.
Beberapa saat dia merasakan pusing di kepalanya, dan merasakan panas di badan nya. Tanpa sadar dia terlihat agresif terhadap pria yang ada di depan nya. Tapi pria itu menolak mentah mentah di sentuh oleh aelandra dan malah pergi meninggalkan nya.
apa yang terjadi antara dia dan kevin malam itu hanya mereka yang tahu. yang jelas pagi
Ketika aelandra bangun dia sedikit merasa pusing, dan asing dengan ruangan yang dia tempati.
"di mana ini? " katanya sambil memegang kepala nya yang pusing.
"ah sial apa yang terjadi semalam denganku. " kemudian dengan tenaga yang tersisa dia mau duduk tapu merasa ada sesuatu yang berat di atas perutnya.
"aakkkh" pekiknya, "siapa kau? " katanya sambil mengjempaskan tangan pria yang ada di samping nya..
Mendengar ada yang berteriak di samping nya, kevin pun mulai terbangun. Dan betapa kagetnya dia saat melihat ada gadis tidur di samping nya.
"kau siapa? " kenapa aku ada di sini?" kevin kaget sekaligus heran karena tiba tiba dia bersama seorang gadis di sebuah kamar hotel.
"harusnya aku yang bertanya kepadamu, kenapa aku ada di sini. Dan apa yang kau lakukan terhadapku." tanpa diminta air mata aelandra sudah jatuh di pipinya saat menyadari bahwa tubuh nakednya hanya terbaluti selimut.
Kevin pun tak kalah terkejutnya saat melihat dirinya yang hanya berbalut selimut. Dan lebih kaget lagi saat melihat ada bercak darah di seprai itu. Dia sama sekali nggak tahu apa yang terjadi semalam. Meskipun dia mencoba mengingatnya namun dia sama sekali tidak bisa mengingatnya.
"akh sial. " katanya sambil mukulkan tangan nya ke atas kasur.
"ya tuhan aku harus bagaimana? apa yang udah aku lakukan, aku telah menodainya." kevin terlihat frustasi.
Sementara aelandra sudah menangis di samping kevin saat mnyadari apa yang telah terjadi dengan nya. Harga dirinya sudah hilang bahkan harta yang paling berharga dalam hidupnya tidak bisa dia pertahan kan. apalagi dia melakukan nya dengan pria yang sama sekali tak dia kenal. Dan entah mengapa semua ny terjadi begitu saja, bahkan tanpa mereka berdua sadari.