
Ditempat Jonathan dia sedang duduk di kursi rodanya dan memandang jalanan lewat jendelanya.
" Apa gue bisa sembuh ya ?" Tanya jonathan pada dirinya seraya melihat kearah kakinya.
" Oh Jojo nya Dena ," teriak Roy seraya berjalan ke arah sofa.
" Gak usah teriak , gua denger ," ucap Jonathan kesal seraya membalikkan kursi rodanya.
" Hehehe maaf ," ucap Roy dengan cengiran khasnya.
" Kenapa?" Tanya Jonathan.
" Nih bakso buat Lo ," ucap Roy seraya memberikan bungkusannya kepada Jonathan.
" Kapan Lo beli ?" tanya jonathan.
" Tadi disuruh Dena gue ," ucap Roy.
" Dena ?" Tanya jonathan sekali lagi
" Iya , baik banget sih calon istri Lo ," ucap Roy.
" Oh , pacaran aja belum udah mau di cap calon istri ," ucap Jonathan.
" Yee gua doain aja ," ucap Roy.
" Aamiin ," ucap Jonathan.
" Mana mangkoknya ," lanjut jonathan.
" Ambil sendiri lah ," ucap Roy.
" Oh gak mau ngambil ya ,mau Lo gak gajian setahun ," ancam Jonathan.
" Lo kok selalu ancam gaji gua Mulu sih ," ucap Roy kesal.
" Cepat ambil alat makan gua !" Perintah Jonathan.
" Iya gua ambil ," ucap Roy pasrah seraya beranjak dari duduknya dan berjalan menuju dapur kantor.
" Nih mangkok dan kawannya ," ucap Roy seraya memberikan alat makan yang diperlukan oleh Jonathan.
" Thanks ," ucap Jonathan.
" Iya ," ucap Roy.
Setelah itu Jonathan memakan baksonya dengan ditemani Roy yang setia pada handphonenya.
" Nat ," panggil Roy.
" Hm," ucap Jonathan tanpa menoleh kearah roy.
" Nat ," panggil Roy sekali lagi.
" Gak jadi ," ucap Roy.
" Sialan Lo Roy ," umpat Jonathan.
" Hehe maaf deh ," ucap Roy dengan cengiran khasnya.
" Udah sana Lo balik kerja aja ,bosen gua liat muka lo ," usir Jonathan.
" Sialan Lo Jo ngusir gua hah ?" Tanya Roy kesal.
" Iya ," ucap Jonathan santai.
" Sialan ," umpat Roy.
Setelah itu Roy keluar dari ruangan jonathan dan duduk dimeja kerjanya melanjutkan pekerjaannya yang tertunda tadi.
Sedangkan dimeja kerja Dena dia sedang mengerjakan beberapa berkas seraya menonton film horror.
" Jojo liat gak ya ? Doa aja gak liat den ," gumam Dena pelan.
Setelah itu Dena kembali menonton filmnya. Tapi sepertinya dia melupakan sesuatu.
" Oh iya gua lupa cemilan , ambil dulu di dapur kantor mungkin aja ada ," ucap Dena seraya beranjak dari duduknya.
" Eh bentar filmnya matiin dulu ," lanjut dena.
Setelah sampai di dapur Dena mencari beberapa cemilan untuk dia makan.
" Hm yang nama nih , gmyang ini apa yang ini ya ," gumam Dena pelan.
" Yang ini aja deh , oh ya minumnya belum ," lanjut Dena seraya menggambil minuman dari kulkas.
Setelah semua lengkap segera Dena kembali lagi kemejanya dengan membawa cemilan dan minumannya. Setelah itu dia duduk di depan komputernya dan menaruh cemilan dan minumannya.
" Udah lengkap semua , sekarang waktunya menonton," ucap Dena pelan.
Setelah itu Dena menyalakan tombol pausenya, dan mulai menonton.
Sedangkan ditempat Dina dia sedang mengerjakan laporan keuangan perusahan.
" Huh akhirnya selesai juga ," gumam Dina seraya merentangkan kedua tangannya.
" hm enaknya ngapain ya ? nonton film aja ," gumam Dina.
setelah itu Dina mencoba mencari film bagus untuk ditonton.
" dapet nih ," ucap Dina pelan.
" hm ambil cemilan dan minuman dulu ah ," lanjut dina seraya beranjak dari tempat duduknya.
segera dina berjalan kearah dapur dan mengambil beberapa cemilan dan minuman. tapi saat dia akan berbalik ada orang yang menepuk pundaknya sampai membuat semua cemilan dan minumannya jatuh kelantai.