My First and Last Love

My First and Last Love
EPS



Diluar kamar Jonathan Dena masih malu untuk kembali masuk.


" Ayo den Lo pasti bisa ," ucap Dena.


Setelah itu Dena kembali masuk kedalam kamar Jonathan dan melihat Jonathan sedang duduk disebelah ranjang dengan laptopnya.


" Hm Jo ," panggil Dena.


" Iya ," jawab Jonathan tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.


" Gue boleh pulang gak setelah ini selesai ?" Tanya dena.


" Boleh ," jawab Jonathan.


" Makasih Jo ," ucap Dena.


" Iya," jawab Jonathan.


Segera Dena membersihkan kamar Jonathan, supaya dia bisa cepat pulang. Beberapa menit kemudian Dena sudah selesai dengan pekerjaannya.


" Hm Jo gue boleh pulang gak ?" Tanya dena.


" Iya , tapi dianter sama pak Joko," jawab Jonathan.


" Oke , gue pulang dulu ," ucap dena.


Setelah itu segera Dena keluar kamar Jonathan dan menuju pak Joko yang memang sudah menunggunya.


" Bapak disuruh Jojo ?" Tanya Dena.


" Iya , non saya disuruh Aden mengantarkan non kerumah ," jawab pak Joko.


" Oke , pak kita pulang sekarang aja ," ajak Dena seraya masuk kedalam mobil.


" Iya non ," ucap pak Joko.


Setelah itu mobil Jonathan melaju meninggalkan rumahnya.


Didalam kamar , Jonathan sedang mengerjakan beberapa berkasnya. Drt...drt...getaran ponsel Jonathan dimeja sebelah ranjangnya, segera dia ambil dan mengangkatnya.


" Hallo , napa ?" Tanya Jonathan.


" Nat , Lo ada dirumah ?" Tanya Roy nalik.


" Ada , gue ada dikamar ," jawab Jonathan.


" Oke , gue kerumah Lo ya ," ucap Roy.


" Tunggu mau ngapain ?" Tanya Jonathan.


" Nanti gue ceritain ," ucap Roy.


" Oke ," ucap Jonathan.


Setelah itu teleponnya putus, tapi Jonathan masih memikirkan kenapa Roy mau tiba-tiba datang ke rumahnya tanpa dia undang.


" Apa dia ada masalah dengan pacar atau keluarganya," pikir Jonathan.


" Tapi gak mungkin orang Roy juga belum punya pacar kalau sama keluarnya mana mungkin , udahlah nanti Roy juga cerita ," lanjut jonathan.


Setelah itu Jonathan melanjutkan pekerjaannya seraya menunggu Roy datang kerumahnya.


Beberapa menit kemudian Roy datang dengan keadaan berantakan dan memar pada bagian wajahnya . Jonathan yang melihat itu bertanya-tanya ada apa dengan sahabatnya ini tidak seperti biasanya.


" Ada apa ?" Tanya jonathan.


" Gue tadi habis dipukulin orang ," ucap Roy seraya duduk di sofa kamar Jonathan.


" Kok bisa ?" Tanya Jonathan heran.


" Gue dikira selingkuhan ," ucap roy melas.


" Hahahah... ," Meledaklah tawa Jonathan.


" Kenapa Lo ketawa ?" Tanya Roy kesal.


" Makanya kalau Lo mau cari pacar jangan yang udah nikah atau masih pacaran ," ucap Jonathan terkekeh geli.


" Gue gak lagi cari pacar , orang mbak nya aja yang nempel ke gue ," ucap Roy.


" Hah kok bisa ?" Tanya Jonathan heran.


" Yah kan gue tampan ," ucap Roy bangga.


" Apa coba ulangi perkataan Lo tadi tampan , sekarang Lo mendingan kaca aja muka Lo tu udah hancur ," ucap Jonathan.


" Apa hancur , mana kaca Lo ," ucap Roy gelisah.


" Itu didalam kamar mandi ," ucap Jonathan seraya menunjuk cermin di kamar mandinya.


" Akh.. wajah tampan gue ," teriak Roy.


" Hahaha...," Tawa Jonathan mendengar teriakankan Roy didalam kamar mandinya.


" Kenapa bisa , pasti semua ini gara-gara orang tadi yang udah mukulin gue , awas aja kalau ketemu ," ucap Roy kesal seraya keluar dari kamar mandi Jonathan.


" Nat , Lo punya obat buat wajah tampan gue ?" Tanya Roy.


" Gue adanya obat menyembuh luka bukan obat buat wajah tampan Lo itu ," ucap jonathan terkekeh geli.


" Sialan Lo Nat ," umpat Roy.


" Hahaha..tawa Jonathan.


" Kalau Lo mau obatnya minta sana sama mbak nya dibawah," ucap Jonathan.


" Oke ," ucap Roy seraya keluar dari kamar Jonathan menuju ke mbaknya.


Setelah mengambil kotak obat segera Roy kembali kekamar Jonathan.


" Lah Lo bisa obatin sendiri ?" Tanya Jonathan.


" Bisa ," ucap Roy.


" Bener Lo gak mau dibantuin sama mbaknya ," tawar Jonathan.


" Iya," tolak Roy.


Setelah itu Roy membersihkan luka-lukanya sendiri, sedangkan Jonathan sibuk dengan laptop dan berkasnya.


" Nat , kok gue bau parfum cewek ya ?" Tanya Roy seraya mengendus kearah Jonathan.


" Ah apa ?" Tanya Jonathan gugup.


" Bau parfum cewek , tapi kok baunya kayak gue kenal ," ucap Roy heran.


" Mana mungkin ada bau parfum cewek dikamar gue ," elak Jonathan.


" Tapi gue bau Nat ," ucap Roy.


" Udah sana kembalikan kotak obatnya dulu ," ucap Jonathan.


" Okelah ," ucap Roy seraya berdiri dan keluar kamar Jonathan untuk mengembalikan kotak obatnya.


" Huft Untung Roy gak tau ," gumam Jonathan , kembali Jonathan mengerjakan berkasnya.


setelah itu Roy kembali kedalam kamar Jonathan.


" hm Nat gue kok masih bau parfum ya ," ucap Roy.


" perasaan Lo aja kali, gue aja gak bau apa-apa." elak Jonathan.


" mungkin ya ," pikir Roy.


" nah sekarang Lo mendingan bantuin gue aja , nih ada berkas yang harus Lo kerjakan," ucap jonathan seraya memberikan beberapa berkasnya ke Roy.


" lah kok harus gue ?" tanya Roy heran.


" Lo kan asisten gue ,dan mumpung Lo ada disini jadi kerjakan aja ," ucap Jonathan.


" tapi gak bisa gitu dong kan ini hari Minggu ,"


tolak roy.


" oh mau gak gajian sebulan ya udah sini berkasnya ," ucap jonathan seraya mengambil berkas yang ada di Roy.


" eh gak Nat gue kerjain sekarang ," ucap Roy seraya menarik kembali berkasnya.


" hm oke ," ucap Jonathan.


setelah itu mereka berdua fokus dengan pekerjaannya sampai melupakan waktu.



maaf ya teman\-teman karena episode 15 nya ada dua.